
Mbak Sarah sebenarnya sudah menikah dan memiliki anak 1, tapi sayang suami mbak Sarah, mas Rudi adalah seorang pelaut di kapal pesiar eropa, jadi mbak Sarah sering ditinggal 6 sampai 8 bulan. Oh iya, aku kenal baik dengan mas Rudi, suaminya, karena beberapa kali saat mas Rudi kembali ke indonesia mbak Sarah dan mas Rudi mengajak aku jalan-jalan.
Cerita dewasa terbaru ini berawal saat aku mau mengeprint laporan pekerjaan. Karena printer diletakkan di meja mbak Sarah, maka aku berjalan menuju meja kerjanya. Tapi sebelum sampai ke mejanya, aku melihat mbak Sarah serius sekali membaca sebuah web site di layar komputernya. Aku tertawa kecil dan kembali ke mejaku, aku gak mau mengganggu mbak Sarah, karena aku hafal betul web site yg sedang dibaca mbak Sarah adalah website kumpulan cerita-cerita erotis.
Kemudian aku menggoda mbak Sarah dengan mengirim pesan YM ke dia :
“Hayo lagi baca apa ? Nakal Ya…” isi pesanku ke dia
Mbak Sarah langsung membalikkan badannya dan memandang tajam kearahku, aku cuma tersenyum melihat wajah marah bercampur paniknya.
“Gak baca apa-apa. Mau tau aja nih !” jawab dia masih melalui YM
“Gak usah malu mbak, aku juga sering baca kok ” jawabku lagi
Dia kembali memandangku dari jauh dengan wajah cemberutnya.
“Mas Rudi masih lama pulangnya ya ?” tanyaku lewat YM
“He-eh, aduh jadi malu gara-gara ketahuan” jawab Mbak Sarah
“Mau dibantu gak ?” tanyaku menggoda
“Maksudnya ?” jawab dia
“Ya kan mbak kangen sama mas Rudi, siapa tau saya bisa gantiin sementara ” jawabku nakal
“Maksudnya ?” tanya dia lagi, aku gak tau dia pura-pura ato bener-bener gak ngerti.
” kan saya laki-laki juga, mungkin bisa bantu mbak kayak yg di website” jawabku tambah nakal.
Mbak Sarah menatapku dengan pandangan marah kemudian menjawab
“Awas ya, nanti aku aduin ke mas Rudi, nanti tau rasa kamu”
AGEN TOGEL
Aku cuma tertawa sambil menjawab.
“He..he..he.. cuma becanda mbak”. Aku memang sebenernya cuma mau menggoda dia.
Setelah chat itu, aku gak begitu memperhatikan mbak Sarah karena pekerjaan ku sangat bertumpuk waktu itu. Hingga seminggu kemudian mbak Sarah mengirim pesan YM ke komputerku.
“Win, lagi sibuk banget ya ?” tanyanya melalui YM.
“Iya nih mbak, kan deadline bulan depan” jawabku sekenanya, karena aku memang sedang sibuk mengerjakan tugasku yg bertumpuk.
“mmmmm…” jawabnya gak jelas.
Karena aneh atas jawabannya aku mengirim pesan “Ada apa mbak, apa ada masalah ?”
Agak lama dia mengirim jawaban “Darwin, masih inget tawaran kamu waktu itu nggak ?”
Jujur aku lupa sekali apa yg aku tawarkan, karena pikiranku penuh dengan pekerjaanku. “Tawaran yg mana ya mbak, maaf aku lupa” jawabku.
“Yg minggu lalu itu loh, katanya mau bantuin aku” jawabnya lagi.
Tapi karena aku bener-bener lupa, dengan polosnya aku jawab “Bantuin apa ya ?”
“Ya udah kalo udah lupa ” jawabnya singkat.
Aku berfikir keras, aku udah janji apa ya sama dia minggu lalu. Setelah beberapa saat mengingat-ingat, aku terperangah sebentar, karena aku gak duga becandaan aku minggu lalu jadi ditanggepin serius sama dia.
“Wah maaf mbak, yg web site waktu itu ya, beneran nih ?” tanyaku penuh selidik.
Agak lama aku menunggu jawaban sampai dia menjawab “Iya yg itu, mau nggak bantuin aku ?” tanyanya lagi.
Aku tersenyum kecil, mana ada sih cowok yg nolak tawaran kayak gini, apalagi dari mbak Sarah yg cantik itu. Aku menjawab
“Wah gak usah ditanya mbak, trus gimana ?”
“Sabtu besok dateng ke rumahku ya, agak sore aja. Tapi awas, rahasia ya” jawabnya.
“OK” jawabku yg mengakhiri chat.
Hari sabtu sekitar jam 4 aku sampai ke rumah Mbak Sarah. Rumahnya sepi, aku tdk melihat Nanda anak mbak Sarah yg baru berumur 4 tahun.
“Nanda kemana mbak ?” tanyaku saat aku sudah duduk disofa ruang tengah rumahnya.
“Aku titipin kerumah neneknya” jawab dia sambil membawa minuman dari dapur.
Kemudian dia tersenyum nakal. Aku cuma tertawa kecil melihat tingkahnya.
Hari itu mbak Sarah seksi sekali, dia memakai kaos ketat warna putih dan celana pendek warna krem. Aku gak pernah lihat dia berpakian seperti ini sebelumnya, tapi aku pikir mungkin dia berpakaian begitu karena tau tujuan aku datang kerumahnya sediki berbeda kali ini.
Setelah menaruh minuman di meja, mbak Sarah duduk di sofa kecil yg bersebrangan dengan sofa panjang yg aku duduki. Sebenernya aku sedikit kecewa dia pilih duduk disitu, tapi pikiran itu segera sirna karena aku sibuk memperhatikan paha putihnya yg terpampang lebar karena celananya tertarik keatas saat dia duduk.
Ditambah dari kaus tipisnya, aku dapat melihat bayangan bra kembang-kembang yg dikenakannya. K0ntolku terasa mulai menegang karena memandang wanita minim pakaian ini.
Tapi sayang mbak Sarah sepertinya canggung. Setiap aku mulai berbicara yg agak menyerempet, dia langsung membelokkan arah pembicaraan ke hal yg lain. Wah gawat nih, pikirku, bisa gagal rencana karena mbak Sarah takut duluan.
Hingga satu saat mbak Sarah terdiam, sepertinya dia kehabisan kata-kata untuk membicarakan yg lain. Kesempatan itu aku gunakan untuk duduk mendekatinya. Dari sofa yg masih terpisah, aku pegang kedua tangannya sambil aku elus perlahan.
“Mbak..” kataku perlahan.
Mbak Sarah cuma memandangku sambil tertunduk, ada sedikit rasa takut terpancar dari wajahnya.
“Mbak…” kataku lagi sambil menariknya untuk duduk disofa panjang bersamaku.
Mbak Sarah mengikuti tarikan tanganku, masih sambil tertunduk antara takut dan malu.
Mbak Sarah duduk di pojok sofa, sedang aku duduk disebelahnya. Perlahan aku cium kedua tangan, mbak Sarah masih memandangku sambil menunduk. Aku tahu sebenarnya mbak Sarah mau, cuma takut karena ini pertama kali ada laki-laki selain suaminya yg menyentuhnya.
Aku pegang kedua pipinya dan aku angkat agar aku melihat wajahnya. Saat wajah kami saling berhadapan aku melihat wajahnya seperti anak kecil yg sedang ketakutan. Aku cium keningnya untuk menenangkannya. Sepertinya cukup berhasil, wajahnya sedikit menurun ketegangannya. Aku cium keningnya sekali lagi kemudian aku kecup kedua pipinya. Mbak Sarah cuma diam sambil menutup mata.
Aku kecup bibirnya sekali, tdk ada reaksi. Aku kecup sekali lagi. Kali ini ada sedikit balasan. Yg ketiga kalinya aku cium bibirnya agak lama. Mbak Sarah sudah mulai berani, dia membalas ciumanku yg berangsur liar. Saat aku beranikan memasukkan lidahku kemulutnya, dia menyambut dengan liar, bahkan membalas memasukkan lidahnya bergantian.
Saat ciumanku semakin liar, tak lupa tanganku mulai berkerja. Pertama-tama tanganku memegang pinggangnya yg masih kecang, kemudian dari situ aku elus punggungnya. Setelah itu aku mengelus perutnya, terasa perutnya rata tanpa lemak walaupun dia pernah melahirkan 1 kali. Elusanku aku turunkan ke pinggulnya. Kemudian mengikuti garis celana dalamnya, aku sampai mengelus pantatnya, kemudian aku meremas-remas pantatnya. Mbak Sarah cuma melenguh kecil saat aku meremas pantatnya.
Kemudian aku beranikan diri untuk meremas payudaranya, walaupun masih dari luar kaos. Tapi karena kaosnya tipis dan Branya adalah model bra yg tipis tanpa kawat, aku dengan mudah meremas-remas kedua payudara yg sering aku nikmati dari jauh tersebut. Kali ini mbak Sarah melenguh agak keras walaupun tdk melepas ciumannku. Aku loloskan tanganku kedalam kaosnya mencoba melepas kait branya dari belakang. Tapi mbak Sarah bertindak lebih, dia membuka kaos sekaligus branya.
Melihat dia membuka kaos, aku ikut membuka kaosku. Aku menjaga kondisiku selalu sama dengan dia agar dia percaya. Sambil aku membuka kaos, mbak Sarah menata bantal sofa yg ukurannya besar diujung sofa kemudian dia bersandar disitu dengan pasrah. Selesai membuka kaos, aku posisikan tubuhku diantara selangkangannya, dia membuka selangkangannya agak lebar untuk memudahkanku menindihnya.AGEN TOGEL
Aku kembali menciumnya, kali ini sambil meremas-remas payudaranya yg memang masih sangat kenyal itu. Sekali-sekali aku cium pipi dan lehernya. Aku juga kadang-kadang menjilat lehernya hingga membuat dia bergetar beberapa saat.
Ciuman aku turunkan kearah payudara kanannya. Perlahan-lahan aku kecup sekitar payudaranya tapi aku hindarkan pentilnya. Kemudian aku jilat memutar mengecil hingga akhirnya sampai ke pentil. Aku hisap sesaat kemudian aku pindah ke payudara kiri untuk memperlakukan hal yg sama.
