Monday, May 4, 2020

Oral Seks Dengan Tante Sherly


Kasir4D Sewaktu orang tua saya sedang pergi keluar negeri. Teman baik ibuku, Tante Sherly, yang berumur 26 tahun, diminta oleh orang tuaku untuk tinggal di rumah menjagaiku.

Karena suaminya harus keluar kota, Tante Sherly akan menginap di rumahku sendirian.

Tante Sherly badannya agak tinggi, rambut yang panjang, kulitnya putih bersih, wajahnya ayu, pakaian dan gayanya seksi.

Tentu saja saya sangat setuju sekali untuk ditemani oleh Tante Sherly. Biasanya, setiap ada kesempatan saya suka memainkan kemaluanku sendirian.

Tapi belum pernah sampai keluar, waktu itu saya masih belum mengerti apa-apa, hanya karena rasanya nikmat.

Mengambil kesempatan sewaktu rumah lagi kosong dan Tante Sherly juga belum datang.

Setelah pulang sekolah, saya ke kamar tidurku sendirian memijit-mijit kemaluanku sembari menghayalkan tubuh Tante Sherly yang seksi.

Kubayangkan seperti yang pernah kulihat di majalah porno dari teman-temanku di sekolah.

Selagi asyiknya bermain sendirian tanpa kusadari Tante Sherly sudah tiba di rumahku dan tiba-tiba membuka pintu kamarku yang lupa kukunci.

Dia sedikit tercengang waktu melihatku berbaring diatas ranjang telanjang bulat, sembari memegangi kemaluanku yang berdiri.

Aduh malunya setengah mati, ketangkap basah lagi mainin burung. Segera kututupi kemaluanku dengan bantal, wajahku putih pucat.

Melihatku ketakutan, Tante Sherly hanya tersenyum dan berkata”,Eh, kamu sudah pulang sekolah yah., Tante juga baru saja datang”. Saya tidak berani menjawabnya.

“Tidak usah takut dan malu sama Tante, itu hal biasa untuk anak-anak mainin burungnya sendiri” ujarnya.

Saya tetap tidak berani berkutik dari tempat tidur karena sangat malu. Tante Sherly lalu menambah, “Kamu terusin saja mainnya, Tante hanya mau membersihkan kamar kamu saja, kok”.

“Tidak apa-apa kan kalau Tante turut melihat permainanmu”, sembari melirik menggoda, dia kembali berkata “Kalau kamu mau, Tante bisa tolongin kamu, Tante mengerti kok dengan permainanmu”, tambahnya sembari mendekatiku.

“Tapi kamu tidak boleh bilang siapa-siapa yah, ini akan menjadi rahasia kita berdua saja”. Saya tetap tidak dapat menjawab apa-apa, hanya mengangguk kecil walaupun saya tidak begitu mengerti apa maksudnya.

Tante Sherly pergi ke kamar mandi mengambil Baby Oil dan segera kembali ke kamarku.

Lalu dia berlutut di hadapanku. Bantalku diangkat perlahan-lahan, dan saking takutnya kemaluanku segera mengecil dan segera kututupi dengan kedua telapak tanganku.

“Kemari dong, kasih Tante lihat permainanmu, Tante janji akan berhati-hati deh”, katanya sembari membujukku.

Tanganku dibuka dan mata Tante Sherly mulai turun ke bawah kearah selangkanganku dan memperhatikan kemaluanku yang mengecil dengan teliti.

Dengan perlahan-lahan dia memegang kemaluanku dengan kedua jarinya dan menuruni kepalanya, dengan tangan yang satu lagi dia meneteskan Baby Oil itu di kepala kemaluanku, senyumnya tidak pernah lepas dari wajahnya yang cantik. “Tante pakein ini supaya rada licin, kamu pasti suka deh” katanya sembari mengedipkan sebelah matanya.

Malunya setengah mati, belum ada orang yang pernah melihat kemaluanku, apa lagi memegangnya.

Hatiku berdebar dengan kencang dan wajahku merah karena malu. Tapi sentuhan tangannya terasa halus dan hangat. “Jangan takut yah., kamu rebahan saja”, ujarnya membujukku.

Setelah sedikit tenang mendengar suaranya yang halus dan memastikan, saya mulai dapat menikmati elusan tangannya yang lembut.

Tangannya sangat mahir memainkan kemaluanku, setiap sentuhannya membuat kemaluanku bergetar dengan kenikmatan dan jauh lebih nikmat dari sentuhan tanganku sendiri.

“Lihat itu sudah mulai membesar kembali”, kemudian Tante Sherly melumuri Baby Oil itu ke seluruh batang kemaluanku yang mulai menegang dan kedua bijinya.

Kemudian Tante Sherly mulai mengocok kemaluanku digenggamannya perlahan-lahan sambil membuka lebar kedua pahaku dan mengusap bijiku yang mulai panas membara.

Kemaluanku terasa kencang sekali, berdiri tegak seenaknya dihadapan muka Tante Sherly yang cantik.

Perlahan Tante Sherly mendekati mukanya kearah selangkanganku, seperti sedang mempelajarinya.




Terasa napasnya yang hangat berhembus di paha dan di bijiku dengan halus. Saya hampir tidak bisa percaya, Tante Sherly yang baru saja kukhayalkan, sekarang sedang berjongkok diantara selangkanganku.

Setelah kira-kira lima menit kemudian, saya tidak dapat menahan rasa geli dari godaan jari-jari tangannya.

Pinggulku tidak bisa berdiam tenang saja di ranjang dan mulai mengikuti setiap irama kocokan tangan Tante Sherly yang licin dan berminyak.

Belum pernah saya merasa seperti begitu, semua kenikmatan duniawi ini seperti berpusat tepat ditengah-tengah selangkanganku.

Mendadak Tante Sherly kembali berkata, “Ini pasti kamu sudah hampir keluar, dari pada nanti kotorin ranjang Tante hisap saja yah”. Saya tidak mengerti apa yang dia maksud. Dengan tiba-tiba Tante

Sherly mengeluarkan lidahnya dan menjilat kepala kemaluanku lalu menyusupinya perlahan ke dalam mulutnya.

Hampir saja saya melompat dari atas ranjang. Karena bingung dan kaget, saya tidak tahu harus membikin apa, kecuali menekan pantatku keras ke dalam ranjang.

Tangannya segera disusupkan ke bawah pinggulku dan mengangkatnya dengan perlahan dari atas ranjang.

Kemaluanku terangkat tinggi seperti hendak diperagakan dihadapan mukanya.

Kembali lidahnya menjilat kepala kemaluanku dengan halus, sembari menyedot ke dalam mulutnya.

Bibirnya merah merekah tampak sangat seksi menutupi seluruh kemaluanku. Mulut dan lidahnya terasa sangat hangat dan basah.

Lidahnya dipermainkan dengan sangat mahir. Matanya tetap memandang mataku seperti untuk meyakinkanku.

Tangannya kembali menggenggam kedua bijiku. Kepalanya tampak turun naik disepanjang kemaluanku, saya berasa geli setengah mati. Ini jauh lebih nikmat daripada memakai tangannya.

Sekali-sekali Tante Sherly juga menghisap kedua bijiku bergantian dengan gigitan-gigitan kecil.

Dan perlahan turun ke bawah menjilat lubang pantatku dan membuat lingkaran kecil dengan ujung lidahnya yang terasa sangat liar dan hangat.

Saya hanya dapat berpegangan erat ke bantalku, sembari mencoba menahan rintihanku.

Kudekap mukaku dengan bantal, setiap sedotan kurasa seperti yang saya hendak menjerit.

Napasku tidak dapat diatur lagi, pinggulku menegang, kepala saya mulai pening dari kenikmatan yang berkonsentrasi tepat diantara selangkanganku.

Mendadak kurasa kemaluanku seperti akan meledak. Karena rasa takut dan panik, kutarik pinggulku kebelakang.

Dengan seketika, kemaluanku seperti mempunyai hidup sendiri, berdenyut dan menyemprot cairan putih yang lengket dan hangat ke muka dan ke rambut Tante Sherly.

Seluruh badanku bergetar dari kenikmatan yang tidak pernah kualami sebelumnya.

Saya tidak sanggup untuk menahan kejadian ini. Saya merasa telah berbuat sesuatu kesalahan yang sangat besar.

Dengan napas yang terengah-engah, saya meminta maaf kepada Tante Sherly atas kejadian tersebut dan tidak berani untuk menatap wajahnya.

Tetapi Tante Sherly hanya tersenyum lebar, dan berkata “Tidak apa-apa kok, ini memang harus begini”, kembali dia menjilati cairan lengket itu yang mulai meleleh dari ujung bibirnya dan kembali menjilati semua sisa cairan itu dari kemaluanku sehingga bersih. “Tante suka kok, rasanya sedap”, tambahnya. Togel Online
 

Dengan penuh pengertian Tante Sherly menerangkan bahwa cairan itu adalah air mani dan itu wajar untuk dikeluarkan sekali-sekali.

