Tuesday, February 4, 2020

Pengalaman Seks Dengan 2 pembantuku


Kasir4D Aku adalah seorang kepala keluarga yang boleh di bilang bahagia, karena aku mempunyai seorang anak yang lucu dan seorang isteri yang setia, seksi dan cantik, lengkap sudah kehidupanku karena aku ditunjang oleh pekerjaan yang cukup mapan.

Anakku masih kecil kurang lebih berusia 3 tahun, istriku juga seorang pekerja yang ulet namun tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai isteri, dalam mengasuh anak, memasak dan tentu memanjakan saya, suaminya.

Isteriku dibantu oleh 1 orang perawat (baby sitter) dan 1 orang pembantu wanita, keduanya masih muda, si baby sitter berusia 24 tahun dan bernama Nani seorang janda ditinggal mati kecelakaan

Tingginya sekitar 160 cm, badannya berkulit putih bersih dan agak seksi, kalau menggunakan rok suster agak ketat dan berwajah manis.

sedangkan si pembantu berusia sekitar 20 tahun bernama Srimiatun, dengan panggilan Sri, dia masih gadis, tingginya kurang lebih 150 cm berkulit agak gelap wajahnya, yah.. biasa saja seperti orang desa kebanyakan

Cerita ini berawal dari ketika isteriku ditugaskan oleh kantornya ke Belanda untuk mengikuti suatu pendidikan management (karena kantor pusat isteriku ada di sana) selama kurang lebih 2 pekan.

Awalnya isteriku agak keberatan karena harus meninggalkan si kecil selama itu, namun setelah dukunganku akhirnya dia rela meninggalkan anakku, dan juga dia merasa yakin karena Nani menguasai penuh keinginan anakku

Hari pertama setelah kepergian isteriku, aku pulang lebih awal karena aku harus menggantikan isteriku untuk mengawasi si kecil.

Pada saat aku sampai di rumah, langsung aku menuju kamar anakku, kutengok dia ternyata sedang tidur berpelukan dengan Nani, karena aku selalu gemes dengan anakku, aku langsung mencium anakku.

Pada saat aku mencium anakku, tanganku secara tidak sengaja menyenggol badan Nani, sehingga dia bangun

Oh.. Bapak, maaf Pak tadi saya bobo sama Donny karena dia minta dikeloni..”

saat itu wajahku sangat dekat dengan Nani, kuperhatikan bibirnya yang basah dan hembusan nafasnya sangat terasa.

Pada saat itu bangkit naluri kelaki-lakianku,

“Nan.. kamu cantik! ” itu ucapanku yang terlontar begitu saja.

“Ah.. Bapak bisa aja..”

Tanpa dikomando, aku langsung merengkuh bahunya dan langsung kuhisap bibirnya dengan ganas.

“Mmmph.. Pak.. ntar Donny bangun..”

“Ayo kita pindah aja ke kamarku..” langsung kutarik tangannya.

“Pak jangan gandeng begini, ada Sri lho!” dia mengingatkanku.

“Iya deh aku tunggu ya di kamar..”

Aku langsung ke kamar, masuk ke kamar mandi, cuci-cuci seadanya, buka baju dan celana serta melilitkan handuk.

Tidak lama kemudian Nani mengetok dan membuka pintu.

“Sini, dekat saya sini..” kupeluk Nani. Nani membalas pelukanku, aku sangat tidak sabar, kucium, kulumat bibirnya yang basah,

“Pak.. udah lama.. Pak nggak ciuman..” suaranya gemetar menahan gejolak.

“Nan.. buka bajumu, aku pingin tidur sama kamu..” pintaku.

“Nani juga mau kok Pak..”

Tubuhnya begitu indah, dadanya yang kencang tidak terlalu besar, pantatnya ranum bulat, kulitnya bersinar berkeringat menahan nafsu, kemaluannya bersih dengan bulu lembut namun jarang.

Aku tidak tahan, kurebahkan dia di tepian ranjangku, kujangkau pahanya, dan aku berlutut di depan kemaluannya, langsung kujulurkan lidahku,

“Oooh.. agh..” erangannya membuatku semakin gila menghisap klitorisnya.

“Achh.. Pak.. terus Pak.. ahh..” dia mulai berteriak kecil, tangannya meraih kepalaku dan ditekannya terus ke lubang kenikmatannya.

Pada saat itu juga dia berteriak sambil melingkarkan pahanya di pundakku,

“Achh.. achh.. achh..” lidahku terus menjilat dan menusuk, walau air asin mengalir ke dalam tenggorokanku.

Saat yang tepat sekarang adalah mengeluarkan batang kemaluanku dari mulutnya.

Aku mulai naik ke ranjang berusaha untuk menghadapkan kemaluanku ke bibirnya lalu kuoleskan ujung kemaluanku pada bibirnya yang basah.

Pada saat itu pula Nani langsung meraih batang kemaluanku dan memasukkannya ke mulutnya.

Oh, hangat sekali mulutnya, dia mulai mengulum kepala kemaluanku, dengan penuh semangat kuraih kepalanya untuk terus mengulum naik turun.

Sekitar 10 menit aku dikulum dengan berbagai gaya, saat aku akan mencapai klimaks, kulepas penisku dari mulutnya, dan kuarahkan pada vaginanya,

“Achh.. Pak, besar sekali Pak.. sakit..” aku tidak perduli, kuakui memang walau dia janda namun vaginanya sempit, kupaksa terus dan,

“Bless..” aku berhasil masuk, dengan kondisi sudah agak basah, agak mudah jadinya mengayun keluar masuk penisku.

Lima menit kami bersenggama secara konvensional, saat aku akan orgasme, dia berteriak lebih dahulu.

Apa yang dimaksud dengan Kasir4D ?
Untuk jelasnya silahkan kunjungi :
Kasir4D , Agen Togel , Bandar Togel , Casino Online Terpercaya
“Pak.. achh.. achh.. ouhgghh.. uff..”

Mulai terdengar kecipak ayunan penisku, selang 5 detik, aku semprotkan maniku ke dalam tubuhnya, “Ahh.. oohh..”

“Pak.. enak sekali Pak..” suaranya masih bergetar, langsung kupeluk dan kucium dahinya.

“Sudah, kamu keluar sana nanti Donny bangun kamu nggak tau,” langsung dia masuk kamar mandi dan keluar dengan menggunakan bajunya.

“Makasih.. Pak..”

Pada keesokan harinya, aku sengaja tidak masuk kerja untuk mencari kesempatan lagi, namun baru ingat ternyata Donny harus pergi ke Play Group tentu bersama Nani.

Ketika aku keluar kamar, Nani sudah siap pergi bersama Donny.

Yach, tinggal aku dengan perasaan menyesal tidak pergi ke kantor.

Selesai mandi aku ke meja makan, Sri mengantar kopi manisku, dengan tersenyum dia berkata,

“Pak, ini kopi manisnya.

Maaf Pak.. celana dalam Bapak kemarin terbawa mungkin sama Mbak Nani ke kamar.. tadi pagi saya bersihkan kamar nemu ini Pak.” sambil dia menunjukkan celana dalamku yang kugantung di kamar mandi kemarin.

Wajahku merah, “Kok bisa sampe sana?” tanyaku.

“Kan kemarin siang Mbak Nani di kamar Bapak agak lama, mungkin waktu itu..”

“Sudah.. sudah..” potongku.

“Kamu ngintip ya..?” tanyaku menuduh.

“Maaf Pak, kemarin pintunya nggak dikunci, saya liat pas Bapak di atas Mbak Nani.

saya liatnya juga karena Mbak Nani teriak, saya pikir Mbak Nani kenapa gitu..” seperti petir di siang bolong jawabannya menyesakkanku.

“Ya udah kalo kamu udah liat.. apa kamu pingin digituin kayak Nani?” tanyaku kesal.

“Bapak mau sama saya? Saya kan jelek Pak!”

“Nggak.. kamu nggak jelek, sekarang bersihin dulu kamar,

terus kamu tiduran di kamar saya ntar saya susul, saya mau minum kopi dulu, jangan lupa buka baju ya.”

Setelah minum kopi aku beranjak menuju kamar, kulihat dia bersandar di tempat tidur bertelanjang badan,

kulitnya bersih walau gelap, dadanya tidak seindah milik Nani, namun bulu kemaluannya lebat sekali, dan yang jelas sangat merangsang.

“Kenapa kamu pingin juga?” tanyaku memancing.

“E.. anu Pak.. ee.. Mbak Nani sering cerita kalo orang udah kawin itu enaknya waktu tidur bareng, waktu barangnya suami kita masuk ke lobang kita..

wah Pak, Mbak Nani sering cerita yang gitu-gitu, saya jadi pengen, tapi kan saya belon kawin..

jadi ya cuman denger aja, pas kemaren saya lihat Bapak, kan Bapak bukan suami Mbak Nani, tapi bisa dimasukin juga, lha saya kan juga pengen Pak..”

“Ya udah.. sini emut nih barang Bapak.” sambil kusodorkan penisku yang sudah mengembang keras. Togel Online

“Ohh.. enak juga kamu..” mulutnya monyong ketika penisku kutarik, lalu kumasukkan lagi.

Sengaja aku tidak mau melumat kemaluannya karena terus terang aku tidak begitu suka rambut tebal.

Jariku mulai memainkan klitorisnya, lalu kuhisap puting susunya, benar-benar gadis, dadanya padat, keras, mancung, baru sebentar kumainkan klitorisnya dan kuhisap susunya dia menggelinjang.