Sepertinya mbak Sarah tdk sabar, kemudian dia menarik tanganku dan menekan telapakku kearah payudaranya yg bebas. Aku mengerti, kemudian aku remas-remas perlahan payudaranya sambil kadang-kadang memutar-mutar pentilnya.
Serangan aku tingkatkan. Perlahan aku elus-elus paha dalamnya. Mbak Sarah kelojotan menerima seranganku. Aku menyusupkan tanganku kedalam celana dalamnya. Langsung terasa olehku lipatan memek yg diselimuti bulu-bulu halus, sudah sangat basah disana.
Tiba-tiba mbak Sarah menarik celananya untuk membuka. Wah buru-buru sekali mbak ini Aku membantu meloloskan celana pendek tersebut. Kemudian aku sendiri membuka celana panjangku. Sekarang kami sudah sama-sama telanjang.
Aku tindih mbak Sarah sekali lagi. Rencanaku sih aku ingin mencium bibirnya, kemudian turun ke payudaranya baru kemudian mencium memeknya. Tapi mbak Sarah sudah tdk sabaran. Dia menarik-narik k0ntolku untuk diarahkan ke memeknya.
Hmm.. sepertinya mbak Sarah sudah begitu lama menahan birahinya sehingga ingin langsung tusuk saja. Aku turuti kemauannya, aku arahkan k0ntolku ke memeknya, tapi mbak Sarah masih menggenggam k0ntolku seakan tdk sabar agar k0ntolku dimasukkan kememeknya.
Aku dorong perlahan k0ntolku hingga amblas semua, mbak Sarah melenguh agak keras, badannya terasa begitu rileks seakan merasa lega akhirnya yg diidam-idamkannya tercapai juga.
Mbak Sarah terdiam sesaat hanya menerima kocokanku yg baru perlahan. Tapi tiba-tiba mbak Sarah menjadi sangat liar, tangannya menekan erat pantatku sambil menggoyangkan pinggulnya kekanan-kekiri dengan liar, seakan kocokanku tdk cukup Wah begini deh kalo cewek dianggurin sama suaminya, jadi super liar
Mbak Sarah berteriak-teriak keenakan, sambil terus memutar-mutar pinggulnya mengikuti irama kocokan k0ntolku. Tapi tiba-tiba tubuh mbak Sarah menegang sambil berteriak kencang. Terasa cairan menyemprot dari dalam memeknya, dia orgasme hebat.
Kemudian badannya terasa sangat lemas, dia memandangku dengan senyum kecil. Dimemeknya terasa sangat basah, aku merasa cairan memeknya sampai menetes keluar. Aku kocok perlahan karena aku belum apa-apa, tapi sepertinya orgasme mbak Sarah begitu hebat sehingga dia tetap tergolek lemas sambil tersenyum kecil seperti diawang-awang. Akhirnya aku hentikan kosokanku dan aku cabut k0ntolku dari memeknya, karena mbak Sarah terlihat semakin lemas dan terlihat menjadi mengantuk.
Akhirnya aku angkat mbak Sarah dan aku tidurkan di kamarnya. Aku tdk memakaikan pakaiannya, hanya menyelimutinya, kemudian dia tertidur.
Aku memakai pakaianku kembali dan duduk ditempat tidur menemani mbak Sarah yg tertidur sambil menonton televisi yg memang ada di dalam kamarnya tersebut. Sekitar jam 7 malam tiba-tiba mbak Sarah memelukku dari belakang, kemudian menggelayut di punggungku.
“eh udah bangun mbak ?” tanyaku
Dia cuma mengangguk sambil tetap memelukku erat.
“Maaf ya Win..” katanya manja.
“Maaf kenapa ?” tanyaku, sambil mengelus tangannya yg melingkar ke dadaku.
“Maaf tadi aku langsung tidur, padahal kamu belum apa-apa” kata mbak Sarah
“Trus kamu gimana ?” tanyanya sambil meraba k0ntolku dari luar celana.
“Enggak apa-apa kok mbak” jawabku sambil memutar badanku. Kemudian aku memeluk tubuhnya erat.
Entah kenapa aku jadi sayang sekali dengan wanita itu. Aku kecup keningnya sekali kemudian aku peluk erat lagi.
“Mau diterusin sekarang ?” bisik mbak Sarah yg masih dalam pelukanku. “Nanti aja mbak” jawabku. “Kita makan malam aja dulu yuk” ajakku. Kemudian mbak Sarah berdiri dan memakai bathrobe. “Ayo, aku dah masak tadi siang khusus buat kamu” ajak mbak Sarah kearah meja makan.
Selama makan malam kami bercerita panjang. Dari pembicaraan itu aku tahu kalau mbak Sarah memang memiliki nafsu seks yg sangat tinggi tapi sayang mas Rudi jarang pulang. Dia sebenarnya sering tdk tahan, tapi tdk mau menghianati mas Rudi, tapi saat bertemu aku, mbak Sarah menaruh perhatian ke aku, makanya saat aku menawarkan bantuan waktu itu, mbak Sarah langsung menanggapinya dengan serius.
Sehabis makan kami menonton televisi. Kami duduk di lantai yg dialasi permadani. Mbak Sarah duduk diantara selangkanganku yg kubuka lebar, dia menyandarkan tubuhnya ke dadaku, sambil aku memeluknya dari belakang.
Selama nonton tv, kami seperti pasangan yg sedang dimabuk kasmaran. Mbak Sarah bersikap sangat manja kepadaku sedang akupun memanjakannya dengan senang hati. Sambil memeluknya dari belakang, sesekali aku membelai rambutnya dan mencium tengkuknya yg putih bersih. Mbak Sarah cuma melenguh pelan sambil sekali-sekali mencium tanganku yg memeluknya.
perlahan aku mulai mengelus-elus payudaranya, mbak Sarah mulai duduk dengan gelisah. Apalagi saat aku meremas payudaranya, tubuhnya menegang dan melemas seirama dengan remasanku. Tangan kananku aku selipkan masuk kedalam celana dalamnya. Perlahan aku elus garis memeknya, terasa perlahan cairan memeknya mulai membanjir.
Tangan kiriku masuk kedalam bathrobenya langsung meremas payudaranya yg tdk dibaluti bra lagi. Sementara jari tengah tangan kananku mulai menusuk memeknya, terasa memeknya berdenyut-denyut hebat.
Mbak Sarah tdk sabar kemudian membalikkan badannya, kemudian dia menciumku dengan ganas, sedangkan tangannya menyerbu celanaku berusaha untuk mengeluarkan k0ntolku, Aku buka ikat pinggang dan resletingku sehingga mbak Sarah bisa menarik k0ntolku keluar dan mulai mengelus-elusnya.
“Mbak dikamar aja yuk” ajakku.
Mbak Sarah cuma mengangguk. Kemudian aku menuntun dia menuju kamar tidurnya. Sampai dikamar tidur aku menelentangkannya ditengah tempat tidur, kemudian aku melepaskan bathrobe dan celana dalamnya sehingga dia telanjang bulat. Kemudian aku melepaskan baju dan celanaku sehingga akupun telanjang bulat.
Perlahan aku merangkak diatas tubuhnya untuk memposisikan tubuhku diantara selangkangannya. Kemudian aku mencium bibirnya perlahan. Ciuman aku turunkan kelehernya, sesekali aku jilat lehernya. Ciuman kemudian aku turunkan kembali ke payudaranya. Disitu aku menyedot pentil dan meremas-remas payudaranya. Sesekali pentilnya aku gigit kecil untuk memberinya sensasi.
Ciuman aku turunkan lagi ke perutnya yg rata tersebut. Disitu aku baru sadar ternyata pinggul mbak Sarah sangat bagus. Aku cium pinggulnya kemudian paha dalamnya. Aku sengaja melewatkan memeknya untuk sasaran akhir. Dari pahanya aku cium betisnya sampai aku cium ujung kakinya.
Selanjutnya gerakan aku balik, aku cium betisnya, kemudian aku cium pahanya, selanjutnya, perlahan aku kecup memeknya. Aku tatap wajah mbak Sarah dari antara selangkangannya, wajahnya terlihat tegang menunggu hal selanjutnya yg aku kerjakan.
Kemudian aku kecup memek itu sekali lagi. Dengan menggunakan jariku, aku sibak bulu jembutnya sehingga memeknnya terlihat jelas, perlahan aku jilat bibir memek kiri dan kanannya perlahan. Selanjutnya dengan gerakan pasti jilatan aku arahkan ke klitorisnya. Klitorisnya tdk terlalu besar tapi cukup mudah untuk dijilat kemudian aku hisap perlahan.
Pinggul mbak Sarah semakin tdk tenang, dia seakan menghindari jilatannku tapi tangganya menekan kepalaku untuk terus menjilati klitorisnya. Cairan memeknya keluar sangat banyak.
Kemudian aku sejajarkan tubuhku dengan tubuhnya, dia mengerti kalu kau ingin penetrasi ke memeknya. Tapi aku tunda sebentar, aku cuma menggosok-gosokkan kepala k0ntolku ke bibir memeknya. Dia meringis seperti protes karena aku berlama-lama, aku cuma membalasnya dengan seyum kecil. Dia mencoba menekan pantatku, tapi aku tahan.
Dia menatapku dengan wajah protes, dia terlihat frustasi. Dia mencoba menekannya sekali lagi, tapi tetap aku tahan, dia semakin frustasi. Kemudian aku kecup bibirnya sekali dan aku masukkan k0ntolku sampai mentok.
“Kamu jahat sayang.. kamu jahat..” bisik mbak Sarah saat aku memeluknya erat setelah memasukkan k0ntolku.
Aku pompa k0ntolku ke memeknya perlahan, dan mbak Sarah meresponnya dengan mengikuti gerakanku. Walaupun sebenarnya ini posisi yg konvensional, tapi entah kenapa terasa begitu nikmat. Mungkin karena aku sudah merasakan benih-benih cinta dan mbak Sarah pun begitu sehingga terasa setiap gesekan k0ntolku dan memeknya seperti menyalurkan energi cinta diantara tubuh kami.