Kemudian dengan penuh kehalusan dia membersihkanku dengan handuk kecil basah dan menciumku dengan lembut dikeningku.

Setelah semuanya mulai mereda, dengan malu-malu saya bertanya, “Apakah perempuan juga melakukan hal seperti ini?”.

Tante Sherly menjawab “Yah, kadang-kadang kita orang perempuan juga melakukan itu, tapi caranya agak berbeda”.

Dan Tante Sherly berkata yang kalau saya mau, dia dapat menunjukkannya. Tentu saja saya bilang, saya mau menyaksikannya.

Kemudian jari-jari tangan Tante Sherly yang lentik dengan perlahan mulai membuka kancing-kancing bajunya, memperagakan tubuhnya yang putih.

Waktu kutangnya dibuka buah dadanya melejit keluar dan tampak besar membusung dibandingkan dengan perutnya yang mengecil ramping.

Kedua buah dadanya bergelayutan dan bergoyang dengan indah. Dengan halus Tante Sherly memegang kedua tanganku dan meletakannya di atas buah dadanya. Rasanya empuk, kenyal dan halus sekali.

Putingnya warna coklat tua dan agak besar.

Tante Sherly memintaku untuk menyentuhnya. Karena belum ada pengalaman apa-apa, saya pencet saja dengan kasar.

Tante Sherly kembali tersenyum dan mengajariku untuk mengelusnya perlahan-lahan.

Dari Tante Sherly pengalaman pertamaku dimulai dan itu akan selalu kuingat sepanjang hidupku.

Sunday, May 3, 2020

Ngentot Kakak Ipar Yang Doyan Anal


Kasir4D Aku seorang pria yang sudah menikah. panggil saja Edo.Aku sekarang tinggal di jogja, walaupun aku bukan asli jogja, istri ku yang asli jogja. Aku menikah muda,23 tahun, saat aku masih kuliah, dan istri ku juga.

kami menikah karena MBA. Karma kata teman-teman ku. Aku bukan PK yng suka ganti-ganti pasangan, hanya tidak bisa menahan hasrat saja. Ini adalah kisah ku dengan kakak ipar ku yang bisa dibilang, tidak akur tapi hanya akur masalah sex.

Istri ku anak kedua, hanya dia dan kakaknya yang keduanya wanita, sedangkan aku anak tunggal. Pengalaman sex pertama istri ku adalah dengan ku, sedangkan aku memang sudah rusak dari SD.

Dulu di SD aku pernah main titit sama adik teman yang juga tetanggaku. Maksudnya main titit adalah kami saling menggesekkan alat kelamin, dan itu waktu aku masih kelas 2 SD, bersama 2 teman tetangga ku lainnya.

kelas 3 SD aku sudah nonton LD bokep, mulai masturbasi, mengintip pembantu mandi, dan bahkan memaksa menyusu pada pembantu ku. Kelas 5 SD, aku sudah ciuman dan petting tetangga yang memang akan pindah ke luar kota, juga baca novel porno bahasa inggris ayah ku. Bahkan SMP aku sudah melepas keperjakaan ku.(nanti beda cerita deh).

Istri ku,sebut saja Ani, adalah pacar resmi ketiga ku, yang memang mengangkat ku dari keterpurukan, memberi ku semangat kuliah lagi, dan ingin ku nikahi, aku memang serius.

Aku memang tidak bisa pacaran tanpa ML,kedua pacar ku sebelumnya pun ku perawani, dan istri ku tak terkecuali. Aku memang tidak pernah dan tidak suka ML pakai kondom, sehingga entah aku telat cabut, atau perhitungan istri ku salah, akhirnya kami menikah karena dia hamil.

Salah satu yang sangat menentang pernikahan kami dan sangat membenci aku adalah kakak ipar ku, sebut saja Rini. ternyata baru ku tahu dia adalah cewek yang jarang punya pacar, pacarnya yang sekarang adalah pacar yang keduanya, dan bisa dibilang tidak begitu popular dikalangan pria.

Beda dengan istri ku yang memang banyak yang suka, sehingga aku mematahkan hati cukup banyak pria karena dia menikah denganku.

Yang membuat mbak Rini tambah benci kepada ku saat itu, mungkin karena aku tinggal bareng mertua dan masih merepotkan.

Jadilah di rumah itu ada 6 orang, Ayah dan Ibu mertua, aku, istri, anak, dan mbak Rini. Ini belum termasuk eyang putrinya istriku.

Setelah putri pertama ku lahir, entah mengapa, aku sangat susah dapat jatah dari istri, bisa 1 bulan sekali, itupun kalo moodnya bagus.

Banyak sekali alasannya, mulai dari capek mengurus anak, hingga dia berlendir, yang artinya tanda sedang subur. Mau tak mau aku harus menahan diri.

Untungnya aku punya beberapa teman cewek yang baik hati dan mau jadi teman selingkuhku.

Kami melakukannya karena memang suka dan butuh. Tapi kalau memang tidak bisa, ya balik ke selera asal, onani.

Aku bisa agak nyeleneh masalah sex. Aku dari SMA mulai menyuaki Panty Fethisism, maksudnya onani sambil mencium celana dalam bekas seorang wanita.

Lebih bagus kalau aku tau memang itu celana dalam milik cewek yang aku suka, bekas pakai, jadi masih berbau khas cewek.

Nikmat rasanya onani dan akhirnya menumpahkan sperma ke celana dalam bekas itu, sambil membayangkan menumpahkan sperma di memek cewek itu.

Beberapa kali aku terpaksa memakai celana dalam mbak Rini, kakak iparku, saat istri ku tak memberiku jatah.

Memang kalau masalah cantik, labih cantik dan putih Ani, istri ku, tapi kalau masalah body, toket n bokong lebih besar mbak Rini.

Istri ku yang sudah menyusui saja cuma 38b, sedangkan mbak Rini yang belum menyusui sudah 38b juga, kadang kalau tak salah dia pakai yang 40b tergantung merek bra nya.

Aku memang cowok yang tidak begitu mempermasalahkan muka pasanganku, yang penting enak dilihat, karean aku sadar diri aku tidak ganteng.

api yang penting cewek ku , harus chubby, agak gendut tak apa, asal bokong dan toketnya, wuih.

Itulah alasan aku cukup sering memakai celana dalam mbak Rini untuk masrturbasi, bodynya itu yang bikin aku sering horny dan membayangkan ML sama dia. Dan semuanya aman-aman saja ku lakukan tanpa ketahuan, hingga suatu malam.

Malam itu seperti malam lainnya, dimana aku gagal minta jatah dan terpaksa mengendap-endap ke mesin cuci mencari celana dalam kotor mbak Rini untuk pelarian.

Setelah mendapatkan yang ku cari, aku segera menuju ruang computer yang berada di belakang dekat kamar mandi. Aku mulai menyalakan computer, dan menonton koleksi bokep ku.

Aku simpen di folder yang terproteksi password, jadi tak ada seorang pun yang bisa membukanya. Aku sudah hafal kebiasaan rumah ini. Tidak ada yang bangun ke kamar mandi sampai jam 4 pagi, jadi karena sekarang masih jam 12.30 malam, aku aman untk melakukan pelampiasan hasrat ku.

Sebelum terlalu tenggelam dalam kegiatanku, ku cek sekali lagi kondisi rumah, semuanya tertidur lelap, kecuali mbak Rini yang sedang asyik telepon dengan pacarnya.

Tiba-tiba terdengar suara desahan tertahan dari dalam kamar mbak Rini. Aku yang terbiasa dengan suara seperti itu, jadi penasaran apa benar suara tersebut seperti dugaanku, mbak Rini sedang phone sex.

Sampai sekarang aku tak bisa phone sex walaupun pernah sekali mencoba bersama salah satu teman cewek ku. Aku menunggu sambil pura-pura nonton tv. Tak berapa lama, mbak Rini keluar ke kamar mandi.

Aku pun mematikan tv dan ikut ke belakang. Mbak Rini pun langsung bertanya, mau ngapain le?, main computer jawab ku santai.

Mbak Rini pun masuk kamar mandi, dan ketika dia keluar, aku pun bertanya dengan santainya, habis ngapain mbak? kok ada suara suara dari dalam kamar tadi?.

Mbak Rini agak kaget, malu dan marah, maksud mu apa to le? kamu nguping mbak telpon tadi? sambil pura-pura nonton tv?

siapa yang nguping? kan suaranya kedengeran sampai luar. kalau ada orang bangun nonton tv selain aku juga pasti denger suara desahan mbak di kamar. ngapain sih mbak? ga dapet jatah dari mas adi? tanya ku santai.

sok tau kamu! jawab mbak Rini sambil berlalu. Aku pun malas bertanya lagi, dan hanya berkutat di depan computer. Di rumah memang aku dipanggil tole oleh mertua dan mbak Rini, karena aku cowok satu-satunya selain mertua laki-laki.

Tak lama, aku mendengar samar ada teriakan tertahan. Penasaran, aku lalu menuju kamar mbak Rini, dan memang terdengar lagi desahan-desahan tertahan.