“Achh.. Pak enak banget..” dijepitnya tanganku dengan menyilangkan kedua belah pahanya.

Penisku sudah licin dengan ludahnya, aku tidak sabar lalu kusodokkan penisku ke dalam vaginanya yang juga sudah dibasahi air klimaksnya.

Pelan-pelan kusodok, dia berteriak kecil, sempit sekali, lalu kedua pahanya kuangkat dengan tanganku hingga berada di atas pundakku, mulai lagi kusodok, dia menangis kesakitan.

Sambil menggigit bibir aku mulai mengayun berputar di permukaan agar lubrikasinya bertambah banyak.

Lalu dengan hentakan tiba-tiba kudorong ke depan dan,

“Achh.. ampun Pak..” teriakan tadi sempat mengejutkanku namun penisku sudah tertanam dengan hangat di dalam vaginanya.

Kubiarkan penisku diam tertanam, aku mulai nafsu tinggi dengan pembantuku yang satu ini, dengan penuh rangsangan aku mulai mencium dan melumat bibirnya, lehernya, dadanya, kuhisap dan kujilat seluruh wajahnya.

Terus terang dengan suara rintihan tadi aku bernafsu sekali dengannya, tidak terasa penisku mulai ada sambutan dari vaginanya.

ototnya mulai menjepit penisku, aku yakin dia pun sudah tidak merasakan nyeri, mulai aku mengayun naik turun.ternyata Sri sangat basah vaginanya, karena aku merasakan licin di sekitar penisku.

Tiba-tiba.. “Pak.. enaak.. Pak.. Pak.. achh.. uhh.. Pak.. terus.. achh..” dia orgasme dengan cairan yang hangat membasahi lagi penisku.

Aku pun tidak kuat menahan gejolak spermaku. Kutumpahkan semua dalam vaginanya.

“Sri.. oh.. oh.. ach.. Sri..” kusemprotkan berulang-ulang.

Aku merasa puas meskipun aku lebih puas dengan Nani, tapi aku lega bisa diberikan pelayanan yang sempurna oleh Sri, pembantuku.

Nani dan Sri selalu bergantian melayaniku selama istriku pergi, aku selalu menggauli Nani saat malam hari ketika sedang menidurkan Donny, dan Sri selalu melayaniku setiap pagi di kamar pada saat aku minta diantarkan baju kantor yang telah disetrika.

Keduanya mempunyai ciri khas yang hampir sama, pada saat orgasme mereka selalu menutupi wajahnya dengan bantal, takut teriakannya terdengar.  Casino Online

Setelah istriku pulang, aku selalu berharap agar dapat dilayani Sri dan Nani lagi pada saat aku pulang siang dari kantor

Monday, February 3, 2020

Pengalaman seks dengan penumpang taksiku


Kasir4D Selamat malam. Mau kemana, bu? sapaan standar, Hotel Muria ya, pak. jawabnya datar, Pandangannya menerawang ke luar jendela.

Kebetulan saat itu sedang gerimis, mungkin membuat hatinya galau.

Darimana tadi, bu? Kok jam segini belum pulang? tanyaku basa basi sekaligus ingin memuaskan rasa penasaran yang tadi kupendam.

dia diam saja sambil tetap memandang ke luar jendela. Aku memutuskan untuk berhenti bicara. Mungkin dia sedang tak ingin diganggu.

Tak lama kemudian, sampai juga di hotel Muria. Dia membayar dengan memberikan uang tip empat ribu rupiah.

Terima kasih, bu. jawabku sambil menerima uang itu.

Tapi dia masih tetap diam, hanya mengangguk pelan sambil meninggalkan taksiku.

Tanda tanya masih tetap bergelayut di pikiranku.

Dua hari setelah itu, di tempat yang sama, perempuan yang sama.

Selamat malam, bu. senyumku mengembang, berusaha menyapanya ramah.

Pikiranku merasa bahwa dia meminta diantar ke tujuan yang sama.

Hotel Muria ya, pak. ujarnya sambil kembali memandang ke luar jendela.

Kucoba menganalisis sendiri karena pikiranku semakin penasaran dengannya.

Dari logatnya, sepertinya dia bukan orang Jakarta. Ditambah fakta bahwa dia minta diantar ke Hotel Muria, semakin menguatkan hal tersebut.

Cuma yang masih menjadi tanda tanya, mau apa dia di Kemang pada dini hari? Kutengok sekilas tempat dia menunggu taksi, tak ada tanda-tanda klub malam atau tempat hiburan.

Hanya ada beberapa cafe yang sudah tutup dan sebuah rumah makan 24 jam, serta dua buah mini market.

Dari mana tadi, bu? tanyaku dengan suara keras sehingga dia tak ada alasan untuk tidak menjawab. Demi memuaskan rasa penasaran.

Oh, tadi dari ketemu teman. jawabnya singkat, masih menatap ke luar jendela meski kali ini tak gerimis.

Sepertinya saya tak melihat ada cafe yang masih buka, bu.

Di restoran fast food, pak.

Oh begitu. Lalu temannya tadi sudah pulang?

Pulang duluan, pak, sudah ditunggu istrinya. jawabnya datar, kali ini diakhiri dengan embusan napas berat dan pandangannya beralih ke layar ponsel.

Aku jadi tak enak sering melirik ke spion. Konsentrasi lalu kukerahkan pada kemudi saja.

Esok harinya, bagaikan deja vu, kembali taksiku dihentikan olehnya, masih di tempat dan jam yang sama.

Sebenarnya aku sengaja lewat tempat itu di jam yang sama, ingin bertemu dengannya lagi.

Masih ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padanya.

Malam, mbak. Hotel Muria? aku beranikan diri memanggilnya mbak. Tampaknya dia tidak keberatan.

Iya, pak. jawabnya, kali ini dengan senyum.

Mbaknya bukan orang sini ya? Darimana, mbak?

Semarang, pak.

Mbaknya ke Jakarta dalam rangka apa? Cuma ketemu teman atau ada urusan lain, mbak? tanyaku hati-hati.

Tak ingin terkesan ingin tahu urusan orang, meskipun kenyataannya memang begitu.

Iya, cuma ingin bertemu teman saya itu.

Eh, sebetulnya pacar sih, pak, bukan teman.

Aku mencoba menggali ingatanku. Kalau tak salah kemarin dia bilang bahwa temannya itu sudah ditunggu istrinya.

Apakah Temannya, eh pacarnya itu, sudah punya istri ya, mbak? Oke, ini sudah keterlaluan dan aku tak tersinggung jika dia minta turun.

Tapi nyatanya tidak, dia masih tetap tenang di jok belakang taksiku.

Iya, pak. Kami sudah berhubungan dari lama.

Rumah tangga mereka bermasalah dan katanya mereka akan segera bercerai.

Tapi entah, sampai sekarang masih seperti ini. Pertemuan kami tak diketahui istrinya, pak.

Mbak bahagia dengan hubungan itu? Entah kenapa aku malah bertanya hal seperti ini.

Rasanya ingin menampar mukaku sendiri.

Sebenarnya sih enggak, pak. Saya sudah menyakiti banyak orang, termasuk diri saya sendiri.

Namun rupanya ada satu sisi saya yang bahagia karena bisa bersama dengan orang yang saya cintai, meski tak bisa memilikinya dengan utuh.

Sampai di lobby Hotel Muria, dia menyerahkan sejumlah uang.

Pak, ini malam terakhir saya di Jakarta. Besok saya pulang.

Terima kasih sudah menjadi teman mengobrol saya dua hari ini. Saya sangat menghargainya, pak. dengan mata berkacakaca.

Iya, sama-sama, mbak.

kukira dia akan langsung turun seperti biasanya, tapi ternyata

Pak, dia memanggil.

Iya, mbak. kupandangi wajahnya yang cantik, juga tubuhnya yang sintal.

Emm, boleh saya minta tolong? tanyanya.

Silahkan, mbak. Kalau memang bisa, pasti saya bantu.

Bapak nggak keburu pulang kan?

Kulirik jam di dashboard, jam 2 lewat 5 menit. Sudah larut, istriku pasti sudah menunggu di rumah.

Nggak, mbak. Memangnya kenapa? tapi demi wanita ini, aku rela menundanya.

Bapak mau menemani saya? tanyanya lirih, campuran antara rasa marah dan takut.

Aku tak langsung menjawab, kucoba untuk mencerna perkataannya.

Menemani gimana. Mbak? kutanya balik. Aku butuh kepastian. Apa ini sesuai dengan bayanganku?

Tidak menjawab, wanita itu malah menyeberangkan tangannya melewati pinggulku untuk meraih setelan jok tempat aku duduk.

Jok itu langsung bergerak ke bawah dengan aku tergolek di atasnya.

Dan yang kurasakan berikutnya adalah bibir basah wanita itu yang langsung mencium mulutku dan melumatnya rakus.

Uh.. uh.. uh.. Aku tergagap sesaat, sebelum akhirnya aku membalas lumatannya.

Kami saling memagut melepas birahi. Bisa kurasakan lidahnya yang runcing menyeruak masuk ke rongga mulutku.

Dan reflekku adalah segera menghisap dan mencucupnya.

Nikmat sekali rasanya saat lidah itu menarinari di mulutku.

Bau harum perempuan itu juga menyergap hidungku.

Beginikah rasanya bau tubuh wanita macam ini? Bau alami tanpa parfum sebagaimana yang sering dipakai istriku.