Aku bangkit dan berlutut diantara selangkangannya dengan k0ntolku masih didalam memeknya. Aku taruh jari tengahku ke mulutnya, dan aku hentikan gerakan k0ntolku. Pertama-tama dia bingung, tapi kemudian dia menghisap perlahan jariku.
Saat dia menghisap jariku, gerakan k0ntolku aku selaraskan dengan gerakan hisapannya. Dia tersenyum lebar, mbak Sarah mengerti permainan ini, kemudian dia mulai menghisap mengikuti bagian mana dari memeknya yg ingin ditusuk oleh k0ntolku.
Lama-lama gerakan hisapnya makin cepat sehingga aku makin susah menyelaraskan gerakannya dengan k0ntolku, sepertinya dia sedikit lagi orgasme. Aku tarik jariku dan aku menindihnya dengan gaya konvensional. Perlahan aku pompa memeknya kadang pelan, kadang cepat. Mbak Sarah terlihat makin dekat dengan orgasmenya, badannya makin tegang.
Tak lama tubuh mbak Sarah melengkung sambil dia terpekik kecil, memeknya terasa licin sekali. Aku percepat pompaanku dan akupun menekan k0ntolku dalam-dalam sambil menyemprotkan spermaku ke rahimnya.
Kemudian aku memeluknya sambil membisikkan
“Aku cinta kamu mbak”. Mbak Sarah tersenyum kemudian memelukku erat seperti tdk mau dilepaskan....
Tamat
Cerita Sex – Sejak kecil aku sudah yatim piatu. Aku hidup dari belas kasihan sodara2 almarhum kedua ortu aku. Hidup saja sudah susah untuk dijamin keluarga ortu apalagi sekolahku. Ketika aku SMU, tidak ada lagi yang mau membiayai sekolahku sehingga aku harus dropout dari sekolah karena menunggak uang sekolah 3 bulan.
Padahal saat itu baru taun pertama. Ya terpaksalah, atas bantuan cowokku aku kerja di toko pakean pantai disatu mal besar. Paling tidak aku punya uang walaupun dikit untuk membiayai hidupku dengan sangat pas pasan. Baiknya cowokku mau membantu biaya hidupku sehari2, sehingga aku gak sampai kelaparan. Aku sudah males minta tolong ke sodara ortu karena kaya ngemis kalo minta tolong mereka, biar gini aku masi punya harga diri dan aku gak rela harga diriku mereka injak2.
Mereka juga sudah tidak perduli ma aku, jadi ketika aku gak perna nongol kerumah mereka, mereka juga gak ambil pusing. Ketika kau kerja, mereka nyuru aku pake kostum khusus, karena tokonya menjual pakean dan peralatan pantai, aku disuru pake celana pendek yang pendek banget dan tanktop aja. Paha mulusku jadi tertampang jelas, dan toketku yang walaupun imut pun jelas tercetak di tank top ketat yang harus kukenakan.
Aku nurut aja, disuru pake bikini juga akan aku kerjakan, namanya juga nyari makan disitu kan, lagian juga rasanya gak mungkinlah mreka nyuru aku pake bikini, bisa digrebek satpol pp ntar hihi. Karena aku mejeng dipintu toko, banyaklah lelaki yang lewat, baik tua maupun muda yang matanya jelalatan menelusuri rubuhku, aku si cuek aja, malah dengan senyumku yang paling manis, aku menawarkan untuk liat2 kedalam.
Umumnya karena aku temani mereka masuk ke toko, tapi buat ngobrol ma aku bentar. aku si nawarin produk2 yang dijual di toko itu, tapi mereka cuma cengengesan, dah gitu keluar lagi tanpa beli apa2. Yang penting kan aku dah berusaha untuk mengajak mereka kedalem toko, kalo gak da transaksi ya mo gimana lagi. Baiknya ada juga si yang belanja karena ajakan aku masuk ke toko, biar gak banyak juga.
Satu waktu ketika aku mejeng didepan toko, ada seorang lelaki yang sepertinya berdarah India, dia lumayan ganteng, kancing bajunya sebelah atas dibuka dua sehingga bulu-bulu dadanya yang lebat nongol, menambah keseksian tu lelaki. Palagi mukanya rada gelap bekas cukuran cambang, kumis dan jenggotnya. Gak tau deh ni orang manusia pa simpanse ya hihi, bulu melulu pasti disekujur badannya. Dia senyum2 aja liat aku dari toko didepan toko aku.
Toko itu jual kosmetik dan wangi2an. Pesolek juga tu lelaki. Selesai belanja, dia menghampiri aku, “hai sexy”, sapanya. “Kok sexy si om”. “Iyalah, kamu pake pakean kaya gitu sexy banget”. “Masak si om, rasanya badan Devi kurus deh”. “O, Devi toh namanya. Kamu tu bukan kurus tapi imut, masi abege banget ya”. “Kok om tau si”. “Ya kelihatan dari muka kamu.
Kamu gak sekolah? tanyanya, karena memang hari itu hari jumat. Gak om. Lo napa ? . Gak da biaya, gak bayar2 uang sekolahnya ya disuru do lah ma kepseknya. Wah sadis amir tu kepseknya. Nama kepseknya bukan amir kok. Aku tau,, tapi amir lagi gantiin tugas amat kan. Aku geli mendengar guyonnya, nyenengin juga ngobrol ma ni orang. Om India ya. “Kok tau”.
Ya keliatan lah, kan India katanya sodara deketnya simpanse. Wah gak bole sara dong. “Sori om, becanda, soale om kan bulunya dimana2, lebat lagi, kaya simpanse”, jawabku sembari tertawa. Diapun ikut tertawa, “tapi kamu suka kan ma simpanse kaya aku”. “Iya, om ganteng, sexy juga”. “Kok bisanya bilang aku sexy”. “Iya, kan om ganteng, bodi atletis, buluan lagi”. Ada tamu masuk ke toko. “Bentar Devi ngelayani tamu dulu ya om, om masuk aja”, kataku sambil ninggalin dia.
Dia tetep saja nungguin diluar toko. Seperti biasa tu tamu yang baru masuk liat2 bentar trus kluar lagi tanpa beli apa2. “Sori ya om, gak bisa ngobrol trus”. “Gak papa kok Dev, kan kamu kerja. Kamu makan siangnya jam brapa, bareng yuk”. “Masi lama om, ya jam 12an si”. “Ya udah, ntar aku balik lagi jam 12,
Menjelang jam 12 tu om balik lagi, aku pamit ma yang punya toko mo istirahat makan siang, jatahnya sejam. Biasanya si aku makan di kantin karyawan yang murmer, yang letaknya diluar gedung mal. Si om ngajak aku ke foodcourt yang ada di mal itu. Aku segera nyari tempat duduk. “Kamu suka apa Dev”. “apa juga doyan kok om”. “Ya udah aku beliin sesuai selera aku ya”.
Dia pergi beli makanan dan minuman, rada lama juga si karena foodcourtnya rame pas waktunya makan siang. Banyak orang ke mal cuma buat makan siang, tapi yang ngelongok ke toko dikit, maklum abis makan mreka balik lagi ketempat kerjanya. Si om dah balik, dia beliin aku gado2 dan segelas es jeruk. “Suka kan gado2”. “Gak tu”. “Wah dah aku beliin tu, tadi bilangnya suka apa aja”. “Ya kalo digodain trus ya gak asik lah om”, kena dia aku godain balik. Dia cuma tertawa.
“Kamu asik ya Dev, biar masi abege banget juga”. “Mangnya abege ada yang gak asik ya om”. “Ya si, banyak yang blon apa2 dah minta ini itu, bete kan”. “Wah om penggemar abege rupanya ni, Devi jadi korban ke brapa neh”. “Ya bukan korban lah, lagian kan lebaran haji masi lama”. “Kok lebaran haji”. “Iya kalo lebaran haji kan orang suka sumbang sapi ma kambing korban”. “Wah Devi disamain ma kambing nih”. “Iya ntar dijadiin Devi guling”. Aku tertawa aja, “mau gak?” tanyanya lagi.
“Gulingnya sapa om”. “Ya guling aku lah”. “wah kayanya dah banyak nih abege yang jadi gulingnya om”. Dia senyum2 aja dan menyantap makanannya, bgitu juga aku. “Gak sayang Dev, kamu gak skola, kerja gitu gak sebrapa kan gajinya”. “Iya si om, tapi mo bilang apa, skola kan mahal, Devi gak da yang biayain lagi”. “Ortu?” “Devi yatim piatu om”. “O, sori yah”. “Gak apa kok om”.
“Kalo om yang biayain skolah kamu mau gak, paling gak ampe lulus”. “Bener ni om mo biayain Devi”. “Serius, mau gak”. “Pasti ada imbalannya ya”. Dia cuma senyum, “di dunia ini kan gak da yang gratis, Dev”. “iya si”. “tapi imbalannya kan asik juga buat kamu kok. kamu dah punya cowok kan”. aku ngangguk. “Cowok kamu gak bantuin biayain kamu?” “kalo nyekolain si gaklah om, dia juga masi skola kan, paling jajanin dan blanjain aku aja dikit”. “Pake imbalan asik juga kan”.
“Maksud om”, aku pura2 gak ngerti. “Iya, kamu ngasi nikmat ke cowok kamu kan”. Aku ngangguk, “abis Devi juga pengen si om”. “tu ma cowok kamu ja kudu berbagi kenikmatan, aku juga mau kalo kamu bagi kenikmatan”. “Om sukanya ma abege imut kaya Devi ya”. “Iya Dev, yang imut biasanya sexy buat aku”. “Bukannya yang bahenol yang sexy”. “Ya juga si, tapi kan kudu berimbang, skali2 ma yang bahenol, skali2 ma yang imut kaya kamu, sekarang giliran yang imut”.