Timbul niat iseng ku, ku ambil hp ku dan merekam desahan-desahan mbak Rini.Hanya sebentar, dan aku yang makin horny karena desahan mbak Rini, segera kembali ke computer dan memulai bokep ku.

Celana dalam mbak Rini pun ku keluarkan, dan mulai ku n cium-cium aromanya. Ak pun mulai onani dengan santainya.

Lupa dengan kemungkinan mbak Rini keluar dan memergoki aku sedang onani. Dan ternyata benar saja, saat aku sedang hampir orgasme, dengan celana dalam mbak Rini ku ciumi aromanya, mbak Rini memergoki aku.

Aku yang gagal orgasme, bercampur malu, bingung menyembunyikan celana dalam mbak Rini. ooo, jadi begini to kalo kamu gak dapet jatah dari dek Ani? Ayo ngaku le! kamu habis ngapain tadi? tunjukin tu celana dalem! perintah mbak Rini.

ampun mbak, kalo mbak gak bilang siapa-siapa, aku juga gak bakal kasih tau siapa-siapa tentang phone sex mbak deh.

nego ku dengan agak takut, karena memang mbak Rini terkenal galaknya.

Mbak Rini pun tak kalah gertak,mana buktinya kalau aku phone sex? kalau kamu, sudah ada bukti jelas.

Aku dengan santainya mempedengarkan hasil rekaman ku., dan mbak Rini langsung melunak seketika. ya jangan gitu lah le, kamu ga kubilangin deh, tapi hapus rekaman mu itu. aku malu kalo ketahuan le. bujuk mbak Rini.

Aku sih santai saja. karena sudah ku back up di computer dengan kabel data sesaat sebelum ini. aku pun menyanggupinya.

Dengan mbak Rini yang lebih melunak, dia yang mengajak aku bicara duluan. gak dapet jatah le? tanya mbak Rini, sambil mendekati ku, menarik kursi dan duduk agak jauh dari ku. ya iya lah mbak.

kalo aku dapat jatah, aku mana mau onani. kan lebih enak ML. tapi dek Ani kan memang ada aja alasan untuk ga ML sama aku. terpaksa onani lah, daripada ke sarkem (sarkem tu pasar kembang- tempat prostitusi di jogja).

trus mbak juga ngapain phone sex? kan tiap hari bisa minta mas Adi? masih kurang jatah malam ya? horny amat seh? tanya ku. dan entah kenapa mbak Rini diam saja, malah balik bertanya. itu celana dalam ku to? kenapa kamu pake onani le? kamu ga cukup sama de Ani.

dan sudah berapa lama kamu kaya begini? kalau berapa lama, ya ga tau, tapi setiap ada kesempatan, dan de Ani ga kasih jatah, ya begini jadinya.

aku kan orang yang gampang horny mbak. jawab ku jujur, daripada nanti dia lebih marah lagi, bisa bahaya. trus mbak sendiri ngapain? tadi belum jawab pertanyaan ku lo.

Mbak Rini tak menjawab. dia hanya diam, dn mendekati ku. Le, punya mu sebesar apa to? coba ku lihat., sambil menark tangan ku yang menutupi kontol dan celana dalamnya.

Agak kaget dia ketika melihat kontol ku yang sudah menegang, dan diambilnya celana dalamnya yang sudah basah oleh sperma ku, dilihat dan diciumnya celana dalamnya. bau pejuh mu le, lumayan kental ya.

kontol mu juga sedikit lebih besar dari mas Adi. De Ani dulu selalu ngerasain itu ya? Ku lihat mbak Rini yang sepertinya horny juga lihat kontol ku, wah kesempatan nih, pikir ku.

kalau mau pegang boleh loh mbak. Tapi mbak Rini malah bangun dan masuk kamarnya, tanpa berkata apa pun, membawa celana dalamnya yang ku pakai onani tadi, entah untuk apa.

Besoknya, aku dirumah sendirian. Ayah dan ibu mertua kerja, istri ku ada kuliah, sedangkan mbak Rini sudah pergi entah kemana.

Anak ku biasanya dititipkan ke tante dari istri ku, karena memang harusnya aku pun sedang mengajar. Aku kerja sambilan jadi tentor di sebuah lembaga pendidikan.

Tapi karena tadi pagi ternyata ada sms tidak ada kelas, aku di rumah saja. aku lantas berinisiatif membersihkan rumah. Maklum numpang mertua, jadi harus bantu bersihin rumah.

Tiba-tiba ada suara motor masuk, ku kira istri ku sudah pulang kuliah, tapi ternyata mbak Rini yang pulang. Mbak Rini masuk tanpa menyapa ku.



 
Aku pun tak peduli, dan selesai bersih-bersih, aku langsung nonton tv. Tak ku duga mbak Rini memanggilku, le! kesini bentar! aku mau ngomong! penting! nadanya agak tinggi.

Aku yang malas, menghampirinya. Kaget juga aku saat tau di kamarnya dia siap sedang bersiap ganti baju.

Duduk le! Aku Cuma mau kasih tau kamu, kamu ga boleh lagi onani kaya semalam. bagaimana pun juga kamu sudah punya istri. dan kalau tidak bisa tahan dan horny sekali, kamu kan bisa minta sama aku.

kata-kata terakhir mbak Rini adalah kata-kata yang paling aneh yang pernah ku dengar.

jangan bercanda lah mbak. nanti kalau aku mau beneran baru kapok loh jawab ku setengah tak percaya.

Mbak Rini dengan tak terduga melemparkan celana dalam yang kemarin ku pakai onani kepada ku, dan lalu melorotkan celana pendek jins yang dia pakai.

Aku diam dan kaget melihatnya, Gila, ada apa dengan mbak Rini sih? tanya ku dalam hati. Setelah celananya lepas, dia pun melepas celana dalamnya, lalu melemparkannya pada ku. cepat onani lagi pakai celana dalam ku, aku juga mau onani liat kamu onani.

biar adil kita Aku hanya diam, walau kontol ku sudah tegang, dan sangat terangsang melihat dia mulai duduk mengangkang dan memainkan klitorisnya sendiri.

Aku mengambil celana dalam yang dipakainya, hitam, agak transparan, dan ku cium, lalu ku sentuhkan ke kontol ku dan mulai onani.

Tak tahan dengan pemandangan dan tau kalau mbak Rini belum akan orgasme, aku menawarkan sesuatu pada mbak Rini, mau ku bikin orgasme enak ga mbak? dijamin minta lagi deh.

Tanpa menunggu jawaban, aku pun menghampiri mbak Rini dan mendekat wajah ku ke gawuknya. Mbak Rini tampaknya tahu apa yang akan ku lakukan. Ku mulai dengan mencium bibir gawuknya, mulai menjilati selangkangan dan bagian dalam pahanya. Lalu aku mulai naik menjilati klitorisnya.

Mbak Rini yang dari tadi sepertinya menahan desahan, tiba-tiba menekan kepala ku ke gawuknya. Aku mulai menikmati seluruh bagian gawuknya.

Aku sangat suka menjilati gawuk wanita, baunya yang khas, rasanya yang khas, semuanya menggoda ku untuk terus menjilat, mencium dan menghisap gawuknya.

Mbak Rini ternyata sangat suka ketika aku menghisap dan menggigit klitorisnya.

Desahannya makin menjadi saat ku lakukan itu. Jari ku pun tak mau diam, aku mulai memasukkan jari manis dan tengah ku mencari g-spotnya.

Tiba-tiba mbak Rini membuka semua sisa pakaiannya, lalu menarik tangan kiri ku ke toketnya, dan aku mulai merangsang toketnya.

Tak lama, dengan intensnya rangsangan di g-spot dan klitorisnya, mbak Rini pun orgasme, dengan aku yang masih menghisapi klitorisnya kuat-kuat. Basah semua mulutku dengan cairan gawuknya.

Mbak Rini yang sepertinya sudah cukup pulih tenaganya menarik ku duduk di sebelahnya. Aku pun mulai lagi rangsangan di gawuk dan mulai menghisapi putingnya. Tanpa ku duga, mbak Rini menarik muka ku dan mencium bibir ku penuh nafsu, dan ku layani ciumannya, sambil terus melakukan rangsangan di toket dan gawuknya.

Tangan mbak Rini tiba-tiba aktif mengocok kontol ku. Selepas ciuman, mbak Rini langsung mengarahkan mulutnya untuk menyepong ku. Ku sambut dengan sedikit jambakan rambut, agar batang kontol ku bisa masuk semua dan bisa menyentuh kerongkongannya. Teknik sepong mbak Rini ternyata hebat, entah belajar dimana dia.

Istri ku tak pernah mau menyepong ku, jadi aku sangat suka saat mbak Rini ternyata menyepong ku. Kepala kontol ku dihisap keras-keras, dan lubang kencing ku dijilatinya begitu nikmat hingga hampir saja aku orgasme.