Bau seorang wanita muda yang selama 3 hari ini sanggup membuatku penasaran.

Bau yang bisa langsung menggebrak libidoku, sehingga nafsu birahiku lepas dengan liarnya saat ini.

Sambil melumat, jari-jari lentik perempuan itu juga merambah tubuhku.

Dengan lincah dia melepasi kancingkancing kemejaku.

Kemudian kurasakan remasan jari halus pada tonjolan penisku. Uuiihh.. tak tertahankan rasanya.

Aku menggelinjang. Menggeliatgeliat hingga pantatku naikturun di jok yang sedang aku duduki.

Sekali lagi aku merasa edan. Aku digeluti seorang wanita muda cantik yang bahkan namanya saja aku tak tahu!

Bibir manis perempuan itu terus melumatku, dan aku menyambutnya dengan penuh kerelaan total.

Akulah yang sesungguhnya menantikan kesempatan macam ini dalam banyak khayalan erotikku. Tangan gemetar. Lututku gemetar.

Kepalaku terasa panas. Darah yang naik ke kepalaku membuat wajahku seakan bengap. Dan semakin kesini, semakin aku tidak bisa mencabut persetujuan atas ajakan temani saya dulu ini.

Kita turun yuk, pak.

Kita masuk dulu. wanita itu menghentikan lumatannya dan mengajakku memasuki hotel.

Mobil segera kuputar ke palataran parkir dan kutinggalkan disana.

Setengah berlari, kubuntuti wanita itu masuk ke dalam kamarnya.

Begitu masuk, kudengar telpon berdering, rupanya dari front office hotel.

Bapak mau minum apa, tanya wanita itu, telepon berada dalam genggamannya.

Tidak usah, aku sudah tak sabar ingin merasakan tubuh sintalnya, tidak ada waktu untuk minumminum.

Atau makan mungkin? dia kembali bertanya.

Tidak usah repot-repot. aku kembali menolak.

Ayo cepat, kita main, setelah itu aku segera pulang biar istriku tidak curiga.

Tapi tampaknya keinginanku itu memang harus ditunda dulu. Sebentar ya, pak.

Saya ke kamar mandi dulu.

Sudah kebelet dari tadi. pamit wanita itu sambil buruburu masuk ke kamar kecil yang tersedia di dalam kamar.

Mengangguk mengiyakan, aku segera mencopoti seluruh bajuku saat wanita itu sibuk di dalam.

Tak menunggu lama, aku sudah telanjang bulat.

Tubuh tuaku yang berlemak tampak menyedihkan, tapi tidak dengan burungku.

Meski sudah lebih 50 tahun, tapi penisku itu masih bisa berdiri tegak. Begitu besar dan panjang.

Dengan benda inilah aku dulu menaklukkan puluhan wanita sebelum akhirnya aku takluk pada istriku yang sekarang.

Wanita itu terlihat malu-malu saat melihatku sudah telentang telanjang di atas ranjang.

Padahal tadi dia yang mengajak, dan dia juga yang paling agresif saat di mobil.

Dia menatapku dengan ekor matanya, kemudian tersenyum.

Sudah nggak sabar ya, pak? tanyanya.

Untuk orang secantik, mbak.

Siapapun pasti tak sabar. jawabku diplomatis sambil memamerkan penisku yang sudah tegang penuh.

Dengan ujungnya, kupanggil dia untuk mendekat.

Ayo, mbak, sini.

Wanita itu mengangguk dan berjalan menghampiri.

Aku bisa merasakan betapa sangat terangsang seluruh syaraf-syaraf libidoku.

Aku, laki-laki tua gendut yang sudah lama tidak main dengan perempuan lain selain istrku, hari ini dengan edannya berada di kamar hotel dengan seorang wanita muda cantik yang bertubuh padat sentosa, yang umurnya bahkan belum setengah dari umurku.

Sungguh sangat beruntung sekali.

Wanita itu menjatuhkan tubuhnya ke ranjang, tepat di sisiku.

Serta merta aku langsung menyambutnya dengan dekapan dan rengkuhan hangat.

Kulingkarkan tanganku yang keriput di buah dadanya yang besar. Dia cuma tertawa saat aku meremas dan mengeluselusnya pelan dari luar baju.

Aku sudah tidak ingat lagi akan keberadaan anak istriku di rumah, bayangan mereka seakan lenyap.

Yang ada sekarang adalah aku benar-benar tenggelam dalam pesona dahsyatnya penyelewengan singkat, yang pasti akan dipenuhi kenikmatan dan gelinjangan dahsyat.

Apalagi mengingat lawan mainku yang sangat cantik dan seksi.

Pak, bantu saya melupakan sakit hati saya ya? bisik wanita itu mesra.

Saya yakin, meski bapak sudah berumur, bapak bisa muasin saya. dia memegang penisku dan mulai mengocoknya pelan.

Gede banget, pak. Nggak salah saya milih bapak. ujarnya.

Telingaku merasakan seperti tersiram air sejuk pegunungan, berbunga-bunga mendengar pujian macam itu.

Aku bagai dilempar ke masa 25 tahun yang lalu, saat aku masih muda dan gagah.

Semua wanita yang kutiduri pasti akan bilang begitu.

Sesuai permintaan, mbak, akan kupuaskan mbak malam ini.

sahutku sambil membalik dan menindih tubuhnya.

Langsung kulahap mulutnya yang tipis kemerahan dan kulumat dengan penuh nafsu hingga membuat dia gelagapan kesulitan bernafas.

Kumasukkan tanganku ke blusnya. Saat kuremas payudaranya, wanita itu mendesah lirih sambil mencakari tubuhku, dia menekan bibirnya agar lebih kulumat lagi.

Segera kusedot lidahnya. Sekaligus juga air liurnya. Semakin basah, aku jadi semakin bergairah.

Mulutnya seperti kujadikan tempat minumku. Sungguh, aku sangat menikmati kegilaan ini.

Setelah seperempat abad berlalu, akhirnya aku merasakannya kembali.

Tanganku tidak kualihkan, sambil terus melumat bibirnya, aku juga tak henti meremasi kedua susunya yang kurasa sangat padat dan kencang.

Seperti milik perawan saja layaknya.

Atau kalaupun tidak perawan, minimal dia masih belum pernah punya anak. Aku bisa membedakannya.

Tak puas cuma dengan tangan, segera aku singkap blus yang dipakainya ke atas.

Juga BH merah kekecilan yang membungkusnya.

Saat benda itu sudah terburai keluar, aku memandanginya sejenak, mengagumi betapa kencang payudara itu meski ukurannya begitu besar.

Kulit permukaannya terlihat mulus dan licin, tampak bersinar di kamar yang tidak begitu terang ini, bagai dua bulatan semangka yang ditempeli puting merah keras.

Melihatnya membuatku tak tahan.

Aku segera menunduk dan mengganti usapan tanganku dengan bibir.

Kujemput payudara bulat itu penuh nafsu. Kujilat dan kusedot putingnya habishabisan.

Di permukaannya yang halus dan licin, kutinggalkan banyak cupang kemerahan.

Sementara remasan tanganku yang masih menyertai, membuat benda yang aslinya berwarna putih itu, berubah menjadi kemerahan.

Tapi bagiku, jadi tampak makin indah.

Aaghhhhh.. Ssshhhhh.. Oughhhhh.. pemiliknya yang tidak mampu melawan cuma bisa menggelinjang sambil merintihrintih saat sarafsaraf erotisnya yang sensitif terus kurangsang.

Auw, ampun, pak geli! Argghhhh desahnya penuh nikmat.

Tanganku yang tidak bisa diam kini turun untuk meraih celana jeansnya.

Kulepas kancingnya dengan cepat dan kubuka resluitingnya tidak sabar.

Dengan jarijariku yang besar dan kasar, kudorong benda itu hingga merosot ke bawah, sampai ke mata kaki.

Setelah mengusap-usap sebentar pahanya yang putih mulus, merasakan betapa halus dan licinnya benda itu, aku kemudian merogoh celana dalamnya.

Aiihh tak terperikan kenikmatan yang kurasakan saat bisa meraba kemaluannya yang licin tanpa rambut.

Bisa kupastikan kalau benda itu masih begitu sempit.

Membayangkannya saja sudah membuatku tak mampu menahan getaran jiwa dan ragaku, apalagi pas merasakannya nanti, bisabisa aku kejang duluan.

Dengan jarijari kasarku, terus kuraba permukaannya yang makin lama terasa semakin basah.

Sasaranku adalah kelentitnya, saat sudah kutemukan bulatan mungil kaku itu, langsung aku menjepit dan menyerangnya bertubitubi.

Auuoogghhhsss.. wanita itu memekik panjang saat menerimanya.

Tubuhnya langsung melengkung dengan cengkeraman jarinya di kemaluanku terasa semakin erat. Aku sampai kesakitan.

Segera kubalas dengan menusukkan jari-jariku ke lubang vaginanya dan mengocok cepat disana.

Ayo, sekarang siapa yang nggak tahan!

Menggelinjang keenakan, tubuh wanita itu terbanting keras ke ranjang, lepas dari pelukanku.

Menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan, dia merintihrintih merasakan ujung-ujung jariku yang terus bermain di lubang kemaluannya.

Cairan birahinya yang keluar semakin banyak, kuusapkan-usapkan ke permukaaanya, kuratakan sebagai pelumas untuk memudahkan kocokan jari-jariku.

Sementara bibir dan tanganku yang nganggur, kugunakan untuk kembali menyerang puting susunya dengan menghisap dan melumatnya rakus.