“Kok jadi kaya transaksi si om”. “Ya enggaklah, aku kan nawarin mo bayarin kamu skola sampe lulus”. “Kudu tinggal ma om juga”. “Kalo kamu mau, aku tinggal ndirian kok”. “Kok ndirian”. “Iya, dah pisah dari istri, anak dibawa istri”. “Trus om tinggal dimana”. “Diatas”. “Maksudnya?” “Di apartment atas”. Diatas mal itu ada aprtmentnya. “Wah tajir dong om, pantes mo biayain skolah segala, itu kan jangka panjang om”. “Ya gak apa kan, jadi di apartment ada yang nemenin om tiap ari”.
“Kalo Devi nemenin om di apartment, om masi nyari abege laen”. “Ya enggaklah, asal kamu udahan juga ma cowok kamu. ntar kamu aku kenalin ma temen2 bisnis aku”. “Wah asik tu om, kenalan ma simpanse yang laen”, jawabku tertawa. “Gak semuanya simpanse kok”. Kebayang kalo aku tinggal ma dia, pasti tiap malem aku dikerjain, kalo temennya ikutan nimbrung bisa di3some tu aku, selama ini aku belum, perna ngrasain di 3some.
cowokku gak mau share aku ma temen2nya, padahal aku si gak keberatam kalo di 3some juga, pengen ngrasain ja kaya apa udahannya. Maklum deh aku gak da yang ngurus, jadi klakuanku rada liar gitu. Waktu istirahat dah abis, aku balik ke toko lagi. “Ntar kamu bubar jam brapa?” “Napa om”. “Aku mo ngajak kamu jalan aja”. Aku sebutkan jam aku slesai kerja dan dia meninggalkan aku di toko.
Waktu rasanya berjalan amat lambat, akhirnya sampelah jam bubar aku kerja. Si om dah nunggu aku di toko sebrang. dia masi pake pakean yang sama. “Om mo ngajak Devi kemana, Devi masi bau gini om, lom mandi”. “Yang penting kan cantik, kita blanja keperluan kamu aja, mau kan kamu tinggal ma aku. Senin nanti kita ke sekolah kamu lagi, ngurus administrasinya supaya kamu bisa skola lagi”.
Sebenarnya aku dah males sekolah, asik juga hidup bebas gini, maklum deh masi abege banget jadi masi mendambakan idup yang santai dan banyak duit. “Mangnya Devi cantik om?” Banget, sexy lagi”. Aku berbunga2 mendengar gombalannya, maklum masi abege, gampang digombalin banget. Aku nurut aja ketika dia membawa kau ke toko pakean, dia membelikan aku sejumlah pakean, buat dirumah, buat santai, yang buat sekolah kebetulan juga ada dijual seragam, lengkap ma dalemannya.
“Aku jadi tau deh ukuran branya kamu”. “Kecil kan om”. “Imut lah, tapi kan sesuai dengan badan kamu, kalo imut tapi tokednya gede kan aneh jadinya, gak imbang”. “Om blanjainnya banyak banget si”. “Ya kan beli keperluan pakean yang dasar, tinggal ngambil pakean kamu dirumah kan. kamu tinggal ma cowok kamu ya”. “Gak om ngekos, makanya kudu kerjakan buat bayar kosnya”.
“Kamu kos ditempat aku aja, gratis”. Dia ngajak aku ke apartmentnya untuk menaruh pakean yang baru dibeli, asik juga apartmentnya, ada 3 kamar tidur, ruang keluarga merangkap ruang tamu nyambung dengan kamar makan, lengkap dengan perabotannya. ada dapur dan tempat jemur pakean . pralatan dapur dan mesin cucinya juga lengkap. Kamarnya ada kamar mandi didalemnya. Devi tidur dikamar mana om. Ya dikamar aku lah, tu belanjaan tinggalin dikamar aja. Agen Togel
kita turun lagi beli perlengkapan skolah kamu, kamu perlu laptop segala kan. Wah luar biasa ni orang, dia mau banget ngeluarin duit segitu banyaknya untuk nyenengin aku, aku kudu ngasi imbalan yang asik banget juga ya buat si om. Dia beli perlengkapan sekolah lengkap, trus beliin aku hape dan laptop baru. Seneng banget aku dblanjain kaya gitu. Semua belanjaan itu dibawa ke apartment dan diletakan dikamar satunya, Ni jadi kamar belajar kamu. Ada colokan buat internet segala, lengkap banget fasilitas apartmentnya, enak banget deh kalo tajir kaya dia, mo apa juga ada. Kita turun lagi ke foodcourt dan nyari makan malem. Kali ini aku ikut dia brosing mo makan apa.
Malam harinya selesai makan kami sanati ja diruang keluarganya. Om Devi bau ni, Devi mandi dulu ya. Ya sana, pake ja tu baju rumah yang tadi baru dibeli, gak usah dicuci dulu juga gak apa kan. Aku mengeluarkan belanjaan, aku masukkan ke lemari pakean yang masi kosong. Lemari pakeannya besar dan hampir penuh dengan pakeannya. Pakeanku gak banyak, jadi aku rapikan di lemari yang masi kosong.
Pakeanku dirumah juga gak banyak, lagian dah jelek2, rencananya aku mo kasikan ma anak jalanan yang suka nongrong deket kosan aku. Yang masi oke cuma ada beberapa. Aku segera melepas semua yang nempel dibadanku. Di kamar mandinya, aku mengisi bakmandinya dengan air panas dan kukasi sabun cair buat berendem. Si om yang ngasi tau.
Aku pengen ngerasain kemewahan brendem di bak mandi gitu. Asik juga brendem diair anget yang penuh busa wangi, aku hampir ketiduran, kalo enggak si om masuk kekamar mandi. Devi, kalo mo bo2 diranjang lah, masak di bak mandi. aku kaget, segera aku menyalakan shower dan membilas badanku. Aku gak perduli si om masi ada dikamar mandi, bentar lagi toh dia bakalan ngegelutin aku di ranjang. Wah bodi kamu asik banget Dev, toket imut, jembut masi alus gitu, jadi ngaceng ni aku. Ya udah om keluar ja dulu, biar Devi bebersi dulu. Ntar pake baju mandi yang ada diblakang pintu aja ya Devi.
Dia dah gak sabar banget kayanya ya. Selesai mandi aku melap badanku sampe kering dengan anduk besar yang ada, aku pake baju mandi model kimono, kegedean si, aku gak pake daleman lagi, biar dia bisa langung kalo mo ngegarap aku. Aku jadi horni ndiri ngebayangin kaya apa gedenya kontolnya. Katanya kont0l india ma arab sama gede en panjangnya. wah nikmatnya kemasukan yang gede panjang gitu.
Dia sudah nunggu aku diranjang, cuma pake celana pendek tanpa baju, bulu dadanya yang lebat menambah keseksiannya, lengan dan kakinya juga berbulu. Di selangkangannya ada tonjolan yang kayanya gede banget, dah ngaceng rupanya dia melihat aku bilas dikamar mandi tadi. Aku berbaring disebelahnya, segera saja aku diraih kedalam pelukannya.
Bibirnya dengan penuh napsu mulai merambah bibirku dengan ciuman panas. Kami jadi saling memagut dan berguling-gulingan, lidahnya menjalar bagai bagai ular ketelinga dan leherku sementara tangannya menyusup kedalam kimono meremas-remas toketku yang imut menyebabkan aku mendesah-desah, suaranya desahanku terdengar sangat sensual. Ikatan kimonoku diurainya sehingga aku langsung berbugil ria dipelukannya, lidahnya langsung menjalar dan meliuk-liuk di pentilku, menghisap dan meremas-remas toketku.
Setelah itu tangannya mulai merayap kebawah, mengelus-elus bagian sensitif yang sudah mulai basah. perlahan mulutnya merayap makin kebawah.. kebawah.. dan kebawah. Ia mengecup-ngecup gundukan diantara pahaku. Dengan hati-hati dia membuka kedua pahaku dan mulai mengecup memekku disertai jilatan-jilatan. Tubuhku bergetar merasakan lidahnya. Agghh.. om.. oohh.. enakk.. Mendengar desahanku, dia semakin menjadi-jadi, ia bahkan menghisap-hisap memekku dan meremas-remas toketku dengan liar.
Hentakan-hentakan birahi sepertinya telah menguasai aku, tubuhku menggelinjang keras disertai desahan dan erangan yang tidak berkeputusan, tanganku mengusap-usap dan menarik-narik rambutnya. aku semakin membuka lebar kedua kakiku agar memudahkan mulutnya melahap memekku. Kepalaku mengeleng kekiri-kekanan, tanganku menggapai-gapai, semua yang kuraih kucengramnya kuat-kuat. Aku sudah tenggelam dan setiap detik berlalu semakin dalam aku menuju ke dasar lautan birahi.
Dia tahu persis apa yang harus dilakukan selanjutnya, ia membuka CDnya dan merangkak naik keatas tubuhku. Kontolnya bener2 besar dan panjang yang diliputi dengan jembut yang lebat, jauh banget bedanya dengan kont0l cowokku yang dah rutin aku nikimati, kebayang deh kaya apa nikmatnya kalo yang XL itu ntar kluar masuk memekku. Dia menggumuli aku dalam ketelanjangan yang berbalut birahi. Sesekali dia di atas sesekali dibawah disertai gerakan erotis pinggulnya, aku tidak tinggal diam, melakukan juga yang sama.
Memekku saling beradu dengan kontol XL nya, yang menggesek dan menekan-nekan memekku. Dia kemudian mengangkat tubuhnya yang ditopang satu tangan, sementara tangan lain memegang kontolnya. Dia mengarahkan kontolnya keselah-selah pahaku. Rileks Dev katanya sambil mengosok-gosok ujung kontolnya dimemekku. oohh.. aahh aku tenggelam dalam desahanku sendiri. Nikmatin aja nez Ehh.. akkhh.. mpphh aku semakin mendesah. Gitu Dev.. rileks.. nanti lebih enak lagi
He eh om.. eesshh. Enak Dec? Ehh.. enaakk om.desahan kenikmatanku makin keras saja. Aku masukin ya Dev pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Dia langsung menekan pinggulnya, ujung kontolnya tenggelam dalam memekku. Aakhh.. om. eengghh erangku cukup keras, terasa sekali lubang memekku harus menganga selebar2nya untuk menelan palkonnya yang besar itu, baru palkonnya ja yang nyelip dah penuh banget rasanya memekku. sensasinya beda banget dengan kalo cowokku ngentotin aku.