Tak tahan lagi ingin mencoba kakak ipar sendiri, aku langsung minta ijin memasukkan kontol ku ke gawuknya yang lumayan sempit.(dibanding istri ku yang sudah pernah melahirkan).

Mbak Rini tak menjawab apa-apa, hanya mebuka pahanya lebar, lalu melepaskan kontol ku dari mulutnya, lalu mulai menciumi ku. Perlahan ku arahkan dan ku masukkan kontol ku ke gawuknya.

Ku tekan pelan, mulai masuk, dan akhirnya masuk semua batang kontolku dalam gawuk mbak Rini. Mulai ku genjot pelan, kami pakai gaya misionaris.

Mbak Rini mulai mendesah agak keras, aku pun mulai mempercepat genjotan ku. Enak le? sama dek Ani enak mana? tanya mbak Rini pada ku yang sibuk menghisap dan menggigit putingnya.

Dek Ani sudah agak longgar mbak, lebih sempit gawuk mbak lah. Aku suka banget loh mbak. Apa lagi aku dah hampir 1 bulan ga dapat jatah. Ini benar-benar sangat enak.

Toket mbak memang mantap, lebih padat dan besar dari dek Ani. Kemarin-kemarin cuma bisa onani sambil bayangin ngentot mbak Rini.

Eh, sekarang malah ngentot beneran. Mbak sendiri kenapa akhirnya mau mbak? tanya ku sambil tetap menggenjot

 Mbak Rini yang kelabakan dengan genjotan ku, menjawab sekenanya. ga puas ma mas adi le, dan penasaran sama kontol mu. enak gak kalau masuk gawukku? Ternyata gede dan enak ya le. Togel Online
 

Tau begini, dari dulu-dulu mbak ngajak kamu *******. mbak suka banget kamu jilatin gawuk mbak kaya tadi. nanti lagi ya. oke mbak, asal aku dapat gawuk mbak, aku pasti puasin mbak lah.

Cukup lama juga gaya misionaris ini. Lalu mbak Rini mulai berinisiatif diatas, memperlihatkan goyangan toketnya yang besar itu sambil ku remas dan ku hisap, bahkan ku gigit yang ternyata membuat mbak Rini tambah liar menggoyangkan pantat dan bahkan mengkegel kontol ku.

Tak kuat akan orgasme, ku minta mbak Rini menungging dan aku mulai gaya favorit ku, doggie, yang ternyata juga gaya favorit mbak Rini.

Sebelum ku sodok, ku jilati dulu belahan dan lubang pantat mbak Rini. Geli le, tapi enak katanya. Saat ku sodok dan ku pacu gawuknya dengan agak kasar dan cepat, ku masukkan juga jari telunjukku ke lobang pantat mbak Rini.

Mbak Rini mendesah lebih seru seperti menikmati sodokan di kedua lobangnya. Tak lama mbak Rini meminta ku memacu lebih keras dan cepat, yang cepet le, lebih dalem lagi, agh…agah…enak le…yang kuat le…agh…mmmhhh…agak kasar…pantat ku kobel aja le…agh…masukin lagi jari mu….enak le….bentar lagi aku orgasme…agh…agh….agh…aaaaaagggghhhhh…… !!!! teriak mbak Rini yang tak peduli apa-apa lagi selain nikmatnya sex.

Aku pun mengistirahatkan sejenak kontol ku. Setelah cukup pulih dan selesai orgasme mbak Rini, kembali ku pacu dengan cepat gawuknya.

Sebentar saja, aku bertanya, mbak, ku keluarin dalem gawuk ya. biar plong rasanya, dan puas bisa orgasme dalam gawuk mbak.

Mbak Rini hanya terus mendesah dan ku anggap itu jawaban ya. mbak…enak mbak…di kegel mbak…kempot kontol ku mbak…enak mbak…agh…agh…keluar mbak!…

Ku tunggu berhenti muncratnya pejuh ku, lalu ku cabut kontol ku agar aku bisa berbaring disebelah mbak Rini.

Tapi mbak Rini langsung menyambar kontol ku dan menghisap, mungkin membersihkan sisa pejuh ku. enak pejuh mu le. pantes dek Ani suka. tapi tenang, aku punya pil kok. kan mas Adi juga gak mau numpahin pejuh di luar gawuk ku. Ku cium mbak Rini, lalu mulai kurangsang lagi dia.

Pejuh ku yang keluar dari gawuknya diambilnya dengan jari dan dijilatnya. kalau mau coba nanti bisa ku keluarin di mulut mbak deh. mau coba? dek Ani ga pernah mau, jadi ku kira mbak gak suka kata ku.

Mbak Rini tak berkata apa-apa, tapi langsung memegang kontol ku dan mulai menyepong. Nikmatnya, tau begini dari dulu ya mbak. coba bisa tiap hari begini.

asyik deh Mbak Rini tak berkomentar dan terus menyepong. Aku pun tak mau kalah, ku jilati dubur mbak Rini. Semoga mbak Rini mau di anal.

Aku yang sudah tak tahan lagi, mulai mencoba memasukkan kontol ku dalam gawuk mbak Rini. Mulai ku genjot dia dari samping. dan aku pun mulai merayu dia untuk ku anal. sakit ah le kalo silit. dan aku gak bisa ee lo.

kalo pake jari tadi memang enak. tapi kalo pake kontol masih takut. aku terus membujuknya, dan meyakinkan kalau rasa dan sensasinya mirip ngentot di gawuk.

Dan entah bagaimana, akhirnya mbak Rini mau mencoba anal. Dengan ini, mbak Rini jadi cewek ke 7 yang ku perawani duburnya.

Cewek-cewek sebelumnya, semua teman sex ku, dan tak jarang cewek yang ku ajak One Night Stand pun ku anal, karena mereka sudah pernah di anal.

Aku memang suka anal, sempit gimana gitu, sensasi rasanya beda dengan gawuk.

Beneran enak lo le, awas kalo sakit doang dan ga enak. kata mbak Rini cemas. Ku jilati silit mbak Rini, dan kupastikan kontol ku sudah cukup licin.

Mbak Rini ku minta nungging, dan ku coba buka lubang silitnya, dan mulai ku tusukkan kontol ku perlahan,. Mungkin karena cukup licin, kontol ku sudah masuk ke silitnya.

Kubiarkan beradaptasi dulu, lalu mulai ku pacu pelan. Tampak mbak Rini menahan sakitnya, tapi mendesah cukup keras. lama kelamaan, karena mulai terbiasa, ku pacu lebih cepat silit itu.

Enak le, agh…agh…agak cepet dikit dong le…enak silit ku….gawuk ku di kobel dong le….agh…agh…agh… pinta mbak Rini. Otomatis tangan kanan ku memainkan klitoris dan g-spot mbak Rini.

Ku masukkan jari tengah dan manis ku lagi. sementara, mbak Rini sibuk mendesah dan mencubit puting, dan kadang klitorisnya sendiri.

Tak lama, mbak Rini meminta ku mengganti posisi. Dia ingin diatas, dan aku menyodok silitnya lagi.

Enak ternyata le, besok lagi ya, agh..agh.. setelah agak lama, mbak Rini pun orgasme, tapi aku tak memperlambat laju ku. agh..aku sudah le sabar mbak, sebentar lagi aku juga sampai..agh…agh..aaagghhh.. ku keluarkan semua sisa pejuh ku di silit mbak Rini.

Tak lupa sisa yang masih ada di kontol ku di jilat bersih oleh mbak Rini. Aku menciumnya dan bilang makasih ya mbak, gawuk dan silit mbak memang top.

jangan marah kalo besok aku minta lagi ya mbak. dan mbak Rini hanya tersenyum aku juga puas banget kok le.sudah sana cepet. kamu ada les tho.

aku juga mau ketemu temen. keburu dek Ani pulang juga. Mbak Rini bergegas ke kamar mandi, sedang aku masak mi instant karena lapar sekali. Aku dan mbak Rini makan bersama. dan baru ketemu lagi malamnya.

Malamnya, kami bertingkah biasa saja, kecuali aku tetap tak bisa tidur. Mbak Rini yang terbangun tengah malam bertanya kok belom tidur le? gak capek? aku aja capek banget.

jangan bilang kamu minta jatah sama aku malam ini. aku gak bisa. capek banget. dan setengah bercanda, ku perlihatkan kontol ku yang memang lagi tegang padanya.

gak bisa tidur kalo masih tegang begini. sepongin dong mbak, biar loyo dan bisa tidur.

Mbak Rini pun tanpa ragu memegang penis ku, dan mulai menyepong. Jepit pake toket dong mbak, tapi nanti keluarinnya semua di mulut mbak, gak boleh ada yang tumpah.

kalo tumpah aku mau silit mbak. mbak Rini terus menyepong sambil membuka baju tidur yang ternyata dia tidak pakai bra. Langsung dijepit toket 40b mbak Rini sambil dihisap kepala kontol ku.

Akhirnya, aku pun orgasme yang langsung dihisap semua dalam mulut mbak Rini.