Ooghhhhh.. ampun, pak.. geli banget! Aku nggak tahan.. ampun.. aahhhhh.. hentikan.. dia menghiba, tapi tidak kupedulikan.

Terus kuserang dan kugumuli tubuh sintalnya.

Aku sudah terlanjur bergairah, nanggung kalau harus berhenti sekarang.

Blusnya yang sudah berantakan memudahkanku untuk merangsek ke ketiaknya.

Kujilat dan kusedoti kulit mulus yang bersih tanpa bulu itu.

Dia nampak sekali menikmatinya, terlihat dari rintihannya yang semakin keras dan bertubitubi.

Sementara jari-jariku terus menusuki lubang vaginanya, menggelitik dinding-dindingnya yang penuh saraf birahi dengan tanpa henti.

Membuat wanita berkulit putih itu serasa kelenger penuh kenikmatan.

Dan tak terbendung lagi, cairan birahinya mengalir semakin deras.

Yang semula satu jari, kini disusul lagi jari lainnya. Dua jari kini masuk, dan mengocok semakin cepat.

Kenikmatan yang kuberikan pada wanita itu semakin bertambah.

Dengan pengalamanku, aku tahu persis dimana titik-titik kelemahan seorang wanita.

Jari-jariku kuarahkan ke Gspotnya. Dan tak ayal lagi, dengan jilatan di ketiak dan kobokan jari-jari di lubang vaginanya, aku bisa menggiring wanita cantik itu sampai titik dimana dia tidak mampu lagi membendung orgasmenya.

Saat rasa itu datang, perempuan itu merangsek balik kepadaku.

Dengan terkejang-kejang, dia menjatuhkan tubuhnya yang sintal ke atas tubuhku.

Segera kuraih kepalanya dan kuremasi rambutnya yang panjang.

Dengan sayang kupeluk tubuhnya yang montok itu erat-erat dan kuhunjamkan jariku dalamdalam ke lubang vaginanya, seperti ingin menyumbat celah sempit itu agar cairannya tidak sampai tumpah keluar membasahi sprei.

Aarrgghhhhhhh menjerit keenakan, wanita itu menarik apa saja yang bisa ia raih.

Bantalan ranjang teraduk, selimut tempat tidur terangkat lepas dan terlempar ke lantai.

Sementara kakinya menghentak-hentak menahan kedutan vaginanya saat memuntahkan sperma.

Sperma seorang perempuan yang berupa cairan bening yang memancar keluar dari dalam kemaluannya.

Pahanya yang putih mulus menjepit tanganku, sementara pantatnya yang bulat terangkatangkat menjemput kocokan tanganku yang mulai memelan.

Dia tampak sedang menanggung kegatalan birahi yang amat sangat.

Kuusap keringat yang mengucur deras di mata, pipi dan bibirnya, lalu kukecup dia sekali lagi, panjang dan mesra.

Kusibakkan rambutnya yang tergerai basah untuk mengurangi gerahnya di kamar yang ber AC ini.

Apa yang dimaksud dengan Kasir4D ?
Untuk jelasnya silahkan kunjungi :
Kasir4D , Agen Togel , Bandar Togel , Casino Online Terpercaya
Kuelus bulatan payudaranya, sambil kusisir rambutnya yang awutawutan dengan jari-jariku.

Sementara di bawah, kuperhatikan cairan cintanya merembes keluar dari celahcelah bibir vaginanya.

Melenguh puas, wanita itu menyandarkan tubuhnya dengan mesra di dadaku.

Hawa dingin AC dengan cepat meredakan orgasmenya, membuatnya kembali bisa bernafas normal dan berpikir jernih.

Ahh, bapak hebat banget, bisa ngantar saya cuma dengan tangan.

Sepertinya malam ini saya bakal puas sekali. bisiknya lirih.

Kukecup bibirnya yang mungil sebagai jawaban.

Dia menyambut ciumanku dan sekali lagi kami berpagutan mesra.

Saya ambilkan minum dulu ya. kataku sambil beranjak dari tempat tidur.

Dia sempat menggenggam sebentar batang penisku yang masih ngaceng berat sebelum menepikan tubuhnya, memberi jalan bagiku.

Dengan tubuh telanjang, aku melangkah menuju kulkas kecil di sudut kamar.

Air putih atau soft drink? tawarku.

Air putih aja, dia menjawab dengan nafas masih sedikit ngosngosan.

Payudaranya yang putih terlihat semakin mengkilap karena keringat yang menempel di permukaannya.

Kuberikan air putih dingin di tanganku kepadanya.

Dia meminumnya sedikit sebelum menyerahkannya kembali kepadaku.

Kuhabiskan sisanya dan kutaruh gelas yang sudah kosong di meja.

Lalu kembali aku naik ke tempat tidur. Wanita itu diam saja saat aku mulai menciumi dan menguseluselkan hidung ke tubuhnya.

Kuciumi perut, pinggul dan payudaranya. Dia tidak merespon, hanya nafas panjangnya saja yang terdengar.

Mungkin dia masih kelelahan akibat orgasmenya barusan, dan sekarang masih berusaha untuk mengumpulkan tenaganya kembali.

Tidak apa, aku bisa mengerti.

Aku terus menciumi payudaranya yang bulat sempurna itu, kuhisap dan kujilati keringat yang mengalir di permukaannya sampai benda itu menjadi bersih.

Sementara putingnya yang merah mencuat, kugelitik dan kucucup berkali-kali dengan lidahku.

Wanita itu mulai sedikit mendesah, tapi masih terlihat pasrah.

Bahkan saat tanganku mulai merabai paha dan selangkangannya, dia tetap tidak melawan.

Mbak capek ya, bagaimana kalau kita berhenti dulu? tanyaku.

Tidak enak juga menggumuli perempuan yang diam seperti ini.

Kayak main sama gedebok pisang aja.

Eh, nggak. Nggak, pak. Terusin aja.

Saya sudah lewat kok capeknya. Ini juga sudah mulai terangsang. wanita itu tersenyum kepadaku.

Beneran? kuelus rambutnya yang panjang sepinggang.

Saya cuma mikir, tadi kok bisa nikmat banget ya, apa sensasi selingkuh memang seperti ini? Bapak belum ngapa-apain, cuma pake tangan, tapi saya sudah kelabakan seperti ini.

dia mengulurkan tangannya dan menggenggam penisku.

Yang ini, pasti bakal lebih hebat dong. gumamnya sambil meremas-remasnya pelan.

Pastinya, aku tertawa menggoda.

Dia ikut tertawa. Jadi tak sabar saya, pak.

Ayo, pak, cepat setubuhi saya. wanita itu meminta.

Aku mengangguk, Saya juga sudah tak sabar mbak pengen ngerasaain tubuh mbak yang montok ini. sambil kujawil puting susunya.

Ahh, montok apanya, pak. Buktinya, pacar saya ninggalin saya.

katanya, wajahnya tibatiba terlihat sendu. Mungkin teringat peristiwa yang baru dialaminya.

Ah, maaf, mbak. aku buru-buru minta maaf. Aku tidak ingin merusak suasana mesra ini.

Jangan sampai gara-gara teringat sama pacarnya, dia jadi mengurungkan perselingkuhan ini.

Aku sudah telanjur bergairah, bisa gila aku kalau diputus sekarang.

Tidak apa-apa, bukan salah bapak kok.

Malah saya terima kasih banget karena bapak sudah mau nemani saya.

Siapa tahu dengan kenikmatan yang bapak berikan, saya jadi bisa melupakan bajingan itu! dia mengepalkan tangannya erat-erat, tampak geregetan.

Tapi didalamnya masih ada penisku.

Auw! tentu saja aku langsung menjerit keras-keras.

Pelan-pelan, mbak. Sakit! rintihku.

Wanita itu langsung melepaskan genggaman tangannya, Ah, mmaaf, pak.

Saya nggak sengaja. dia memandangi dan membolakbalik batang penisku, memeriksanya kalau ada yang terluka.

Setelah tahu tidak apa-apa, kami saling berpandangan dan tertawa berbarengan.

Ayo, pak. Katanya mau ngentotin saya, wanita itu berkata genit.

Eh, iiya, mbak. mengangguk senang, aku segera menelanjangi wanita cantik itu.

Celana jeansnya yang sedari tadi masih separoh di kaki, kutarik hingga lepas.

Juga blus serta kutang mungilnya, hingga kami sama-sama bugil.

Aku lalu rebah diantara pahanya dan menelusupkan kepala ke celah selangkangannya.

Dengan cepat lidah kasarku kembali menjilati lubang kemaluannya.

Auw, pak Ampunn wanita itu langsung merintih dan menggelinjang.

Pelan-pelan nafsunya kembali terpancing.

Lidahku yang terus menusuknusuk lubang vaginanya membuat dia merasakan kegatalan yang amat sangat.

Ssudah, pak. Cepat setubuhi saya.

Jangan siksa saya seperti ini! pintanya memelas.

Tanpa dia sadari, tangannya telah menyambar kepalaku dan jari-jarinya meremasi kembali rambutku yang sudah acakacakan sambil mengerang dan mendesahdesah menikmati rangsanganku yang terus mengalir.

Dia juga menekan-nekan kepalaku agar tenggelam lebih dalam ke lubang selangkangannya.

Pantatnya juga ikut naik menjemput lidah dan bibirku.

Karena kasihan, dan juga karena tidak tahan, aku menghentikan hisapanku.