Bener kata temen2ku kalo kont0l gede yang masuk asik banget deh. Dia lebih merunduk lagi dengan sikut menahan badan, perlahan pinggulnya bergerak turun naik serta mulutnya dengan rakus melumat toketku. Teruss.. om.. enak banget.. ohh.. isep yang kerass om, aku meracau. Aku suka sekali toket kamu Dev, imut napsuin banget, pentilnya juga masi imut banget.. mmhh. Devi juga suka om isep .. ahh, aku menyorongkan dadaku membuat dia bertambah mudah melumatnya. Aku terayun-ayun gelombang birahi, tanpa sadar aku mulai meremas-remas toketku ketika pentilku diemutnya, membuat mataku terpejam-pejam merasakan nikmatnya.
Dia tahu kalo aku sudah pada situasi point of no return, ia merebahkan badannya menindihku dan memelukku seraya melumat mulut, leher dan telingaku. Dia menekan pinggulnya, kontol XLnya melesak masuk ke dalam rongga memekku. Auuwww.. om.. sakiitt jeritku. Maklum deh baru sekali ini memekku ditrobos kont0l XL kaya dia punya ini. Kalo kemasukan kont0l cowokku si gak apa. Rileks Dev.. supaya enak nanti bujuknya, sambil terus menekan lebih dalam lagi.
seluruh kontolnya akhirnya terbenam di dalam rongga kenikmatanku. Beberapa saat dia tidak bergerak, ia mengecup-ngecup leher, pundak dan akhirnya toketku kembali jadi bulan-bulanan lidah dan mulutnya. Perlakuannya membuat birahiku terusik kembali, aku mulai melenguh dan mendesah-desah, lama kelamaan semakin menjadi-jadi. Bagian belakang tubuhnya mulai dari punggung, pinggang sampai buah pantatnya tak luput dari remasan-remasan tanganku.
Dia memahami sekali keadaanku, pinggulnya mulai digerakan memutar perlahan sekali tapi mulutnya bertambah ganas melahap gundukan daging toketku yang dihiasi pentil kecil kemerah-merahan. Uhh.. ohh.. om desahku kenikmatan, kaki kubuka lebih melebar lagi. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dipercepat ritme gerakan pinggulnya. Agghh.. ohh.. terus om aku meracau merasakan kontolnya yang berputar-putar di memekku. kepalaku tengadah dengan mata terpejam, pinggulku turut bergoyang. Merasakan gerakannya mendapat respon dia tidak ragu lagi untuk menarik-memasukan batang kontolnya.
Aaauugghh.. sshh.. om.. ohh.. aku tak kuasa lagi menahan luapan kenikmatan yang keluar begitu saya dari mulutku. Pinggulnya yang turun naik makin cepat dan kakiku terbuka makin lebar untuk memberi kesempatan kontolnya keluar masuk makin ambles di memekku. Ssshh.. sshh desisku tertahan manakala kontolnya ambles semuanya dimemekku. aku memekik, Adduuhh.. om.. nikmat sekalii. Aku terbuai dalam birahi yang menggebu-gebu.
Nikmati Dev.. nikmati sepuas-puasnya. Ssshh.. ahh.. ohh.. ennaak om. Memekmu enaakk sekalii Dev, peret banget, kerasa banget kedutannya.. uugghh. Kan baru sekali kemasukan kont0l raksasa om, sampe penuh deh mem3k Devi kesumpel kont0l om. Kamu nikmat kan. Banget, mau banget kalo om ngentotin Devi tiap malem, nikmatnya….” aku menjadi lebih agresif, pantatku bergoyang mengikuti irama hentakan-hentakan turun-naik pantatnya. Enaak Devi.. terus goyang.. uhh.. eenngghh. merasakan goyanganku dia semakin mempercepat hujaman-hujaman kontolnya. Ahh.. aahh.. om.. teruss.. pekikku.
Semakin liar kami bergumul, keringat kenikmatan membanjir menyelimuti tubuh kami. om.. tekan.. uuhh.. Devi mau ke.. kelu.. aarrghh erangku. Dia menekan pantatnya dalam-dalam dan tubuh kami berdua pun mengejang. Gema erangan kenikmatan kami memenuhi seantero kamar dan kemudian kami berdua terkulai lemas. Terasa sekali semburan pejunya yang dahsyat memenuhi memekku, saking banyaknya sampe meleleh keluar, padahal kontolnya masi tertancep dalem skali dimemekku. Om, nikmatnya, blon pernah Devi ngerasain nikmat kaya gini om, masi ada ronde kedua kan om. Wah napsu kamu gede juga Devi, so pastilah kita maen lagi, kamu istirahat dulu ja.
Cukup lama aku terlena sampe aku merasakan ada hembusan angin dimemekku. Dia berlutut dilantai dengan badan berada diantara kedua kakiku. Mulutnya mengulum-ngulum mem3k dan itilku. tak lama kemudian dia meletakan kedua tungkai kakiku dibahunya dan kembali menyantap segitiga venus yang semakin terpampang dimukanya. Tak ayal lagi aku berkelojotan diperlakukan seperti itu. Ssshh.. sshh.. aahh desisku. Oohh.. om.. nikmat sekalii. Gigit.. om, Auuwww.. pelan om gigitnyaa
Melengkapi kenikmatan yang sedang melanda diriku satu tanganku mencengkram kepalanya, tanganku lainnya meremas-remas toketku sendiri serta memilin pentilku. Beberapa saat kemudian kami berganti posisi, aku yang berlutut di lantai, tanganku mengocok-ngocok kontolnya, sekali-kali kujilat bagai menikmati es krim. Jilat.. Dev perintahnya tegas.
Aku tidak lagi bisa menolak, kujilat kontolnya yang besar dan sudah keras membatu itu, dia mendesah-desah merasakan jilatanku. Aaahh.. Dev.. jilat terus.. nngghh desahnya. Jilat kepalanya Dev aku menuruti permintaannya yang tak mungkin kutolak. lidahku berputar dipalkonnya membuat dia mendesis desis. Ssshh.. nikmat sekali Dev .. isep sayangg.. pintanya disela-sela desisannya. palkonnya pertama-tama kumasukan kedalam mulut, dia meringis. Agen Togel
Jangan pake gigi Dev.. isep aja protesnya, kucoba lagi, kali ini diamendesis nikmat. Ya.. gitu .. sshh.. enak.. Dev Melihat dia saat itu membuatku turut larut dalam kenikmatannya, apalagi ketika sebagian kontolnya melesak masuk menyentuh langit-langit mulutku, aku mengocok-ngocok kontolnya yang separuhnya berada dalam mulutku.Setiap gerakan kepalaku sepertinya memberikan sensasi yang luar biasa bagi dia. Aaahh.. aauugghh.. teruss Dev desahnya, Ohh.. Dev.. enakk sekalii.
Suara desahan dan erangannya membuat aku tambah bernafsu melumat kontolnya. Beberapa saat kemudian dia mempercepat gerakan pinggulnya dan menekan lebih dalam batang kontolnya, tanganku tak mampu menahan laju masuknya kontolnya kedalam mulutku. Aku menjadi gelagapan, ku geleng-gelengkan kepalaku hendak melepaskan benda panjang itu tapi malah berakibat sebaliknya, gelengan kepalaku membuat kontolnya seperti dikocok-kocok. Dia bertambah beringas mengeluar-masukan kontolnya. Aaagghh.. nikmatt.. Dev.. aku.. ngga tahann.. masukin ya pintanya.
Aku menyudahi lumatanku dan beranjak keatas, berlutut diranjang dengan pinggulnya berada diantara pahaku, tanganku menggapai kontolnya, kuarahkan kemulut memekku dan kubenamkan. Aaagghh, kami sama2 melenguh panjang merasakan kenikmatan gesekan pada bagian sensitif kami masing-masing. Dengan kedua tangan berpangku pada pahanya aku mulai menggerakan pinggulku mundur maju, karuan saja dia mengeliat-geliat merasakan kontolnya diurut-urut memekku.
Sebaliknya, kontolnya yang ngaceng dengan keras banget kurasakan mengoyak-ngoyak dinding dan lorong memekku. Suara desahan, desisan dan lenguhan saling bersaut manakala kami sedang dirasuk kenikmatan duniawi. Dikecupnya keningku, hidungku dan bibirku. Kecupan dibibir berubah menjadi lumatan-lumatan yang semakin memanas, kamipun saling memagut, lidahnya menerobos mulutku meliuk-liuk bagai ular, aku terpancing untuk membalasnya.
Ohh.. sungguh luar biasa permainan lidahnya, leher dan telingaku kembali menjadi sasarannya membuatku sulit menahan desahan-desahan kenikmatan yang begitu saja meluncur keluar dari mulutku. Dia agak membungkuk sehingga bisa melahap pentilku sambil memilin2 pentil toket satunya. Ooohh.. mmppff.. ngghh.. sshh desisku tak tertahan. Teruss.. om.. aakkhh
Dia terus saja menjilat dan menghisap telingaku. aku makin merasakan kontolnya yang besar dan keras dan hangat didalam rongga memekku. Dia kemudian menekan lebih dalam lagi, membenamkan seluruh batang kontolnya dan mengeluar-masukannya. Gesekan kontolnya dirongga memekku kembali menimbulkan sensasi yang luar biasa! Setiap tusukan dan tarikannya membuatku menggelepar-gelepar.
Ssshh.. ohh.. ahh.. enakk om.. empphh desahku tak tertahan. Ohh.. Dev.. enak banget memekmu.. oohh pujinya diantara lenguhannya. Agghh.. terus om.. teruss aku meracau tak karuan merasakan nikmatnya hujaman-hujaman kontolnya di memekku. Peluh-peluh birahi kembali menetes membasahi tubuh. Jeritan, desahan dan lenguhan mewarnai pergumulan kami. Menit demi menit kontolnya terus saja menebar kenikmatan ditubuhku.