Tanpa sisa, dan tanpa komentar selain memang lebih enak pejuh mu le daripada mas Adi. gak nyesel aku ngentot sama kamu, dia mencium ku dan masuk ke kamar lagi.

Banyak sekali cerita seru seks ku dengan mbak Rini. Dia memang tempat pelampiasan utama seks ku.

Ku akui aku jauh lebih sering ngentotin mbak Rini daripada istri ku. Tentu semua tanpa ketahuan.

Saat rumah sepi, atau quickie di kamar mandi, mbak Rini selalu mau dan minta ku entot.

Yang paling favorit tetap silitnya yang sempit itu. Sekarang dia kerja di jakarta.

Tapi kalau pulang ke jogja, dia pasti minta jatah pejuh pada ku, dan aku akan menikmati silit sempit kakak ipar ku.

Saturday, May 2, 2020

Ngentot Memek Mahasiswi Cantik


Kasir4D Di suatu perumahan baru, dekat dengan kampungku berada di tengah sawah, bisa dikatakan cukup terpencil tempatnya dan belum banyak penghuninya, disana kira kira hanya 7 rumah yang dihuni, ada satu rumah yang memang berisi semua wanita, baru satu minggu ini aku memantau rumah tersebut, ternyata ditempati 4 orang cewek.

Semuanya terlihat cantik dan cute, ternyata mereka mahasiswa yang masih kuliah semester pertama, kami pun mulai mengenal nama mereka, karena kalau malam aku dan teman temanku sering nongkrong dekat perumahan tersebut.

Suatu saat kita kumpul, aku, ropik, adi, catur sedang tongkrong dan gitaran di pos, salah seorang yang bernama Vina anak kuliah yang ngekos itu melewati kami dengan memakai pakaian yang ketat dan memakai celana gemes.

Timbul pikiran jahat dibenakku dan kucetuskan pada teman-temanku.

“Wah Jon….cakep dan sexi juga ya penghuni kost itu..?” pancingku.

“iya tuh..sexi banget….wah sayang karena orang kayak kita kan bisanya cuman ngeliat aja…” Adi pun menimpali

”Bener cewek gitu ga bakalan mau sama orang kayak kita kita Jon..”

Lalu aku kembali memancing mereka..”Klo emang ga mau kenapa gak kita perkosa aja sekalian rame-rame..kan bukannya dia juga ga bakalan jadi milik kita….?”

“Gila loh ….entar dipenjara gimana..?” sahut Catur.

“Ga bakalan ….. asal tahu caranya bro…” Sahutku

“Maksud loe gimana jack..?” Tanya Adi.

Aku mengeluarkan sebuah handycam dari tasku dan beberapa tutup kepala yang memang sudah lama aku siapkan

“Ini nih jurus ampuh memperkosa tanpa takut dilaporkan kepolisi..mau tahu caranya..?” Aku berkata kepada Catur “Kamu bisa gunakan ini kan..Gung.?”

Catur tersenyum simpul dan mengangguk. “Jadi kita gunakan kamera ini saat kita memperkosa mereka dan kita gunakan sebagai ancaman klo mereka berani melapor..!!!!”

Dan aksi itupun tak lama akan Dimulai…… Waktu menunjukkan pukul 22.30, perlahan kami satu persatu memanjat dinding belakang kost putri yang tidak terlalu tinggi itu.

Pelan pelan kubuka pintu dapur yang tidak terkunci dan menuju kedalam pelan pelan diikuti oleh teman temanku.

Aku melihat hanya ada 2 motor yang terparkir berarti hanya ada dua penghuni kost saat ini.

Darahku terkesiap ketika melihat salah satu kamar tidak terkunci dengan pintu sedikit terbuka, aku melihat Vina sedang tidur dengan paha mulus putihnya yang terbuka.

Aku segera membagi 2 kelompok masing masing dua orang.

Aku dan Catur memasuki kamar Vina dan kelompok kedua Adi dengan Ropik mengetuk kamar Heni.

Adi mengetuk kamar Heni perlahan..rupanya Vina terbangun terlebih dahulu karena kamar mereka bersebelahan. namun aku dan Catur sudah bersiap dan segera menempelkan golok dileher Vina.

“Diem lo jangan bertingkah..!!!!!!” Vina terkejut dan masih terdiam.

“Coba panggil temen kamu yang masih tidur dari sini..!!” wajah Vina pucat dan dengan gemetar memanggil temannya,

“Hen… bangun  Heniii…tolongin gue Heenn…” panggil Vina dengan suara gemetar.

Sementara Adi masih mengetuk kamar Heni. Tak lama pintu dibuka dan Adi langsung menyergap Heni sambil menempelkan goloknya pula.Heni terkejut dan langsung pucat, dia tidak berani berteriak.

“Ringkus dan ikat dia dengan lakban Adi..!! Biar dia menikmati tontonan gratis antara aku dan temannya ha..ha..ha…” perintahku.

Setelah Heni diringkus oleh kedua temanku, aku segera memakai topengku dan memberi isyarat ke Catur supaya menyalakan handycam. Vina semakin pucat dan mulai memohon

“Ampun bang …tolong jangan perkosa kami..ini kami ada sedikit uang untuk Abang..ambil semua yang Abang mau tapi tolong jangan perkosa kami bang..” Kata Vina hampir menangis.

Aku tampar wajah Vina, “Diem loh jangan berisik..!!” lalu mendorong tubuh mungil Vina keatas tempat tidurnya yang indah.

Vina mulai terisak, aku tak perduli. Aku segera meraih daster tipisnya dan kurobek dengan kasar.

Vina mencoba berguling kesamping sambil menutupi daerah dadanya sambil menyembunyikan wajahnya yang manis.

Aku segera meraih tubuhnya dan kutelentangkan dengan paksa.

Aku membuka silangan tangan didada Vina dan dengan kasar sekali lagi aku merobek BH Vina yang hanya berukuran 32 B.

Tampaklah kedua bukit indah yang mungil dengan puting susu yang memerah.

“Singkirkan tangan elo sekarang atau gua pukul lagi kamu..!!”

Perlahan lahan Vina menurut. Aku mulai meremas dan menciumi buah dada indah itu, sementara Vina masih terisak.Heni yang terbelenggu dipaksa kedua temanku untuk melihat semua kejadian itu.

Aku membuka seluruh pakaianku, dan aku menjambak rambut Vina sehingga wajahnya terangkat.

“Nih kulum penis gue..awas klo ga mau gue bunuh kamu sekarang juga..!!!” Kataku Vina menurut..

Oooh betapa nikmat rasanya ketika mulut mungil berbibir tipis itu mulai mengulum penisku.

“Heh..setan!! Awas jangan kena gigi elo rasanya sakit tahu…!!!” aku memaklumi karena mungkin Vina baru pertama kali ini mengulum penis seorang cowok.

Dan aku segera memaju mundurkan wajah Vina dipenisku dengan menjambak rambutnya.

Tanpa membuang waktu lagi aku segera memerintahkan kedua temanku untuk melepaskan Heni dan membuka lakban dimulutnya.

Aku memerintahkan Heni supaya masuk ke ranjang dimana Vina sedang mengulum penisku.
 

https://bit.ly/kasir4d
 
“Buka bajumu…dan jilat vagina temanmu ini..awas kalau tidak mau menurut gue bunuh kamu sekarang juga..!!’ Kataku.

Adi dan Ropik terkekeh melihatku. “Bisa aja kamu jack..wah wah..wah sekali dapet dua lalat nih ayo terusin jack..!!” kata mereka.

Catur masih menyorot semua kejadian itu dengan handycamku.

Adi dan Ropik mulai melepaskan semua pakaian mereka dan mengocok penis mereka , rupanya mereka juga terangsang melihatku.

Seperti perintahku setelah aku mengatur posisi sedemikian rupa, heni mulai menjilati vagina Vina dengan ragu-ragu.

“Ayo yang mesra jilatin vagina Vina..!! Kalau tidak bisa kupotong lidahmu ..!!” gertakku.

Heni menuruti kata kataku. Wajahnya semakin pucat dan hampir menangis.

Setelah dia menjilati vagina Vina, rupanya kuluman Vina pada penisku mulai kacau, oleh sebab kenikmatan yang ditimbulkanHeni pada vaginanya.

Aku tersenyum melihatnya. Birahiku segera memuncak dan segera ingin meperkosa vagina milik Vina yang terlihat sempit itu.

Kemudian aku menyuruh Vina untuk berhenti dan tidur terlentang. Aku menyuruh Heni untuk meletakkan vaginanya diatas mulut Vina.

“Nah sekarang gantian elo yang jilatin vagina milik Heni..jangan mau enaknya saja ya..!!”

Vina pucat tapi dia menurut. wajah Vina terbenam diselangkangan milik Heni sementara mereka semua hanya terdiam ketakutan menuruti perintahku.

Aku memposisikan penisku divagina Vina,sambil terus berusaha menyodok vaginanya.

Aku terus meremas dan menciumi buah dada Heni yang berukuran sedang dan indah pula.