Kuganti dengan memindahkan dan mengangkat kaki wanita itu untuk kutumpangkan ke bahuku.

Perutku yang buncit hanya memungkinkan posisi seperti itu saat menikmati tubuh sintalnya.

Itulah posisi yang paling mudah.

Siap ya, mbak. Saya masukkan sekarang. kutuntun kontolku dan kuarahkan secara tepat ke lubang kemaluannya yang masih tampak sempit dan indah.

Hanya karena jilatanku lah, benda itu jadi agak terbuka sedikit.

Jarang dipake ya, mbak? aku mengomentari kemaluannya.

Nggak juga sih. Tiap ketemu, kita pasti main.

Memang itu yang dicari pacar saya dari hubungan kami. Dia cuma mau tubuhku.

Ah, saya memang ******. Kenapa tidak menyadari itu dari dulu. dia melenguh, antara menyesali nasib dan gesekan ujung penisku pada bibir kemaluannya.

Nggak semua laki-laki seperti itu, mbak.

Saya yakin, mbak pasti bisa menemukan yang lebih baik dari dia.

Mbak cantik dan menarik, kalau saja saya masih muda, mbak pasti akan kunikahi.

Aku sungguh sangat menunggu detik*detik ini.

Detik-detik dimana kontolku untuk pertama kalinya merambah dan menembusi memeknya.

Terima kasih, pak.

Ditemani seperti sekarang aja, saya sudah senang kok.

sahutnya dengan tubuh kembali bergetar, saat aku mulai mendorong batang penisku.

Ughhh, aku melenguh, tubuhku seakan terlempar keawang-awang.

Sendi-sendiku bergetar. Nikmat sekali rasa perempuan itu.

Campuran antara panas, lengket, sempit, dan menggigit.

Auw! wanita itu menjerit kecil saat kepala tumpul yang bulat gede milikku menyentuh dan menguak bibir vaginanya.  Togel Online

Rasa kejut sarafsaraf di bibir kemaluannya langsung bereaksi.

Saraf-saraf itu menegang dan membuat lubangnya menjadi menyempit.

Seakan tidak mengijinkan kontolku untuk menembusnya lenih jauh. Itu membuatku jadi penasaran.

Santai aja, mbak.

Jangan tegang, bisikku di tengah deru hawa nafsuku yang menyalanyala.

Ahhh hhabisnya, ****** bapak gede banget sih.

Jauh sama punya pacar saya. Saya jadi takut. Sahutnya terus terang.

Aku tersenyum. Kok takut, harusnya malah seneng dong? terus kugesekgesekkan penisku.

Kalau dia memang belum siap, aku tidak akan memaksa.

Istri bapak pasti puas banget ya? dia bertanya, dan menjerit kecil saat kugigit kembali puting susunya.

Itulah kenapa dia tidak menolak kukasih anak 7 orang.

aku menjawab bangga, dan tertawa.

Hamili saya juga, pak. Keluarin sperma bapak di dalam.

Nggak apa-apa, kalau pacar saya tidak mau ngasih anak, biar saya dapat dari bapak saja. wanita itu meminta.

Beneran, mbak? bisa kurasakan, setelah berkata begitu, dia menjadi lebih rileks.

Kepala penisku yang tadi tertahan, tibatiba bisa meluncur masuk meski masih agak sulit.

Iya, pak. dan dengan katakata itu, ia pun menyerahkan sepenuhnya tubuhnya kepadaku.

Bibir vaginanya menyerah dan merekah, menyilahkan kontolku untuk menembusnya.

Bahkan kini vaginanya lah yang aktif menyedot agar seluruh batang kontolku bisa dilahapnya.

Tanpa perlu usaha yang berarti, helm tentara itu pun berhasil masuk menguak gerbangnya.

Uugghhhh aku merasakan geli yang amat sangat saat batangku yang kaku dan keras memasuki lubang kemaluannya.

Terasa sesak, penuh, hingga tak ada ruang dan celah yang tersisa, terasa begitu nikmat.

Aku terus mendesaknya masuk hingga mentok di mulut rahimnya. Ughhh, pak.

Terus terang, seumur-umur belum pernah rahimku ngrasain disentuh ****** seperti sekarang. ****** pacar saya paling*paling menembus sampai tengahnya saja, masih banyak sisa ruang yang longgar. rintihnya mesum.

Tanpa diberitahu pun, aku sudah tahu.

Vagina wanita itu memang sangat sempit, seperti perawan saja layaknya. Benar-benar beruntung aku bisa mendapatkannya.

Saat dia tarik maupun dorong pun, saya tidak merasakan sesak atau penuh seperti sesak dan penuhnya ****** bapak mengisi rongga vaginaku saat ini. katanya saat aku mulai melakukan pompaan.

Nikmati aja, mbak.

Akan kupuaskan mbak malam ini. dengan pelan dan berirama, aku terus menarik pelan pinggulku kemudian mendorongnya lagi.

Begitu berulang-ulang dengan frekuensi yang makin sering dan semakin cepat.

Ahhhh.. iya, pak.

Enak banget! Terus dan wanita itu mengimbanginya dengan pintar.

Secara reflek, pantatnya bergerak ke atas ke bawah, mengejar dorongan dan tusukanku.

Sesekali dia juga bergerak memutar, sedikit ngebor apabila aku bergoyang pelan.

Tak lupa juga ia menggoyangkan kegelnya untuk makin memanjakanku.

Ughhh enak banget, mbak. aku mendengus. Untuk membalasnya, secara beruntun kukocok vaginanya dengan sangat cepat dan dalam.

Ia langsung berteriak keenakan.

Aahhhh.. pak, aarghhhh payudaranya bergoncang-goncang, rambutnya terburai, keringatku dan keringatnya mengalir berjatuhan di sprei.

Goyangan itu juga membuat ranjang kokoh yang kami pakai sampai berderak-derak tak karuan.

Segera kuremas-remas payudaranya sebagai pelampiasan rasa nikmat yang semakin dominan.

Kami sudah hilang kontrol. Aku terus bergerak cepat, sementara wanita itu sudah tidak mengeluh sakit lagi.

Seluruh gerak, suara, nafas, bunyi, desah dan rintih hanyalah nikmat saja isinya.

Posisi nikmat ini berlangsung kurang dari lima menit.

Kulihat tubuh montok wanita cantik itu sudah berkilatan oleh keringatnya, makin menambah keseksiannya.

Dengan gemas terus kupermainkan puting susunya yang mencuat mungil.

Kugigit, kujilat dan kupilinpilin penuh nafsu. Sodokan kontolku makin lama juga makin kencang.

Pada akhirnya, setelah hampir sepuluh menit bercinta, bisa kuhantarkan wanita itu ke orgasmenya yang ke dua.

Ohhhh bapak memang hebat.

Hanya dari Bapak, saya bisa meraih orgasme seperti ini.

Terima kasih, pak.

Terima kasih! ucapnya disertai semprotan keras di vaginanya.

Kuhentikan goyanganku.

Kuberikan dia kesempatan untuk menikmati puncak kenikmatan itu.

Saya juga puas, bisa bercinta dengan orang secantik mbak. aku berkata.

Puas apa? Bapak kan masih belum keluar? terengahengah, wanita itu kelihatan makin cantik.

Sekarang giliran saya untuk memuaskan bapak.

Sehabis berkata begitu, kurasakan vagina wanita cantik itu berdenyut begitu keras, meremas dan mencekik penisku begitu rupa.

Aku kelojotan.

Denyutan satu disusul dengan denyutan lain yang lebih nikmat. Aku jadi tak tahan.

Apalagi dalam tiap denyutan selalu diiringi empotan keras di ujung penisku.

Tanpa perlu digoyang pun, aku menyerah.

Spermaku muntah tak lama kemudian.

Crott.. crott.. crott..

Ah, banyak sekali, pak. wanita itu menggelinjang geli saat vaginanya kusembur dengan kawah panasku berkalikali.

Uhh.. aku jadi lemes sekali. Lemas tapi puas.

Sudah lama ya nggak dikeluarin? wanita itu bertanya.

Aku mengangguk. Istri saya sudah manopause, mbak.

Cuma cinta kasih yang menyatukan rumah tangga kami, nafsunya sudah lama hilang.

Bapak seneng dong sekarang? dia membelai rambutku.

Seneng banget. Sekali-kalinya ngentot, sama orang secantik mbak.

kucium bibirnya ringan. Di bawah sana, kurasakan penisku mulai mengkerut dan mengecil dan akhirnya lepas dengan sendirinya.

Sementara vagina wanita itu masih terus bergetar dan berkedut-kedut.

Mau sampai kapan, mbak, begini terus? kutusuk lubang sempit itu dengan jari telunjukku, kucolek air mani dan air cintanya yang terbenam di dalam, lalu kuoleskan ke ujung putingnya.

Sampai besok juga bisa.

wanita itu menjawab santai dan meratakan cairan pemberianku ke seluruh permukaan payudaranya.

Benda itu jadi kelihatan makin mengkilap karenanya.

Tersenyum penuh kepuasan, kami berbaring telentang di ranjang hotel yang kini sudah acakacakan.

Sesungguhnya aku ingin tinggal lebih lama lagi di tempat penuh birahi ini, siapa juga yang rela meninggalkan wanita secantik dan semolek dia yang rela tubuhnya kutiduri sepanjang malam, namun jarum jam di dinding yang menunjuk angka 2 menyuruhku untuk pulang.

Istriku yang sedang menunggu di rumah pasti resah, aku pulang terlambat tanpa memberi kabar apapun.