Magma birahi semakin menggelegak sampai akhirnya tubuhku tak lagi mampu menahan letupannya. oohh.. tekan om.. agghh.. nikmat sekali jeritan dan erangan panjang terlepas dari mulutku. Tubuhku mengejang, kupeluk dia erat-erat, magma birahiku meledak, mengeluarkan cairan kenikmatan yang membanjiri relung-relung memekku. Tubuhku terkulai lemas, tapi itu tidak berlangsung lama.
Beberapa menit kemudian dia mulai lagi memacu gairahku, hisapan dan remasan didadaku serta pinggulnya yang berputar kembali membangkitkan birahiku. Lagi-lagi tubuhku dibuat mengelepar-gelepar terayun dalam kenikmatan duniawi. Tubuhku dibolak-balik bagai daging panggang, setiap posisi memberikan sensasi yang berbeda.
Entah berapa kali memekku berdenyut-denyut mencapai klimaks tapi dia sepertinya belum ingin berhenti menjarah tubuhku. Aauugghh.. om jeritku lirih, saat palkonnya melesak masuk kedalam rongga memekku. Dia menghentikan dorongannya, sesaat ia mendiamkan palkonnya dalam kehangatan liang memekku. Kemudian-masih sebatas ujungnya-secara perlahan ia mulai memundur-majukannya.
Sesuatu yang aneh segera saja menjalar dari gesekan itu keseluruh tubuhku. Rasa geli, enak dan entah apalagi berbaur ditubuhku membuat pinggulku mengeliat-geliat mengikuti tusukan-tusukannya. Ooohh.. om. sshh.. aahh.. enakk, desahku lirih. Aku benar-benar tenggelam dalam kenikmatan yang luar biasa akibat gesekan-gesekan di memekku. Mataku terpejam-pejam kadang kugigit bibir bawahku seraya mendesis. Enak.. Dev ? tanyanya berbisik. He ehh om.. oohh enakk.. pm.. sshh.
Dia terus mengayunkan pinggulnya turun-naik-tetap sebatas ujung kontolnya dengan ritme yang semakin cepat. Selagi aku terayun-ayun dalam buaian birahi, tiba-tiba dia menekan kontolnya lebih dalam membelah memekku. Aku begitu menginginkan kontolnya trus mengaduk-aduk seluruh isi rongga memekku. Aaargghh.. Dev.. enak banget.. terus Dev.. goyang terus erangnya. Tubuhku kembali bergetar hebat, saat batang kontolnya makin menusuk dengan liarnya.
Om lama banget si ngentotnya, Devi dah lemes banget om. Kalo kedua memang aku sukanya lama gini, tapi nikmat kan. Bangetz om, cuman lemesnya juga bangetz. Ya udah kamu nikmatin aja ya, katanya sambil kembali mencium bibirku, kali ini lembut. Hingga akhirnya kurasakan sesuatu didalam memekku kembali akan meledak, Aaagghh.. ouuhh.. om.. tekaann jerit dan erangku tak karuan.
Dan tak berapa lama kemudian tubuhku serasa melayang, kucengram pinggulnya kuat-kuat, kutarik agar kontolnya menghujam keras dimemekku, seketika semuanya menjadi gelap pekat. Jeritanku, lenguhan dan erangan kami menjadi satu. Aduuhh.. om.. nikmat sekalii. Aaarrghh.. Dev.. enakk bangeett Dia menekan dalam-dalam kontolnya mereka, cairan hangat menyembur dimemekku. Tubuhku bergetar keras didera kenikmatan yang amat sangat dahsyat, tubuhku mengejang berbarengan dengan hentakan-hentakan dimemekku dan akhirnya kami terkulai lemas.
Sepanjang malam tak henti-hentinya kami mengayuh kenikmatan demi kenikmatan sampai akhirnya tubuh kami tidak lagi mampu mendayung. Kami terhempas kedalam mimpi dengan senyum kepuasan…..
Cerita Sex – Saya dilahirkan di kota Pekanbaru di propinsi sumatera, kota yang panas karena terletak di dataran rendah. Selain tinggi badan seukuran orang-orang bule, kata temanku wajahku lumayan. Mereka bilang Saya hitam manis. Sebagai laki-laki, Saya juga bangga karena waktu SMA dulu Saya banyak memiliki teman-teman perempuan.
Walaupun Saya sendiri tidak ada yang tertarik satupun di antara mereka. Mengenang saat-saat dulu Saya kadang tersenyum sendiri, karena walau bagaimanapun kenangan adalah sesuatu yang berharga dalam diri kita. Apalagi kenangan manis.Sekarang Saya belajar di salah satu perguruan tinggi swasta di kota S, mengambil jurusan ilmu perhotelan. Saya duduk di tingkat akhir.
Sebelum berangkat dulu, orangtua Saya berpesan harus dapat menyelesaikan studi tepat pada waktunya. Maklum, keadaan ekonomi orangtuSaya juga biasa-biasa saja, tidak kaya juga tidak miskin. Apalagi Saya juga memiliki 3 orang adik yang nantinya juga akan kuliah seperti Saya, sehingga perlu biaya juga. Saya camkan kata-kata orangtuSaya. Dalam hati Saya akan berjanji akan memenuhi permintaan mereka, selesai tepat pada waktunya.
Tapi para pembaca, sudah kutulis di atas bahwa segala sesuatu yang terjadi pada Saya tanpa Saya dapat menyadarinya, sampai saat ini pun Saya masih belum dapat menyelesaikan studiku hanya gara-gara satu mata kuliah saja yang belum lulus, yaitu mata kuliah yang berhubugan dengan hitung berhitung. Walaupun sudah kuambil selama empat semester, tapi hasilnya belum lulus juga. Untuk mata kuliah yang lain Saya dapat menyelesaikannya, tapi untuk mata kuliah yang satu ini Saya benar-benar merasa kesulitan.
“Coba saja kamu konsultasi kepada dosen pembimbing akademis..,” kata temanku Andi ketika kami berdua sedang duduk-duduk dalam kamar kost. “Sudah, Di. Tapi beliau juga lepas tangan dengan masalahku ini. Kata beliau ini ditentukan oleh dirimu sendiri.” Kata Saya sambil menghisap rokok dalam-dalam.
“Benar juga apa yang dikatakan beliau, Gi, semua ditentukan dari dirimu sendiri.” sahut Andi sambil termangu, tangannya sibuk memainkan korek api di depannya. Lama kami sibuk tenggelam dalam pikiran kami masing-masing, sampai akhirnya Andi berkata, “Gini saja, Gi, kamu langsung saja menghadap dosen mata kuliah itu, ceritakan kesulitanmu, mungkin beliau mau membantu.” kata Andi.
Mendengar perkataan Andi, seketika Saya langsung teringat dengan dosen mata kuliah yang menyebalkan itu. Namanya Ibu Frisca, umurnya kira-kira 35 tahun. Orangnya lumayan cantik, juga seksi, tapi banyak temanku begitu juga Saya mengatakan Ibu Frisca adalah dosen killer, banyak temanku yang dibuat sebal olehnya. Maklum saja Ibu Frisca belum berkeluarga alias masih sendiri, perempuan yang masih sendiri mudah tersinggung dan sensitif.
“Waduh, Di, bagaimana bisa, dia dosen killer di kampus kita..,” Kata Saya bimbang. “Iya sih, tapi walau bagaimanapun kamu harus berterus terang mengenai kesulitanmu, bicaralah baik-baik, masa beliau tidak mau membantu..,” kata Andi memberi saran. Saya terdiam sejenak, berbagai pertimbangan muncul di kepala Saya. Dikejar-kejar waktu, pesan orang tua, dosen wanita yang killer. Akhirnya Saya berkata, “Baiklah Di, akan kucoba, besok Saya akan menghadap beliau di kampus.” “Nah begitu dong, segala sesuatu harus dicoba dulu,” sahut Andi sambil menepuk-nepuk pundakku.
Siang itu Saya sudah duduk di kantin kampus dengan segelas es teh di depanku dan sebatang rokok yang menyala di tanganku. Sebelum bertemu Ibu Frisca Saya sengaja bersantai dulu, karena bagaimanapun nanti Saya akan gugup menghadapinya, Saya akan menenangkan diri dulu beberapa saat. Tanpa Saya sadari, tiba-tiba Andi sudah berdiri di belakangku sambil menepuk pundakku, sesaat Saya kaget dibuatnya.
“Ayo Chris, sekarang waktunya. Bu Frisca kulihat tadi sedang menuju ke ruangannya, mumpung sekarang tidak mengajar, temuilah beliau..!” bisik Andi di telingSaya. “Oke-oke..,” Kata Saya singkat sambil berdiri, menghabiskan sisa es teh terakhir, kubuang rokok yang tersisa sedikit, kuambil permen dalam Saya, kutarik dalam-dalam nafasku. Saya langsung melangkahkan kaki. “Kalau begitu Saya duluan ya, Chris. Sampai ketemu di kost,” sahut Andi sambil meninggalkanku. Saya hanya dapat melambaikan tangan saja, karena pikiranku masih berkecamuk bimbang, bagaimana Saya harus menghadapai Ibu Frisca, dosen killer yang masih sendiri itu.
Perlahan Saya berjalan menyusupi lorong kampus, suasana sangat lengang saat itu, maklum hari Sabtu, banyak mahasiswa yang meliburkan diri, lagipula kalau saja Saya tidak mengalami masalah ini lebih baik Saya tidur-tiduran saja di kamar kost, ngobrol dengan teman. Hanya karena masalah ini Saya harus bersusah-susah menemui Bu Frisca, untuk dapat membantuku dalam masalah ini.
Kulihat pintu di ujung lorong. Memang ruangan Bu Frisca terletak di pojok ruangan, sehingga tidak ada orang lewat simpang siur di depan ruangannya. Kelihatan sekali keadaan yang sepi. Pikirku, “Mungkin saja perempuan yang belum bersuami inginnya menyendiri saja.”
Perlahan-lahan kuketuk pintu, sesaat kemudian terdengar suara dari dalam, “Masuk..!” Saya langsung masuk, kulihat Bu Frisca sedang duduk di belakang mejanya sambil membuka-buka map. Kutup pintu pelan-pelan. Kulihat Bu Frisca memandangku sambil tersenyum, sesaat Saya tidak menyangka beliau tersenyum ramah padSaya. Sedikit demi sedikit Saya mulai dapat merasa tenang, walaupun masih ada sedikit rasa gugup di hatiku.