Lubang Vina masih terasa begitu sempit, walaupun terlihat kesakitan dia masih terus berusaha menjilati vagina Heni.

Lubang milik Vina sudah basah akibat jilatan Heni tadi, dan Drrrt..drrt..drrt.aku segera memompa memasukkan penisku dalam vagina perawan milik Vina.

Sempit sekali rasanya sehingga menimbulkan sensasi nikmat yang luar biasa dipenisku.

“Aah..tolong sudah bang sakit bang…aduh..sakit bang..tolong…!!” Jerit Vina

Adi segera mendatangi Vina dan menampar mulutnya ..PLAK..!!! “Diem Loe dan jangan coba coba bersuara lagi..!! Jilatin terus memek temen kamu itu!!!” kata Adi.

Air mata Vina tak dapat dibendung lagi menahan perih, dan aku semakin tak peduli.

Semakin cepat aku memompa penisku dalam vaginanya, sambil aku terus meremas dan mencium buah dada Heni yang vaginanya masih terus dijilatin oleh Vina.

Sepuluh menit kemudian …..Crrooot ! spermaku tumpah didalam vagina Vina.

Aku menghentikan aktivitas penisku didalam vagina Vina. Terasa berdenyut denyut nikmat dinding vagina Vina.

Sementara aku berhenti kini rupanya giliran Heni yang tiba tiba mengejang …

Rupanya dia juga mengalami orgasme karena jilatan Vina pada vaginanya.

Melihat hal itu aku jadi kembali terangsang dan penisku bangkit berdiri lagi.

Aku menyuruh mereka bertukar posisi. Sekarang posisi Vina ditempati oleh Heni begitu pula sebaliknya. sekarang vagina Vina-lah yang dijilatin oleh Heni.

Darah keperawanan Vina masih meleleh dipahanya bercampur spermaku.

Aku memerintahkan Heni untuk menjilati bersih sperma bercampur darahku dipaha Vina.

Heni yang ketakutan itu hanya menurut sambil menangis, sesekali terlihat dia seperti mau muntah namun ditahannya.

“Awas klo elo sampai muntah gue keluarin semua isi perut eloe..ngerti..?” ancamku pada Heni.

Gadis itu semakin ketakutan. Kini penisku sudah berada dibibir vagina Heni, sementara Heni masih menjilatin vagina milik Vina yang baru saja kehilangan keperawanannya , aku terus mencumbu dan meremas dada Vina.

vagina Heni rupanya memang lebih sempit, aku sampai kesulitan beberapa kali membobol keperawanan miliknya. Togel Online

Sampai aku akhirnya benar-benar memaksa penisku barulah aku dapat menembus vagina Heni.

Jujur saja ketika memerawani Heni penisku agak sakit karena memang vagina Heni lebih sempit dari vagina milik Vina.

Setelah beberapa saat setelah penisku berada dalam vagina Heni yang sudah berdenyut dari sejak awal perawannya kubobol, aku mulai menggerakkan penisku maju mundur .

Gilaaa…!! vagina Heni lebih nikmat dari vagina Vina karena memang bentuk tubuh Heni lebih kecil dari bentuk tubuh Vina.

Setengah jam aku memompa vagina Heni sampai akhirnya aku memuntahkan spermaku jauh labih banyak daripada spermaku di vagina Vina.

Setelah aku menghabiskan spermaku diliang vagina Heni , aku meyuruh Vina untuk kembali mengulum penisku membersihkan sisa darah keperawanan Heni yang masih melekat di penisku.

Lalu aku berpaling kepada ketiga temanku yang sudah menunggu dengan telanjang dan masing masing penis yang sudah ngaceng.

“Bagaimana..?” Tanyaku……” “Hebat Jack…….sampai sampai gue ama Ropik udah ga tahan niiih…!!!” Kata Adi

“Sabar..sabar dulu ya kalian pasti akan menerima bagian masing masing..” “biar mereka bersihkan vagina mereka dahulu ….ya..?” Kataku

Adi sudah tidak sabar lagi, namun aku mencegahnya. “Coba lihat dulu ini…”

Lalu aku segera memerintahkan kedua gadis itu untuk saling menjilati vagina temannnya hingga bersih.

Adi tertawa lebar ”ha.ha..ha..betul juga maksud elo jack..masa kami dikasih bekas kecap elo… ha..ha..ha”

Setelah mereka melihat kedua vagina milik Sinta dan Vina sudah terlihat bersih dari spermaku dan ceceran darah keperawanan mereka yang masih menempel dipaha.

Adi dan Ropik segera menyergap dan meperkosa kedua gadis malang itu, dilanjutkan dengan acara bertukar pasangan dan tak ketinggalan pula Agus sang ‘kameramen’ yang merekam semua adegan pemerkosaan itu.

Setelah hari menjelang subuh kami menguras seluruh harta kedua gadis itu termasuk motor ATM dan nomer Pin serta perhiasan yang tidak sedikit jumlahnya.

Maklum sepertinya mereka anak orang kaya.

Sebelum meninggalkan mereka aku sempat mengancam, kalau berani amcam- macam, adegan pemerkosaan itu akan kami sebarluaskan.

Setelah itu kami semua pergi meninggalkan mereka hingga beberapa bulan lamanya.

Rupanya rahasia itu masih tersimpan rapi oleh mereka, karena setelah sekian lama kami merantau dan memutuskan untuk pulang kampung ternyata tidak ada tanda tanda bahwa kami dicari oleh pihak kepolisian.

Hanya saja Vina dan Heni sudah tidak bertempat tinggal dikostnya lagi, rupanya mereka telah pindah.

Friday, May 1, 2020

Ngentot Buat Bayar Hutang


Kasir4D Perkenalkan, namaku adalah Nani umurku 29 tahun, aku adalah seorang istri dari seorang lelaki bernama Toni yang umurnya juga sama denganku. Aku hanyalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan Toni bekerja hanya kalau sedang ada proyek saja.

Kalau sedang tidak ada proyek maka Toni hanya diam di rumah dan tidak berusaha untuk mencari pekerjaan tetap yang bisa menjamin hidup kami. Selama 3 tahun pernikahan kami, Toni tidak pernah bekerja tetap di satu perusahaan. Entah untungnya atau sialnya kami sampai sekarang belum dikarunai seorang anak.

Akibat dari Toni yang tidak mempunyai pekerjaan tetap akhirnya dia mempunyai hutang dimana-mana. Sampai suatu saat ada orang yang datang ke rumah kami dan marah-marah karena Toni belum juga membayar hutangnya.

Pada saat itu aku hanya bisa menemani Toni di sisinya menghadapi kata-kata kasar orang yang dihutangi oleh Toni.

Aku sendiri melihat gelagat yang aneh dari orang itu. Sambil marah-marah matanya seringkali tertangkap olehku sedang melirik ke arahku.

Aku sendiri memang mempunyai tubuh yang cukup bagus menurutku. Tinggi 170cm (termasuk tinggi untuk perempuan lokal), berat 60kg, kulit sawo matang, dengan ukuran dada 36.

Kehidupan seks kami tidaklah bermasalah walaupun tidak bisa dibilang istimewa. Toni selalu dapat memuaskanku walaupun dia adalah seorang yang konservatif yang selalu bermain dengan gaya yang itu-itu saja.

Beberapa hari setelah rumah kami didatangi oleh orang yang menagih hutang, aku melihat orang tersebut di jalan ketika aku mau pergi ke rumah saudaraku.

Tadinya aku akan meminjam uang dari saudaraku untuk menutupi hutang Toni pada orang tersebut, tapi ditengah jalan aku mempunyai pikiran lain.

Aku ikuti orang tersebut untuk mengetahui dimana rumahnya. Tadinya niatku hanya untuk mengetahui saja, tapi akhirnya aku mempunyai niat lain.

Aku putuskan untuk menggadaikan tubuhku untuk melunasi hutang-hutang suamiku kepada orang itu.

Setelah aku mantap dengan niatku, beberapa hari kemudian aku memberanikan diri untuk mendatangi rumah orang tersebut. Rumah orang itu memang sangat besar dan sangat mewah.

Setelah berhasil mengatasi rasa gugupku akhirnya kuberanikan diri untuk memencet bel. Tak lama kemudian seorang lelaki kurus yang kupikir adalah pesuruh di rumah itu keluar.

“Nyari siapa bu?”

“Hmm. Bapaknya ada?” tanyaku pada lelaki tersebut.

“Ibu siapa? Biar saya sampaikan ke Bapak.”

“Bilang aja dari istrinya pak Toni.”

Akhirnya pesuruh itu masuk ke dalam rumah dan tak lama berselang dia keluar lagi untuk membukakan pagar.

“Tunggu aja di ruang tamu bu.” Katanya padaku. Langsung saja aku menuju ke arah yang ditunjuknya.

Sebuah pintu dari kayu jati dengan ukiran yang sangat cNanik. Belum juga aku sampai ke depan pintu, pintu tersebut sudah dibuka dari dalam. Rupanya yang membukakan pintunya adalah orang yang kucari.