Bapak mau pulang ya? wanita itu bertanya, seperti mengetahui apa yang kupikirkan.

Iya, istri saya pasti sudah menunggu. begitu jawabku.

Setelah meremas payudaranya sebentar, aku bangkit dan mulai mengenakan kembali bajuku.

Terima kasih, mbak, sudah mengajak saya melakukan ini.

Jarangj-arang saya nemuin orang seperti mbak. kataku.

Sama-sama, pak. Saya juga terima kasih.

Bapak rela pulang telat demi saya. jawabnya sambil ikut memunguti pakaiannya yang berserakan.

Siapapun orangnya, pasti tidak akan menolak, mbak. Mbak begitu cantik dan seksi.

kupandang wajah tirusnya yang pucat, dan kembali kulumat bibir tipisnya.

Bapak puas nggak tadi? dia bertanya.

Bukan main, mbak. Saya sungguh sangat puas, begitu jawabku.

Suatu jawaban jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam.

Tapi ini kok masih melendung? wanita itu meraba gundukan di balik celanaku yang masih menggunung.

Iya, mbak. Kontolku memang masih ngaceng.

Tapi bener, saya sangat puas kok. tapi tidak kutepi tangannya, kubiarkan dia terus meraba selangkanganku. Enak sih rasanya.

Masih pengin ya, pak? tanyanya dengan tangan terus memijiti gundukanku, membuatnya semakin membesar dan mengeras tak terkendali.

bapak masih mau lagi ya? dia menaruh kembali celana dalam yang ia kenakan dan menggiringku naik ke atas ranjang.

Tapi, mbak aku ingin menolak, tapi remasan tangannya yang nikmat mustahil untuk kuabaikan begitu saja.

Sebentar saja, pak. Sebagai salam perpisahan kita.

sahutnya nakal sambil melempar senyum serta melirikkan matanya kepadaku, seperti menanti reaksiku.

Sementara tangannya terus meremasi dan mengurut-urut batang penisku.

Aku terdiam, bingung antara mau menolak atau pengen nambah lagi. Ehm, mbak

Tapi kalimatku sudah dia potong.

Aku buka lagi ya, pak.

Aku pengin lihat lagi nih jagoan bapak. dan tanpa menunggu persetujuanku, wanita itu dengan sigap mengendorkan ikat pinggangku dan membuka kancing utamanya.

Selanjutnya ia meraih resluitingnya dan memelorotkannya ke bawah, menampakkan nampak celana dalamku yang hitam kebiruan.

Di balik celana dalam itu, membayang alur daging sebesar pisang tanduk yang mengarah ke kananmilikku.

Oouu.. ini kali ya, pak, yang namanya stir kanan.

Kalau stir kiri, mengarahnya ke kiri, hehehe wanita itu menatapnya kagum sambil membelainya dnegan sayang.

Sudah kepalang tanggung, aku pun menyuruhnya untuk meneruskan.

Buka, mbak. Kita lakukan sekali lagi.

Nah, gitu dong, pak. Itu namanya bapak benar-benar muasin saya. dengan tidak sabar, wanita itu segera membetot kontolku dari sarangnya.

Melalui pinggiran kanan celana dalamku, batang itu mencuat keluar.

Gede, panjang, kepalanya yang bulat berkilatan penuh nafsu. Pada ujungnya ada secercah titik bening.

Rupanya cairan precumku telah terbit akibat remasan tangannya tadi.

Hisap, mbak. kuminta dia untuk mengulumnya karena kulihat dia begitu mengagumi benda itu.

Tanpa menjawab, wanita itu segera merunduk dan mendekatkan wajahnya.

Bibirnya yang tipis terasa hangat saat menempel di ujung kontolku.

Dia menyentuh, menjilat dan merasakan lendir lembut dan bening milikku.

Ughhh.. mbak, telan.

Masukkan dalam mulutmu. aku meminta.

Dia mengangguk, dan melakukannya.  Casino Online

Wanita itu menghisap dan mengulum dengan begitu sempurna.

Batangku ia sapu dengan lidah, ujungnya ia jilat pelanpelan, buah zakarnya ia remasremas sambil sesekali diciumi juga, sementara jembutnya yang lebat ia sibak agar tidak mengganggu.

Mbak Uhhh, enak banget sih kuelu-selus kepalanya.

Tahu gini, aku minta emut dari tadi.

 Mbak pinter banget. Uuhhhh kugerakkan kepalanya maju mundur, kupompa dengan lembut agar dia makin lancar mengulumnya.

Saat aku sudah tak tahan, segera kurebahkan tubuh montoknya dan kutindih kembali.

Tanpa membuang waktu, kami pun mendayung untuk mengarungi ronde yang ke dua yang sempat tertunda

Sunday, February 2, 2020

Pengealaman Seks dengan Mahasiswi di Kos-kosan


Kasir4D Cerita ini berawal pada saat aku masih di kuliah di Universitas M, kota X Pada saat itu, aku masih jomblo karena memang sejak dari SMP aku ga pernah berani mengungkapkan rasa cinta atau sayang kepada cewek, entah kenapa ya??

Nah, pada saat di bangku kuliah lah kemampuanku untuk melihat cewek dan berani mengungkapkan perasaan kami mulai terasah

Aku kenal dengan seorang cewek yang kuliah di fakultas Ekonomi Universitas M, sedangkan aku kuliah di fakultas teknik. Kami kenal secara ga sengaja.

Perkenalan dimulai waktu Universitas kami mengadakan Kemah bersama. Wuiihhh, rame banget. Kami kenal saat acara bebas.

“Hai…” sapaku ke cewek itu, dan dia balas menjawab “Hai juga.”

“Fakultas Ekonomi ya?” “Kenalkan Rendi.”

Aku mencoba untuk tetap PD walaupun sebenarnya sudah mulai ga kuat nahan badan yang panas dingin.

Tak diduga, dia menjawab “Namaku Sherly, kamu dari Fakultas Teknik kan?”.

Aku udah sering lihat kamu kok waktu lewat depan gedung Ekonomi.”

“Bagus, berarti tahap perkenalan bisa dilanjut nich!!”, aku berteriak dalam hati.

Selanjutnya, setelah perkenalan itu, kami semakin akrab. Namun, ada hal yang memang masih menjadi penghalangku untuk lebih dekat dan mencoba intim dengan Sherly.

Ternyata dia sudah punya gebetan, kebetulan temen dia waktu SMA dulu yang kuliah di Fakultas yang sama.

“Aduuuuhhhh!!!” Aku protes dalam hati, mengapa aku baru menemukan sesosok cewek yang okey pada saat dia sudah dimiliki orang lain

cewek itu berbadan proporsional, dengan tinggi badan sekitar 168 cm, dengan ukuran dada + 36B. Waaaaw… keren banget deh.

Sehingga kami hanya dapat berteman saja.

Walaupun begitu, aku sering mencuri – curi melihat dadanya yang ranum dibalik bajunya saat kami bertemu, tanpa diketahui pacarnya tentunya.

Seringkali pula, aku melihat dia melihat sesuatu di balik celanaku, ga tahu tuh, dia lihat apaan, tapi saat aku tanya, dia selalu menjawab celana panjang lo bagus.

Hingga suatu ketika, saat kami pergi berdua untuk cari makan malam, dia bercerita tentang permintaan pacarnya untuk segera menikah.

DHUEEERRRR!!!! Kepalaku terasa berat dan mataku terasa pedih.

Pada saat itu pulalah, aku kemudian memberanikan mengungkapkan perasaanku dan mengatakan menyayanginya.

Sebenarnya aku menyangka kalau Sherly akan marah dengan keterusteranganku.

Tapi, ternyata… dia malah terharu dan juga berkata,

“Gue sebenarnya juga sayang sama elo, tapi pacar gue ga mungkin mutus gue.”

Waduh, aku jadi kebingungan, dan sementara terdiam, tapi kemudian Sherly tersenyum dan bilang,

“Kita jadi temen mesra aja, dan akses bisa bebas, karena pacar gue juga udah bebas akses badan gue.” Nahhh loooo, hati ku berteriak gembira namun juga agak BT juga.

Ternyata tubuhnya sudah ada yang nimbrung.

Tapi sudah lah, aku sanggupi saja permintaan dia, dan mulai saat itu, aku pun bebas mengakses tubuhnya.

Pada malam itu pula, kami langsung praktek hehehhe…

Setelah makan malam, kami pun langsung pulang dan aku mampir ke kostnya.

Karena kost Sherly sangat bebas akses dan waktu berkunjung ga pernah dibatasi.

Kami pun memiliki waktu yang sangat luas.

Kami pun langsung masuk ke kamar Sherly, cepat – cepat dia membersihkan diri di kamar mandi, ternyata ada kamar mandi dalamnya.

Setelah dia mandi, aku pun bergantian mandi.

Aku bertanya dalam hati, kok ga mandi bareng aja ya? Ahh, paling itu kebiasaan dia aja kali ya?

Setelah kami berdua telah bersih, ternyata dia ga memakai kembali pakainnya.

Tapi memakai piyama handuk warna kuning cerah, aduh kaya jeruk aja pikirku .

Selanjutnya, aku langsung mendekat ke Sherly dan mulai menciumi wajahnya dan berhenti lama untuk menikmati manisnya bibir Sherly.

Wooowww… udah lama aku ingin meraba bibir ini, ternyata aku bisa!!!

Kami semakin panas, dan secara perlahan aku merasakan tekanan di bagian bawahku, ternyata tangan Sherly udah meraba – meraba bagian luar selangkangan ku.