“Silakan duduk, apa yang bisa Ibu bantu..?” Bu Frisca langsung mempersilakan Saya duduk, sesaat Saya terpesona oleh kecantikannya. Bagaimana mungkin dosen yang begitu cantik dan anggun mendapat julukan dosen killer. Kutarik kursi pelan-pelan, kemudian Saya duduk. “Oke, Christoper, ada apa ke sini, ada yang bisa Ibu bantu..?” sekali lagi Bu Frisca menanyakan hal itu kepadSaya dengan senyumnya yang masih mengembang. Perlahan-lahan kuceritakan masalahku kepada Bu Frisca, mulai dari keinginan orangtua yang ingin Saya agak cepat menyelesaikan studiku, sampai ke mata kuliah yang saat ini Saya belum dapat menyelesaikannya.
Kulihat Bu Frisca dengan tekun mendengarkan ceritSaya sambil sesekali tersenyum kepadSaya. Melihat keadaan yang demikian Saya bertambah semangat bercerita, sampai pada akhirnya dengan spontan Saya berkata, “Apa saja akan kulSayakan Bu Frisca, untuk dapat menyelesaikan mata kuliah ini. Mungkin suatu saat membantu Ibu membersihkan rumah, contohnya mencuci piring, mengepel, atau yah, katakanlah mencuci baju pun Saya akan melSayakannya demi agar mata kuliah ini dapat saya selesaikan. Saya mohon sekali, berikanlah keringanan nilai mata kuliah Ibu pada saya.” Agen Togel
Mendengar kejujuran dan perkataanku yang polos itu, kulihat Bu Frisca tertawa kecil sambil berdiri menghampiriku, tawa kecil yang kelihatan misterius, dimana Saya tidak dapat mengerti apa maksudnya. “Apa saja Christoper..?” kata Bu Frisca seakan menegaskan perkataanku tadi yang secara spontan keluar dari mulutku tadi dengan nada bertanya. “Apa saja Bu..!” kutegaskan sekali lagi perkataanku dengan spontan.
Sesaat kemudian tanpa kusadari Bu Frisca sudah berdiri di belakangku, ketika itu Saya masih duduk di kursi sambil termenung. Sejenak Bu Frisca memegang pundakku sambil berbisik di telingSaya. “Apa saja kan Christoper..?” Saya mengangguk sambil menunduk, saat itu Saya belum menyadari apa yang akan terjadi.
Tiba-tiba saja dari arah belakang, Bu Frisca sudah menghujani pipiku dengan ciuman-ciuman lembut, sebelum sempat Saya tersadar apa yang akan terjadi. Bu Frisca tiba-tiba saja sudah duduk di pangkuanku, merangkul kepalSaya, kemudian melumatkan bibirnya ke bibirku. Saat itu Saya tidak tahu apa yang harus kulSayakan, seketika kedua tangan Bu Frisca memegang kedua tanganku, lalu meremas-remaskan ke payudaranya yang sudah mulai mengencang.
Saya tersadar, kulepaskan mulutku dari mulutnya. “Bu, haruskah kita..” Sebelum Saya menyelesaikan ucapanku, telunjuk Bu Frisca sudah menempel di bibirku, seakan menyuruhku untuk diam. “Sudahlah Christoper, inilah yang Ibu inginkan..” Setelah berkata begitu, kembali Bu Frisca melumat bibirku dengan lembut, sambil membimbing kedua tanganku untuk tetap meremas-remas payudaranya yang montok karena sudah mengencang.
Akhirnya timbul hasrat kelelakianku yang normal, seakan terhipnotis oleh reaksi Bu Frisca yang menggairahkan dan ucapannya yang begitu pasrah, kami berdua tenggelam dalam hasrat seks yang sangat menggebu-gebu dan panas. Saya membalas melumat bibirnya yang indah merekah sambil kedua tanganku terus meremas-remas kedua payudaranya yang masih tertutup oleh baju itu tanpa harus dibimbing lagi.
Tangan Bu Frisca turun ke bawah perutku, kemudian mengusap-usap kemaluanku yang sudah mengencang hebat. Dilanjutkan kemudian satu-persatu kancing-kancing bajuku dibuka oleh Bu Frisca, secara reflek pula Saya mulai membuka satu-persatu kancing baju Bu Frisca sambil terus bibirku melumat bibirnya.
Setelah dapat membuka bajunya, begitu pula dengan bajuku yang sudah terlepas, gairah kami semakin memuncak, kulihat kedua payudara Bu Frisca yang memakai BH itu mengencang, payudaranya menyembul indah di antara BH-nya. Kuciumi kedua payudara itu, kulumat belahannya, payudara yang putih dan indah. Kudengar suara Bu Frisca yang mendesah-desah merasakan kenikmatan yang kuberikan. Kedua tangan Bu Frisca mengelus-elus dada Saya yang bidang. Lama Saya menciumi dan melumat kedua payudaranya dengan kedua tanganku yang sesekali meremas-remas dan mengusap-usap payudara dan perutnya.
Akhirnya kuraba tali pengait BH di punggungnya, kulepaskan kancingnya, setelah lepas kubuang BH ke samping. Saat itu Saya benar-benar dapat melihat dengan utuh kedua payudara yang mulus, putih dan mengencang hebat, menonjol serasi di dadanya. Kulumat putingnya dengan mulutku sambil tanganku meremas-remas payudaranya yang lain.
Puting yang menonjol indah itu kukulum dengan penuh gairah, terdengar desahan nafas Bu Frisca yang semakin menggebu-gebu. “Oh.., oh.., Christoper.. teruskan.., teruskan Christoper..!” desah Bu Frisca dengan pasrah dan memelas. Melihat kondisi seperti itu, kejantananku semakin memuncak. Dengan penuh gairah yang mengebu-gebu, kedua puting Bu Frisca kukulum bergantian sambil kedua tanganku mengusap-usap punggungnya, kedua puting yang menonjol tepat di wajahku. Payudara yang mengencang keras.
Lama Saya melakukannya, sampai akhirnya sambil berbisik Bu Frisca berkata, “Angkat Saya ke atas meja Christoper.., ayo angkat Saya..!” Spontan kubopong tubuh Bu Frisca ke arah meja, kududukkan, kemudian dengan reflek Saya menyingkirkan barang-barang di atas meja. Map, buku, pulpen, kertas-kertas, semua kujatuhkan ke lantai dengan cepat, untung lantainya memakai karpet, sehingga suara yang ditimbulkan tidak terlalu keras.
Masih dalam keadaan duduk di atas meja dan Saya berdiri di depannya, tangan Bu Frisca langsung meraba sabukku, membuka pengaitnya, kemudian membuka celanSaya dan menjatuhkannya ke bawah. Serta-merta Saya segera membuka celana dalamku, dan melemparkannya ke samping. Kulihat Bu Frisca tersenyum dan berkata lirih, “Oh.. Christoper.., betapa jantannya kamu.. kemaluanmu begitu panjang dan besar.. Oh.. Christoper, Saya sudah tak tahan lagi untuk merasakannya.” Saya tersenyum juga, kuperhatikan tubuh Bu Frisca yang setengah telanjang itu.
Kemudian sambil kurebahkan tubuhnya di atas meja dengan posisi Saya berdiri di antara kedua pahanya yang telentang dengan rok yang tersibak sehingga kelihatan pahanya yang putih mulus, kuciumi payudaranya, kulumat putingnya dengan penuh gairah, sambil tanganku bergerilya di antara pahanya. Saya memang menginginkan pemanasan ini agak lama, kurasakan tubuh kami yang berkeringat karena gairah yang timbul di antara Saya dan Bu Frisca. Kutelusuri tubuh Bu Frisca yang setengah telanjang dan telentang itu mulai dari perut, kemudian kedua payudaranya yang montok, lalu leher. Kudengar desahan-desahan dan rintihan-rintihan pasrah dari mulut Bu Frisca.
Sampai ketika Bu Frisca menyuruhku untuk membuka roknya, perlahan-lahan kubuka kancing pengait rok Bu Frisca, kubuka restletingnya, kemudian kuturunkan roknya, lalu kujatuhkan ke bawah. Setelah itu kubuka dan kuturunkan juga celana dalamnya. Seketika hasrat kelelakianku semakin menggebu-gebu demi melihat tubuh Bu Frisca yang sudah telanjang bulat, tubuh yang indah dan seksi, dengan gundukan daging di antara pahanya yang ditutupi oleh rambut yang begitu rimbun. Terdengar Bu Frisca berkata pasrah, “Ayolah Christoper.., apa yang kau tunggu..? Ibu sudah tak tahan lagi.”
Kurasakan tangan Bu Frisca menggenggam kemaluanku, menariknya untuk lebih mendekat di antara pahanya. Saya mengikuti kemauan Bu Frisca yang sudah memuncak itu, perlahan tapi pasti kumasukkan kemaluanku yang sudah mengencang keras layaknya milik kuda perkasa itu ke dalam vagina Bu Frisca. Kurasakan milik Bu Frisca yang masih agak sempit. Akhirnya setelah sedikit bersusah payah, seluruh batang kemaluanku amblas ke dalam vagina Bu Frisca. Terdengar Bu Frisca merintih dan mendesah, “Oh.., oh.., Christoper.. terus Christoper.. jangan lepaskan Christoper.. Saya mohon..!” Tanpa pikir panjang lagi disertai hasratku yang sudah menggebu-gebu, kugerakkan kedua pantatku maju-mundur dengan posisi Bu Frisca yang telentang di atas meja dan Saya berdiri di antara kedua pahanya.