Orang dengan perawakan kurang lebih 180cm dan kuperkirakan beratnya 75kg. Aku perkirakan umurnya sekitar 50 tahun. Berkulit hitam dan terlihat masih segar.

Kesan angker yang ditunjukkannya pada saat menagih hutang tidak ada sama sekali pada  saat aku datang. Justru aku menangkap kesan ramah dan sopan dari dia. Dia langsung menjabat tanganku sambil menyebut namanya.

“Brata. Mari masuk bu…”

“Nani” Jawabku langsung ketika melihat dia kebingungan.

“Oh iya. Bu Nani silahkan masuk”

Aku langsung masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Brata langsung memersilakan aku untuk duduk.

“Mau minum apa bu Nani?”

“Ah gak usah repot-repot pak” jawabku dengan gaya basa-basi bangsa timur.

Akhirnya Pak Brata menyuruh pembantunya untuk membuatkan sirup.

Sambil menunggu minuman datang pak Brata memulai pembicaraan, sekaligus untuk mencairkan suasana yang kaku. Seolah-olah dia tahu kalau aku gugup dan grogi bertemu dengannya.

Kuakui dia adalah sosok yang bisa membuat pembicaraan menjadi santai. Ditambah lagi mungkin dengan wawasan yang cukup luas sehingga dia sepertinya tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan layaknya penyiar radio yang selalu ngoceh sepanjang jam siaran.

Semakin jauh kami berbicara justru aku semakin kehilangan rasa gugupku yang tadi menghinggapi.

Obrolan kami sempat terhenti karena pembantu pak Brata datang membawakan minuman pesananan majikannya.

“Silahkan diminum bu Nani”

“Oh iya pak. Terima kasih.” Tak lama langsung saja kuteguk minuman yang disuguhkan.

“Koq sepi ya pak? Istri bapak lagi keluar?” Tanyaku unuk memulai obrolan kembali.

“Istri saya sudah lama meninggal.”



 
“Oh maaf pak, saya gak tahu”

“Oh gak apa-apa. Oh iya bu Nani sudah berapa lama menikah dengan pak Toni?”

“Tiga tahun pak. Tapi ya gitu deh pak. Mas Toni gak pernah punya kerjaan tetap. Jadi makin lama makin numpuk aja hutangnya.

Ditambah lagi sampai sekarang kami belum juga punya anak” kataku sekalian curhat sedikit ke pak Brata.

Setelah disinggung soal hutang, pak Brata akhirnya menanyakan perihal hutang suamiku. Dan dia juga bercerita bahwa sebenarnya suamiku tidak hanya berhutang kepadanya tapi juga ke teman-teman pak Brata.

Jujur saja aku kaget, karena selama ini suamiku tidak pernah berkata jujur perihal hutangnya. Rupanya pak Brata sudah menyimpan rencana sendiri yang kurang lebih mirip dengan rencanaku.

Dan akhirnya rencana itu disampaikan kepadaku, bahwa hutang suamiku bisa lunas dengan catatan aku mau diajak bercinta dengannya. Pengurangan hutang suamiku satu juta setiap aku melayaninya.

Dan itu berlaku juga untuk hutang suamiku dengan teman-temannya yang ternyata ada dua orang lagi. Dan ternyata suamiku berhutang sepuluh juta ke setiap orangnya.

Ini berarti aku harus bercinta tiga puluh kali, dengan setiap orangnya aku layani sepuluh kali. Aku sempat berpikir juga melihat keadaan yang seperti itu, tapi demi melunasi hutang suamiku akhirnya aku sanggupi permintaannya.

Akhirnya aku disuruh kembali lagi keesokan harinya, karena hari itu Pak Brata sudah mempunyai janji dengan rekan bisnisnya.

Sebelum pulang aku menanyakan apakah teman-temannya berkenan dibayar hutangnya dengan tubuhku? Dan Pak Brata berhasil meyakinkan bahwa teman-temannya pasti akan satu suara dengannya.

Akhirnya keesokan harinya aku datang kembali ke rumah Pak Brata. Hari itu aku untuk pertama kalinya berdandan bukan untuk suamiku, tapi untuk laki-laki lain.

Aku datang dengan pakaian tetap casual saja. Toh pikirku pakaian ini juga tidak berguna karena ketika aku menunaikan tugasku baju ini harus dilepas. Yang jelas aku mempersiapkan mentalku untuk hal ini.

Karena ini juga untuk pertama kalinya aku akan disetubuhi oleh laki-laki yang bukan suamiku. Dan yang jelas aku juga mempersiapkan vaginaku. Semua bulu-bulu yang tumbuh disekitar vaginaku kucukur habis, sehingga vaginaku bisa terlihat dengan jelas.

Sesampainya di rumah Pak Brata aku disambut dengan hangat, Pak Brata mencium punggung tanganku dan kedua pipiku. Diriku agak canggung menerima perlakuan yang diberikan kepadaku, karena dia bukan suamiku.

Tetapi aku sendiri tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh suamiku. Saat itu aku merasa diperlakukan layaknya seorang perempuan.

Dia tidak menunjukkan bahwa dia hawa nafsunya, tapi justru menunjukkan sikap seorang lelaki dewasa yang membuatku sedikit “terbius” oleh perlakuannya.

Setelah sambutan hangatnya aku langsung diajak menuju kamarnya. Kamar yang cukup mewah bagiku. Dan rupanya Pak Brata telah menyulap kamarnya menjadi begitu indah.

Wangi bunga telah memenuhi seisi kamarnya. Ketika aku masih terpesona dengan kamarnya yang mewah tiba-tiba dia memelukku dari belakang. Refleks dan sedikit terkejut membuat diriku agak memberontak.

Tetapi dia meyakinkan diriku untuk tenang dan menikmati saja saat-saat tersebut.

Dia mulai menciumi leher dan kupingku yang jelas membuatku terangsang. Lalu dia membalikkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan.

“Boleh kupanggil Nani saja?” tanyanya padaku.

“Hmm.. boleh aja pak”

“Wah. Jangan panggil pak dong. Panggil saja Brata. Supaya lebih mesra.”

“Iya Brata. Boleh aja kalau kamu mau panggil aku Nani.” aku mulai menikmati keadaan.

“Hmm.. Nani. Sebenarnya ada satu lagi kejutan untukmu hari ini.”

“Apa itu?” Togel Online

Belum dia menjawabnya tiba-tiba pintu kamar terbuka. Lalu ada dua orang memasuki kamar tersebut. Hal itu jelas saja membuat aku kaget.

“Ini dia kejutannya. Ada dua orang lagi temanku yang dihutangi suamimu yang ingin ikut bermain dengan kita.”

“Tapi Brata…” “Tenang saja. Kalau kau melayani kami sekaligus maka bayarannya dinaikkan menjadi 1,5 juta untuk sekali main. Tidak lagi satu juta.”

Sebenarnya aku agak keberatan juga dengan keadaan itu. Tapi karena suasana yang tercipta sudah kunikmati akhirnya aku menyetujuinya. Kedua temannya memang berbeda sekali dengannya.

Temannya yang satu bernama Faisal, keturunan Arab mempunyai dan berkulit putih. Sedangkan yang satunya bernama Hans, keturunan Cina.

Tapi yang jelas ketiganya mempunyai postur tubuh yang sama. Tinggi besar dan tegap.

Beda sekali dengan suamiku yang tingginya kira-kira sama denganku dan mempunyai tubuh yang tidak sebagus mereka.

Jujur saja diam-diam aku mulai mengagumi mereka bertiga dan mulai membayangkan disetubuhi oleh mereka bertiga.

Aku sudah lagi tidak peduli dengan suasana romNanis di kamar Pak Brata, tapi aku sudah mulai membayangkan suasana liar yang akan terjadi berikutnya.

Tiba-tiba saja Pak Brata sudah mulai mencium bibirku. Aku yang dari tadi sedang menghayal jelas terkejut, walaupun tidak lama dan langsung membalas ciuman dari Pak Brata.

Tak lama berselang Faisal dan Hans langsung bergabung. Faisal datang dari belakangku dan langsung menciumi leherku sedangkan Hans langsung ke tujuan dengan meremas kedua dadaku.

Hal ini jelas saja membuat nafsuku meledak. Aku tidak tahan untuk tidak bersuara, dan akhirnya akupun mulai mengeluarkan desahan dari mulutku.

Setelah itu bajuku dan celana panjang yang aku pakai mulai dilepas dari tubuhku sehingga terlihat bra dan cd yang aku kenakan. Hal ini jelas saja membuat mereka bertiga tambah liar untuk menjamah tubuhku.

Dan tak lama berselang bra dan cdku pun ikut lepas dari tubuhku sehingga aku benar-benar bugil.

Sudah tidak ada lagi perasaan canggung dan malu di diriku. Yang ada hanya nafsu yang sudah berada di ubun-ubun. Setelah itu mereka bertiga pun melepas pakaiannya masing-masing.

Dan aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku ketika mereka bertiga sudah bugil. Karena mereka semua mempunyai ukuran penis yang sangat besar bagiku.