Oooohhh… ahhhhh… kami semakin terangsang dan saling meraba, aku mulai meraba dada kanannya di depan piyamanya, aku goyangkan sedikit dan usap usap.

Uuuuhhhh, enak… Sherly mulai berkicau… ga berhenti.

Supaya ga terlalu mencurigakan, Sherly berhenti sebentar dan menyetel musik Pop Barat, sepertinya lagu kompilasi.

Ternyata lagu yang distel justru lebih merangsang libido kami.

Tanpa banyak bicara, aku kembali meraba tubuhnya dan mulai melucuti piyama Sherly,

Apa yang dimaksud dengan Kasir4D ?
Untuk jelasnya silahkan kunjungi :
Kasir4D , Agen Togel , Bandar Togel , Casino Online Terpercaya

tanpa banyak komentar pun, Sherly membuka kaos dan celana panjangku lalu meraba dadaku dan menghisap putingku..

Ahhhh sensasi yang luar biasa, karena memang aku belum pernah merasakan hal ini.

Ternyata Sherly sangat berpengalaman, aku pun berpikir apakah dia sudah sering beginian dengan pacarnya? Pikiran macam ini lah yang kemudian memacuku untuk dapat memuaskan nafsunya.

Segera aku pegang dadanya, dan aku usap usap putingnya yang berwarna merah muda.

Terus aku usap dan kemudian aku hisap.. slurp slurp slurp dan aku gigit sedikit untuk memberi sensasi kepada Sherly.

Uaaaahhhh, dia mengerang, “Terus sayang.. isep terus… enak.. ahhhh.”

Saat itu juga aku mulai meraba pangkal pahanya, Sherly masih memakai celana dalam warna merah muda.

Dengan penuh keyakinan aku mulai mengelus gundukan yang muncul dibagian bawah celana dalamnya.

Dia semakin mengerang… dan aku terus meraba, hingga aku rasakan gundukan itu terasa sedikit basah.. Aku bingung juga sich….

Sherly pun, tak mau kalah dengan aksi ku, dia mulai menyelipkan tangannya ke balik celana dalamku, dan langsung meraba Mr. P ku dan mulai meremas dan menarik maju mundur.

Aku sangat terangsang.. terasa sesuatu yang bergetar di tubuhku, dan aku semakin berani membuka celana dalam Sherly dan mengusap Mrs.V nya,

lama – lama, kami semakin asyik, tanpa sadar aku mulai memasukkan tanganku ke Mrs.V Sherly, penuh dengan kenikmatan yang aku ga tahu seperti apa, Sherly berkata,

“Kamu tiduran Ren, aku mau servis kamu…”

Aku pun langsung tiduran, dan terasa Mr. P ku menjadi hangat dan basah… saat aku lihat..  Togel Online

Wooooowwww… Sherly menjilat dan mengulum P ku dengan penuh semangat.. Ohhhh ahhhh uhhh..

aku mulai meracau ga menentu.. lagu yang diputar sejak tadi semakin menambah romantisme suasana.

Setelah Sherly puas menjilat dan mengkulum P ku, aku pun mencium bibirnya lagi, dan menjilat puting susunya..

terus aku lanjutin menjilat seluruh tubuhnya sama seperti yang Sherly instruksikan.

Saat mendekati Mrs.V nya, aku berhenti sebentar, karena ragu, namun Sherly berkata,

“Lanjutin aja Ren, lo bakal keenakan ntar”.

Aku pun menjilat Mrs.V nya dan sedikit maju mundur, karena secara naluri seperti itu.

Sherly meracau ahhhhh…..oooojjjjjhhhhh… terus Ren…. jangan berhenti…. enyakkkk….

Aku pun terus menjilati Mrs.V nya, dan tiba tiba aku berpikir, gimana kalo P ku bertemu langsung dengan Mrs.V nya.

Aku pun segera meminta hal ini ke Sherly, dia sedikit melihatku lalu, tersenyum dan mengangguk.

Wahhhh.. terasa sesuatu yang luar biasa terjadi, aku semakin terangsang.

Sherly membantu memegang P ku dan mengarahkan menuju Mrs.V nya.

Posisi yang kami pakai adalah Sherly di bawah dan aku di atas.

Saat P ku mulai masuk lubang Mrs.V nya, aku merasakan sedikit linu dan geli.

Tapi semakin kedalam, semakin hangat dan enak.. Ahhh ohhh… uhhh… terus sayang.. terus… jangan berhenti…. ahhhh…

Aku pun semakin tergoda untuk terus menyodok.

Bunyi srox.. sroxxx…sroxx… mulai terdengar dan kami berciuman dan saling meraba, aku semakin terangsang dan memegang kedua susu Sherly yang besar itu, dan mengusap pentilnya.

Sherly pun mencengkeram punggungku dan menarik pinggulku untuk semakin masuk ke tubuhnya.

Setelah beberapa saat, kami berganti posisi, Sherly berada diatasku dan aku memangku dia diatas ranjangnya.

Sherly semakin mudah mengatur posisinya.

Srok..srok..srokk..srokk… Sherly meracau… ouch..ah…uh…ach…. Enak… Ren…

Aku menjilat susunya dan mengulum pentilnya… dan terkadang mencium bibirnya.

Setelah sekitar 20 menit, aku mulai merasakan sesuatu yang bergetar di dalam tubuhku, dan siap untuk meledak… aku pun merasakan Sherly beberapa kali merinding….

Hingga akhirnya Sherly berteriak kecil dan tubuhnya menjadi tegang dan saat itu pulalah aku juga menegang dan sesuatu muncrat dari P ku di dalam Mrs.V nya…

Beberapa detik kemudian kami berciuman dan aku mencium pentilnya.

Setelah itu, aku berkata kalau ada sesuatu yang muncrat tadi, dan Sherly tertawa lepas..

“Hahahahahha… itu nama sperma Ren”, kamu ga pernah ML ya?”

“Ya ngga lah..” Aku membalasnya sambil kembali berpakaian, setelah membersihkan diri kami.

“Kalau itu sperma, berarti kamu bisa hamil dong Sher?

Terus gimana dong?” Aku menjadi takut.

Sherly dengan gampang menjawab…  Casino Online
 

“Tenang aja Ren, aku sering kok ML ama pacarku dan sering keluar di dalam.

Tapi aku cegah dengan pil KB biar ga hamil, dan sampai sekarang masih efektif kok hehehehe.

” Dia terkekeh… aku pun senyum aja, dan mencium bibirnya sebelum pulang.

Sejak saat itu, kami selalu meluangkan waktu untuk ML, bisa di kamar kost-ku atau di kamar kostnya.

Pokoknya di tempat yang kami lihat memungkinkan, tentunya tanpa meninggalkan kesan yang mencurigakan dengan pacar Sherly


Saturday, February 1, 2020

Pembantuku jadi istriku



Kasir4D Namaku jon umurku 28 aku belummemiliki pacar apalagi istri walaupun wajahku tampan dan kerjaanku mapan.

Kisah ini bermula pada waktu saya pulang kerja, jam sudah menunjukan 17:00 saatnya untuk pulang kerja,

saat di perjalanan hujan turun sangat besar sampai ke daerah rumah saya, waktu sampai di rumah saya melihat seorang wanita sedang kehujanan sampai basah kuyup di depan rumah saya, setelah saya memasukan mobil lalu saya menghampiri wanita itu, karena saya merasa kasihan saya tawarkan dia untuk berteduh di dalam halaman saya.

Mbak kok hujan-hujanan sampe basah kuyup gitu, di dalem rumah saya saja mbak berteduh

Iya mas makasih ga apa-apa kok di sini aja.

Mending di dalem aja mbak berteduh, yu mbak di dalem.

Iya den, makasih banyak iya. Akhirnya dia mau.

Sama-sama mbak.

Setelah dia masuk saya suruh dia duduk di kursi halaman, lalu saya masuk untuk mandi setelah mandi saya melihat dia di luar kedinginan ku suruh masuk aja di dalam rumah dan ku berikan handuk,

kaos dan celana bola karena tidak ada baju buat wanita, ku antarkan ke kamar mandi lalu dia mandi, setelah mandi dia ku suruh duduk di ruangan tengah dan ku tanya dia.

Mbak namanya sapa?

Yeti mas

Kalo mas sapa namanya?

Nama saya Jon, mbak

Mbak asalnya dari mana?

Saya dari kampung mas.

Oh, di sini kerja mbak?

Tadi saya di rampok mas, saya ke kota mau nyari kerja jadi pembantu, saya nekat mas karena buat beli susu anak saya.

sambil nangis dia curhat ke saya.

Kejam amat orang yang ngerampok mbak, iya udah mbak, mbak kerja jadi pembantu di sini aja sementara sampai mbak dapet gaji dari saya buat pulang ke kampung, kebetulan saya tidak punya pembantu.

Beneran mas? Makasih banyak iya mas

Iya mbak,

Emang suami mbak kemana?.

Suami saya ninggalin saya mas, sekarang saya tidak tau dia dimana.

Wah parah suami mbak, anak mbak umur berapa? Di kampung sama siapa?.

Umur 5 bulan mas, saya titipkan sama neneknya.

Ohh, Mbak umurnya berapa?

Umur mbak 39 mas.