Mula-mula teratur, seirama dengan goyangan-goyangan pantat Bu Frisca. Sering kudengar rintihan-rintihan dan desahan Bu Frisca karena menahan kFriscakmatan yang amat sangat. Begitu juga Saya, kuciumi dan kulumat kedua payudara Bu Frisca dengan mulutku. photomemek.com Kurasakan kedua tangan Bu Frisca meremas-remas rambutku sambil sesekali merintih, “Oh.. Christoper.. oh.. Christoper.. jangan lepaskan Christoper, kumohon..!” Mendengar rintihan Bu Frisca, gairahku semakin memuncak, goyanganku bertambah ganas, kugerakkan kedua pantatku maju-mundur semakin cepat. Terdengar lagi suara Bu Frisca merintih, “Oh.. Christoper.. kamu memang perkasa.., kau memang jantan.. Christoper.. Saya mulai keluar.. oh..!” “Ayolah Bu.., ayolah kita mencapai puncak bersama-sama, Saya juga sudah tak tahan lagi,” keluhku.
Setelah berkata begitu, kurasakan tubuhku dan tubuh Bu Frisca mengejang, seakan-akan terbang ke langit tujuh, kurasakan cairan kFriscakmatan yang keluar dari kemaluanku, semakin kurapatkan kemaluanku ke vagina Bu Frisca. Terdengar keluhan dan rintihan panjang dari mulut Bu Frisca, kurasakan juga dadSaya digigit oleh Bu Frisca, seakan-akan nmenahan kFriscakmatan yang amat sangat. “Oh.. Christoper.. oh.. oh.. oh..” Setelah kukeluarkan cairan dari kemaluanku ke dalam vagina Bu Frisca, kurasakan tubuhku yang sangat kelelahan, kutelungkupkan badanku di atas badan Bu Frisca dengan masih dalam keadan telanjang, agak lama Saya telungkup di atasnya.
Setelah kurasakan kelelahanku mulai berkurang, Saya langsung bangkit dan berkata, “Bu, apakah yang sudah kita lSayakan tadi..?” Kembali Bu Frisca memotong pembicaraanku, “Sudahlah Christoper, yang tadi itu biarlah terjadi karena kita sama-sama menginginkannya, sekarang pulanglah dan ini alamat Ibu, Ibu ingin cerita banyak kepadamu, kamu mau kan..?” Setelah berkata begitu, Bu Frisca langsung menyodorkan kartu namanya kepada Saya. Kuterima kartu nama yang berisi alamat itu.
Sejenak kutermangu, kembali Saya dikagetkan oleh suara Bu Frisca, “Christoper, pulanglah, pakai kembali pakaianmu..!” Tanpa basa-basi lagi, Saya langsung mengenakan pakaianku, kemudian membuka pintu dan keluar ruangan. Dengan gontai Saya berjalan keluar kampus sambil pikiranku berkecamuk dengan kejadian yang baru saja terjadi antara Saya dengan Bu Frisca. Saya telah bermain cinta dengan dosen killer itu. Bagaimana itu bisa terjadi, semua itu diluar kehendakku. Akhirnya walau bagaimanapun nanti malam Saya harus ke rumah Bu Frisca.
Kudapati rumah itu begitu kecil tapi asri dengan tanaman dan bunga di halaman depan yang tertata rapi, serasi sekali keadannya. Langsung kupencet bel di pintu, tidak lama kemudian Bu Frisce sendiri yang membukakan pintu, kulihat Bu Frisca tersenyum dan mempersilakan Saya masuk ke dalam. Kuketahui ternyata Bu Frisca hidup sendirian di rumah ini.
Agen Togel
Setelah duduk, kemudian kami pun mengobrol. Setelah sekian lama mengobrol, akhirnya kuketahui bahwa Bu Frisca selama ini banyak dikecewakan oleh laki-laki yang dicintainya. Semua laki-laki itu hanya menginginkan tubuhnya saja bukan cintanya. Setelah bosan, laki-laki itu mFriscanggalkan Bu Frisca. Lalu dengan jujur pula dia meminta Saya selama masih menyelesaikan studi, Saya dimintanya untuk menjadi teman sekaligus kekasihnya. Akhirnya Saya mulai menyadari bahwa posisiku tidak beda dengan gigolo.
Kudengar Bu Frisca berkata, “Selama kamu masih belum wisuda, tetaplah menjadi teman dan kekasih Ibu. Apa pun permintaanmu kupenuhi, uang, nilai mata kuliahmu agar lulus, semua akan Ibu penuhi, mengerti kan Christoper..?” Selain melihat kesendirian Bu Frisca tanpa ada laki-laki yang dapat memuaskan hasratnya, Saya pun juga mempertimbangkan kelulusan nilai mata kuliahku. Akhirnya Saya pun bersedia menerima tawarannya.
Akhirnya malam itu juga Saya dan Bu Frisca kembali melSayakan apa yang kami lSayakan siang tadi di ruangan Bu Frisca, di kampus. Tetapi bedanya kali ini Saya tidak canggung lagi melayani Bu Frisca dalam bercinta. Kami bercinta dengan hebat malam itu, 3 kali semalam, kulihat senyum kepuasan di wajah Bu Frisca. Walau bagaimanapun dan entah sampai kapan, Saya akan selalu melayani hasrat seksualnya yang berlebihan, karena memang ada jaminan mengenai kelulusan mata kuliahku yang tidak lulus-lulus itu dari dulu…
Cerita Sex - Suatu hari dirumahku kedatangan Mbak Ratih (kakak iparku), dia adalah kakak tertua dari istriku dari Palembang. Mbak Nana berusia 40 tahun yang sedang menjanda karena suaminya sudah meningal 2 tahun lalu karena kecelakaan. orangnya cantik montok, putih mulus, tinggi semampai.
Dia datang ke Jakarta karena tugas kantor mengikuti seminar di sebuah bank kantor pusat pemerintah. Mbak Ratih adalah kepala cabang sebuah bank yang ada di Palembang dan untuk sementara waktu mbak ratih menginap dirumah kami Selama seminggu dia tinggal dirumahku. Dari pada menginap di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh.
Mbak ratih ini lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di Jakarta, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Mbak ratih jalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, biasanya jalan jalan ke mall karena waktunya sempit. Kami sudah berencana pas hari Sabtu akan jalan-jalan ke Taman Safari.
Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor yaitu harus mengawasi pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Mbak ratih jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua.
Sebetulnya aku agak males kalo nggak ada istriku. Aku merasa risih harus jalan berdua Mbak ratih karena orangnya pendiam. Akupun menduga Mbak ratih pasti nggak mau. Tapi tanpa ditanya ternyata Mbak ratih menyetujui usul istriku.
Pagi-pagi banget istriku sudah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Mbak Ratih yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi.
Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Mbak Ratih sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Mbak Ratih. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.
Kuatur jebakan untuk memancing Mbak Ratih. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. Dengan berlilit handuk aku menunggu kepulangan Mbak Ratih dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Mbak Nana memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit. Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci. Agen Togel
Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Mbak Ratih. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas.
Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Mbak Ratih melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh bugilku yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini.
Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Mbak Ratih. Dari balik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Mbak Nana pasti melihat tubuhku yang polos dengan junior yang tegak berdiri.
Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak. Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalo ada orang.
Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang. “E..eee…maaf Mbak Nana, aku kira nggak ada orang,” kataku seraya mendekati pintu seolah-olah ingin menutup pintu.
Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Mbak Nana terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya.
Dengan tenangnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Mbak Ratih dan sekali lagi memohon maaf.
“Maaf ya Mbak Ratih, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumah ini,” kataku sambil berdiri didepan pintu mau menutup daun pintu.
Tiba-tiba seperti tersadar Mbak Ratih bergegas meninggalkanku sambil berkata “i…i…iya , tidak apa-apa…..”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku. Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas smengetok pintu kamar Mbak Nana.
“Ada apa Andy,” ujar Mbak Ratih setelah membuka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan. “Mbak Ratih, maafkan Andy ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini,” kataku merangkai obrolan biar nyambung.
“Nggap apa-apa, cuma Mbak Ratih malu hati, sungguh Mbak Ratih malu melihat kamu telanjang tadi,” balasnya tanpa mau menatap aku. “Kenapa musti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Mbak Ratih kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu,” kataku memancing reaksinya.
“Sejujurnya Mbak Ratih tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Yang Mbak Ratih malu, tanpa sadar Mbak Ratih terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Mbak Ratih sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Mbak Ratih seperti terpana,” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan. Aku jadi ngak tega. Kudekati Mbak Ratih dan kuberanikan memegang pundaknua seraya menenangkannya.
“Sudalah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau.” Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja. Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk saat Mbak Ratih sudah berdiri didepanku.
Lama kupeluk erat, Mbak Ratih diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.
“Jangan Ndy…dosa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku. Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Dalam usaha kedua Mbak Ratih sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Ucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran…putting susu sebelah kiri. Mbak Nana menggeliat.
Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Mbak Ratih menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.
Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , Mbak Ratih diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku……..Mbak Ratih masih diam.
Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku….turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai keujung jempol kaki. Aku tidak merasa jijik karena tubuh Mbak Ratih yang putih bersih sangat membangkitkan gairah.
Kukangkangkan kakinya, Mbak Ratih masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Mbak Nana tiba-tiba berteriak ,” Ahhhhhhhh……..”
“Kenapa Mbak Ratih….Sakit?,” tanyaku. Mbak Ratih hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Mbak Ratih menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung..”Andyyyyyyy… ayo Andy….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Andy tuntaskan….Mbak Ratih udah nggak tahan,” katanya.
Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan Mbak Ratih kelobang surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Mbak Ratih semakin menggelinjang. Agen Togel
Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Mbak Ratih meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya.
Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh…….,” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya. Tiba-tiba aku didikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku. “Jangan keluarin didalam ….aku lagi subur,” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.
Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya. “Baik Mbak Ratih cantik, Andy keluarin diluar ya,” balasku sambil kembali memasukkan kontolku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Mbak Ratih agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Mbak Ratih menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.
Dan sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Mbak Ratih dan kugencet batang kontolku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali kontolku meludah. Sekujur tubuh Mbak Ratih yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Mbak Ratih bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.
“Andy…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Mbak Ratih rasakan,” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.
Dengan persetujuan Mbak Ratih, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Mbak Ratih nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sesi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Mbak Ratih.
Kalo permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.
“Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Mbak Ratih. Sampai suamiku meninggal, Mbak Ratih tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini. Sebetulnya Mbak Ratih masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Mbak Ratih sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh.” ujar Mbak Ratih sebelum kami sama-sama tertidur pulas..