Panjang penisnya sekitar 20 cm dan berdiameter kira-kira 4-5 cm. Aku sendiri tidak dapat membedakan secara pasti punya siapa yang paling besar.

Karena ukuran penis mereka yang hampir sama. Tapi yang jelas berbeda sekali dengan punya suamiku yang hanya sekitar 13cm dengan diameter 2 cm.

Aku dihadapkan dengan tiga penis raksasa. Perasaan takut dan penasaran bercampur aduk di diriku. Takut karena belum pernah melihat penis dengan ukuran sebesar itu.

Penasaran karena perempuan mana yang tidak mau vaginanya dimasuki penis seperti itu.

Setelah semuanya bugil mereka membimbingku untuk jongkok, dan setelah itu mereka semua mengelilingiku. Mereka minta dioral secara bergNanian.

Lalu kulakukan permintaan itu dengan senang hati walaupun agak bersusah payah.

Aku sering mengoral suamiku, tetapi yang ini beda. Tiga penis dengan ukuran jauh dari penis suamiku. Ukuran penis mereka membuat aku agak gelagapan dan sedikit sesak nafas awalnya.

Tapi lama-lama akhirnya aku bisa menguasai keadaan juga. Ketika aku mengoral penis pak Brata kedua tanganku mengocok penis Hans dan Faisal, begitu seterusnya.

Jika satu sedang kuoral maka yang dua lagi kebagian kocokan tanganku.

“Aarrrgghhh nikmat sekali seponganmu Nani” ucapan itu terlontar dari Faisal ketika mendapat giliran dioral olehku. Hans mendapat giliran terakhir untuk kuoral.

Dan ketika giliran Hans mereka membimbingku ke arah tempat tidur. Rupanya mereka memintaku untuk mengoral Hans sambil terlentang sementara penis Hans berada di atas mulutku.

Ketika sedang asik-asiknya menikmati penis Hans, tiba-tiba kurasakan rangsangan hebat di kedua payudaraku dan di vaginaku.

Rupanya Faisal sedang asik menggerayangi kedua payudaraku.Dia sedang asik meremas dan menjilati kedua payudaraku. Sedangkan Pak Brata berada di selangkanganku, dia terlihat asik menjilati vaginaku.

Terang saja aku mengoral Hans sambil mengerang (ingin berteriak tidak bisa karena mulutku disumpal penis Hans) keenakan karena perlakuan kedua orang tadi terhadap dua tempat sensitif di tubuhku.

Tak lama kemudian Hans melepaskan penisnya dari mulutku lalu bergabung dengan Faisal untuk menikmati payudaraku.

Faisal menggarap payudara kiriku sedangkan Hans yang kanan pak Brata tetap menjilati vaginaku. Hal ini membuatku terangsang hebat sehingga tidak tahan lagi untuk berteriak dan meracau.

“Aarrrrgghhh, nikmat banget… teruuussss… aaarrgghhh… aayoo teruusss”

Akhirnya aku sampai juga pada orgasmeku yang pertama. Tak lama kemudian aku merasakan sesuatu menempel di bibir vaginaku. Setelah kulirik ternyata pak Brata sudah siap memasukkan penisnya itu ke dalam vaginaku.

Aku merasakan penis pak Brata semakin lama semakin mendesak vaginaku. Aku merasa seperti perawan lagi karena begitu susahnya penis pak Brata memasuki vaginaku.

Terang saja susah, penis sebesar itu mencoba masuk ke dalam vaginaku yang biasanya hanya dimasuki penis Toni yang sekarang menjadi biasa bagiku.

Terbantu oleh vaginaku yang sudah basah akhirnya penis pak Brata berhasil masuk juga. Perlahan-lahan pak Brata mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk di vaginaku.

“Arrrghhh Brata… terus… cepetin donkk.. ent*tin…” aku sudah meracau tak karuan karena penis pak Brata yang menghadirkan kenikmatan yang luar biasa.

Ditambah lagi Hans dan Faisal yang masih sibuk dengan kedua payudaraku.

Akhirnya setelah dirasa lancar pak Bratapun mulai mempercepat goyangannya. Baru beberapa goyangan saja aku sudah orgasme lagi padahal kulihat pak Brata masih kuat menggoyang penisnya.

Makin lama makin cepat dan cepat sampai akhirnya aku tak tahan dan sampai pada orgasme ku yang kesekekian kali.

Setelah agak lama terasa goyangan pak Brata semakin cepat dan cepat kemudian sampai pada goyangan dia yang terakhir, tubuhnya mengejang keras sekali, suaranya melenguh setengah berteriak.

Dan aku bisa merasakan kalau dia orgasme. Semburan spermanya di dalam vaginaku terasa sekali.

Tak lama berselang pak Brata mencabut penisnya dan aku didatangi oleh Hans dan Faisal yag tampak sudah tidak sabar.

Aku lihat Hans membawa baby oil. “Untuk apa?” tanyaku. “Sudahlah nikmati saja” begitu kata Hans.

Karena memang gairahku masih diatas akhirnya aku tidak pedulikan lagi. Tak lama mereka memintaku untuk berposisi doggy style, dan aku iyakan saja toh aku juga terbiasa dengan gaya itu.

Tapi betapa kagetnya ketika kurasakan Hans menumpahkan baby oil di lubang pantatku dan di penisnya lalu kemudian berusaha memasukkan penisnya itu ke pantatku.

Tadinya aku ingin berontak, tetapi Faisal memegangi tubuhku dengan erat supaya tidak berontak.

Terasa sedikit sakit ketika penis Hans mencoba untuk memasuki lubang pantatku tetapi kemudian setelah masuk terasa nikmat yang luar biasa juga.

Tidak kalah dengan nikmatnya ketika masuk ke vagina. Lalu Hans kemudian mulai untuk menggoyang penisnya di dalam pantatku.

Ketika sudah lancar dan baru beberapa saat Hans meminta merubah posisi tanpa melepaskan penisnya dari pantatnya.

Kami berdua terlentang dan bertindihan dengan aku diatasnya. Sehingga makin kurasa Penis itu bergerilya di lubang pantatku.

Tak lama kemudian Faisal menghampiri kami dan sudah siap dengan penisnya yang sudah berdiri tegak dan diarahkan ke vaginaku yang terbuka menantang.

Akhirnya Faisal memasukkan penisnya ke dalam vaginaku berbarengan dengan Hans dia menggoyangkan penisnya keluar masuk vaginaku. Sebuah pengalaman luar biasa yang belum aku alami sebelumnya.

Aku disetubuhi dua laki-laki secara bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Brata merupakan sosok lelaki gagah, tampan dan enak dipandang.

Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme berkali-kali, karena rasa nikmat yang luar biasa.

Dan akhirnya Faisal dan Hans secara bersamaan mencapai orgasmenya. Hans mengerluarkan spermanya di dalam pantatku sedang Faisal di dalam vaginaku.

Setelah itu kami berempat mebersihkan diri, dan rupanya di meja makan sudah disiapkan makanan untuk kami berempat.

Setelah kami makan akhirnya aku izin untuk pulang dan tidak lupa membuat janji untuk pertemuan berikutnya dengan mereka.

Setelah kejadian itu aku merasakan tidak nafsu lagi dengan Toni ketika dia mengajakku untuk bersetubuh. Aku hanya berusaha menjalankan kewajibanku saja.

Tetapi jujur saja aku tidak merasa puas. Karena aku sudah menemukan sesuatu yang lebih diluar sana.

Dan setelah semua hutang-hutang Toni lunas aku sering kali mendatangi mereka atau salah satu dari mereka untuk minta disetubuhi. Aku sudah sampai pada taraf ketagihan yang luar biasa.

Pada akhirnya akupun jujur kepada Toni tentang hal yang selama ini terjadi. Dia terkejut, tapi tak biasa marah karena aku melakukan itu untuk melunasi hutang-hutangnya.

Setelah kutanyai apakah dia ingin menuntut cerai diriku, dia tidak mau menceraikanku dengan alasan dia masih sayang.

Aku memberikan syarat kepada Toni yaitu, aku bebas bersetubuh dengan ketiga orang itu kapanpun dan dimanapun aku mau tanpa harus dicemburui.

Akhirnya Toni menyetujuinya, karena masih menyayangiku.

Pernah suatu saat ketika Toni pulang ke rumah dia mendapati diriku sedang bersetubuh dengan ketiga pria tersebut.

Ketika dia akan pergi justru dia dipaksa untuk duduk dan menyaksikan kami oleh pak Brata, Hans dan Faisal.

Bahkan dia juga ditelanjangi oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melakukan itu hanya untuk membandingkan ukuran penis mereka dan Toni dan memang penis Toni menjadi terlihat kecil sekali.

Sebenarnya aku kasihan melihatnya diperlakukan seperti itu.

Tetapi karena hawa nafsu yang sudah menguasai diriku, maka tak kuacuhkan dia dan aku hanya melayani penis-penis raksasa yang dapat memuaskan vaginaku