Saya perhatikan wajahnya cantik dan saya kira-kira, badannya tinggi 172cm bahenol montok padat.

yang paling ku perhatikan toketnya dan pantatnya karena dia memakai kaos dan celana saya yang agak kekecilan jadi saat dia pakai jadi ketat, Toketnya berukuran 38-D.

lalu saya antarka dia ke kamarnya di belakang dekat kamar mandi.

Besoknya saya berikan uang buat dia untuk membeli pakaian.

Singkat cerita sudah seminggu dia menjadi pembantu saya, setiap hari saya perhatikan dia nafsu saya menggebu-gebu ingin sekali menikmati tubuhnya,

tapi hati saya ada rasa kasihan, dan setiap hari saya susah tidur kalo ga perhatikan dia,

saat suatu malam saya nekat karena pikiranku setiap hari tidak karuan terus akhirnya saya mendatangi kamarnya saat malam dia tertidur,

saya buka pintu kamarnya dan saya liat dia menggunakan daster tidurnya awur kakinya ngangkang pahanya yang mulus itu makin menarik saya,

saya duduk di sampingnya saya elus-elus pahanya, lalu saya mendekati kepalanya saya cium keningnya tangan saya membelai tokennya yang besar itu kenyal sekali sedikit-sedikit saya buka dasternya sudah terlihat Cdnya saya buka lagi sudah sampai perutnya dan saat sampai BRAnya dia terbangun, langsung saya cium bibirnya dengan paksa sambil tangan saya meremas toketnya.

Ehhhehhhmasjanganmastega..sama..saya..masss. .

Udah mbak diem mbak nikmatin mbak.

Mas jangan mas, jangan perkosa saya. Ahhhh.uhhhh.ohhhhhmasjaaangaan..!!Desahan dia saat saya mulai menjilat toketnya.

Lalu tangan saya mulai nmengosok-gosokan ke liang memeknya dari luar Cdnya, menusuk-nusukan telunjuk tangan saya, memeknya mulai basah.

“ah…ah..uhh..mass…tolooongg…berhenntii…maa ssss!!”

Dia mulai menangis.

aahhhhhh.ahhhha..uhhhhuuuddddaaaahhh.mas.uu udahhhjangan mas.

Saat saya akan menjilat memeknya dia memberontak menendang kepala saya, Lalu ku buka Cdnya dan saya jilat memeknya yang berjembut lebat..aaaahhhuuhhhhhh..niiiikkk.uuuudaah..mas. .jijikmas desahannya hampir menyebutkan kata Nikmat saya tersenyum..

Mbak nikmatin aja mbak nikmat kok

Mas.ahhhahhhh..uhhhhhhohhhhhhhhh..den!! desahannya keras, sepertinya dia mulai menikmati..

Dan ternyata dia sudah pasrah oleh jilatanku ke memeknya aku tertawa di hadapannya.

Ahahahaha tuhkan nikmat juga kan mbak..lalu aku jilat lagi memeknya sedap banget baunya.

Memeknya yang belum begitu jaweran.

Lalu saya buka pakaian sehingga saya terlanjang dan memperlihatkan kontoL yang tegang dan besar punya saya saya sodorkan ke mulutnya dan dia ternyata tidak mau,

ku paksa tusuk-tusuk ke bibirnya sambil berkata.

Apa yang dimaksud dengan Kasir4D ?
Untuk jelasnya silahkan kunjungi :
Kasir4D , Agen Togel , Bandar Togel , Casino Online Terpercaya

Ayo mbak jilat kontil saya udah tegang mbak

Dia mulai megang k0NT0L saya meraba-raba buah kontol saya, tangannya lembut sekali, lalu mulai memasukan helm k0NT0L saya di jilat-jilat lubang kontol itu,

uhhhh nikmat mbak sayang, masukan lebih dalam mbak ahhhh.uhhhhhhmbak iya gitu mbakkk.desahan saya.

Kontol mas besar banget mas hampir penuh bibir saya, hmmmm.mas.saya udah lama mas ga liat kontol

Si mbak ini tadi nolak kok sekarang malah suka sih..

Tadi kaget mas sama malu, si mas kok jahat mau ngewe saya..

Dia telus ngemUT kontol saya, dan saya remas-remas toketnya, terus saya lepaskan k0NT0L saya dari mulutnya da saya tempelin di tengah Toketnya supaya dia Ngesu ngewe susu. Aahhh nikmat sekali..

Mas udah mas saya pingin Di rojok sama kontol mas yang besar itu dan panjang,

saya udah kangen mas sama kontol apalagi kontol

mas yang besar pingin banget mas..

Iya uda mbaknya ngangkang mbak.

Langsung saya arahin kontol saya kelubang memeknya, dan ternyata sempit,

aahhhh.uhhhh.mas pelan-pelan saya udah ga ngewe massshhhhh.ohhhhhhhmass.terussssss.ahhhhh. desahnya. Togel Online

Iya mbak sayang nikmatin aja iya ahhhhhheehhhhhhh..memekkkk..mbak peret pake ****** saya mbakkkkdan akhirnya masuk semua sisa dikit karena sudah mentok. Memeknya bisa empot ayam.

Mas memek saya penuh kontolnya..ahhhh.ahhhhmas. akkkkkkkaakk.nikmat mas

yang kenceng masaaahhhhhhhhuhhhhhhhh.ahhhhhhh..mas?

iya mbak saya genjot ****** saya terima ini saya maju mundurkan dengan cepat di kombinasikan dengan pelan mbak.

ehhhhhhh..ehhhhhhhhplok.plok..suara peradua pantat saya dengan pantatnya.ahhhhhnikmat banget.mbak sayangggggahhhhhh.

massss..sssaaaaaayaaangggkumassuhhhhhh.ahhhhh hhhsssaaaayaa.mau..keluaaaarrrrrrrarrrrggggggggg eeerrrrrr

Ternyata dia sudah ngcrott lagi, Lalu saya cabut ****** saya dan saya emut maninya dimemeknya sampai bersih.

Nikmat mbak? Sambil ku tuntun dia agar nungging.

Mau di apain lagi mas si mbak ini?

Kita main dengan gaya Doggy style mbak.

Ayo mbak nungging sambil cengengesan dia nungging dan saya mulai mengarahkan kontol ini ke liang memeknya dulu kalo ke liang boolnya takut dia terkejut dan menolak lagi.

Setelah masuk saya genjot dengan cepat sampai dia menjeri-jerit keras sekali.

Aahhhhhhhhhh..ahah.ahuhuh.uh.uh.. mas pelan mas eweah.uh..ihhhooooohhhhh.meemekkk saya nnn..annttiiii jeeeebooolllll mas ahhhhhhhhh sayaaaanggggg..mas

desahannya yang ga berhenti-henti dan jeritannya juga membuat nafsu birahiku makin meledakk.

 mass..massss.saaa.yyyyaaaangggg. mbak udah ga kuatttt saaayyyyaaangggg..aaaaaahhhhhhhhhhhhhhhuuuuuuuhhh hhhhhoooohhhhhhh.

dia menjerit kencang sepertinya ngecrot lagi..

Mbak ngcrroottt lagiiii? Saya juga mbak barengan mbak keeeeluuuuaarrrrrin..ahhhhhhhhahhhh


ahhhhhhh.ahhhhhhh..crot..crotttt.crrroootttt. .crootttttcrrroooooottttagerrrrrrrahhhh mbakk sayangkuuuuu.

Iya massss.sayaaaanggggg.uuhhhhahhhhhmbak keluar ke 2xnya mass sayyyyaaanggg.

Kontolku tetap mennancap di memeknya, saat ku cabut netes cairan kental, air mani saya bercampur air maninya..

Dan kita ambruk di kasur bersampingan, lalu dia merapatkan tubuhnya dan memelukukku menindihku,

nikmat sekali memeknya 3jam saya hajar tu memek nikmat sekali, kita sudah saling bilang sayang saat ngewe tadi.

Lemes sayang? Nikmat ga? Kata saya

Huuh sayang lemes sekali ngcroottt 2x makasih iya sayang kenikmatan yang mas sayangku ini berikan.

Mbak Sayang? sambil saya elus kepala rambutnya

dia tersenyum. apa sayang?  Casino Online

Mbak sayang sama saya? .

Sayang mas Sayang dari pertama mas mau bantu saya, saya sudah kagum dan sayang sama mas,

kenapa tadi mas maksa saya merkosa saya padahal kalo di minta juga saya kasih mas.

aahahhahasaya juga sayang sama mbak saya kasihan sama mbak wanita yang cantik bahenol semok ini tapi di sia-siain sama suami mbak.

Dia bangkit dan memandangku dengan serius memeluku sambil berbisik.

Mas bener sayang sama mbak.

Sayang mbak sayanggggggg banget mbak saya. Mbak mau ga jadi istri saya?.

Mau mass saya mau mass,..

Iya nanti anak mbak bawa aja ke sini kalo kita sudah menikah, mbak kita mandi dulu yu?.

makasih mas sayangkuu..ayo mas..

Aku gendong dia kekamar mandi dan saat dikamar mandi kita melakukannya lagi sambil berdiri di bawah sower,

sambil aku bangkit dan ku peluk dia sambil ku bisikan,aku ingin memilikimu dengan utuh mbak dan hidup bersama denganmu sayang, Dia juga mengatakan sama.

1 jam kita ewean di kamar mandi lalngsung aku gendong lagi dia ke kamarku untuk tidur bareng denganku terlanjang.

Semenjak itu lusanya kita menikah dan sudah sebulan kita menjadi suami istri dia hamil mengandung anakku, semenjak itu juga aku menjadi sayang sekali pada dirinya.